Semegah Apapun Klaimnya, Tidak Ada Obat Pembesar Penis yang Benar-Benar Efektif

Salah satu bentuk obat pembesar penis adalah alat berbentuk pompa atau vacuum yang akan menarik pembuluh darah di penis dan memancing ereksi
Alat seperti pompa atau vacuum juga diklaim bisa memperbesar penis, dengan cara diletakkan menyelubungi penis

Topik seputar obat pembesar penis merupakan salah satu yang paling populer di Internet. Ada banyak sekali pilihan pil, krim, ramuan, pompa, operasi, atau jenis obat pembesar penis lain yang masih perlu ditelusuri lebih jauh keamanannya. 

Satu hal yang pasti, hingga kini belum ada obat pembesar penis yang benar-benar bisa memperbesar ukuran penis.

Wajar ketika seorang pria merasa ragu apakah ukuran penisnya bisa memuaskan pasangan di ranjang. Bentuk penis setiap individu berbeda. Seringkali, ukuran penis dijadikan patokan kejantanan seseorang. Padahal, teknik bercinta jauh lebih penting.

Efektifkah obat pembesar penis?

Bila Anda mengingat bagaimana ereksi bekerja secara alami, maka Anda mungkin akan berpikir ulang mengenai efektivitas penggunaan obat pembesar penis.

Penis mengandung jaringan halus yang ketika aliran darah menuju ke sana, akan menimbulkan ereksi. Sayangnya, jaringan ini tidak mudah berubah karena sudah berbentuk tetap melekat pada tulang panggul. 

Bagi sebagian besar laki-laki, ukuran penis maksimal saat fase pubertas dan tidak berubah hingga tumbuh dewasa. Obat pembesar penis yang meningkatkan aliran darah ke bagian penis mungkin bisa membuat ereksi terjadi lebih cepat, namun bukan membuat penis lebih besar.

Bagaimana dengan klaim obat pembesar penis?

Tak sedikit obat pembesar penis yang mengklaim mengandung bahan tertentu sehingga bisa membuat penis membesar. Contohnya pil dengan asam amino L-arginine yang membantu tubuh memproduksi protein sehingga penis bisa membesar hanya dalam hitungan bulan.

Lagi-lagi, tidak ada obat pembesar penis yang terbukti efektif menambah ukuran penis. Jika ada alat yang benar-benar bisa membuat penis lebih besar, pertambahan ukuran itu tidak sebanding dengan risiko yang mungkin muncul.

Ada alat semacam penis extenders yang harus dipakai selama beberapa jam dalam sehari di penis. Atau alat pompa seperti jelqing yang mengharuskan seseorang melakukan gerakan memegang penis dan diulangi selama 20 menit.

Apakah alat semacam itu efektif menambah besar ukuran penis? Sayangnya tidak, hanya mungkin membuat penis berada di posisi semi-ereksi selama sementara waktu saja.

Apa saja jenis obat pembesar penis?

Berikut ini beberapa jenis obat pembesar penis yang banyak beredar di pasaran:

1. Traction device

Alat pembesar penis seperti traction device bekerja dengan meregangkan jaringan di dalam penis. Cara kerjanya adalah dengan meletakkan beban atau frame pada penis yang sedang “beristirahat” atau flaccid.

Beberapa penelitian mencari tahu efektivitas dari alat ini, yang diklaim bisa memanjangkan penis sekitar 1-3 cm. Dengan catatan, alat digunakan selama 4-6 per harinya, bahkan mencapai 9 jam. 

Dari hasil penelitian, masih belum terbukti efektivitas dan keamanan penggunaan alat seperti ini untuk memperbesar penis.

2. Pompa

Alat seperti pompa atau vacuum juga diklaim bisa memperbesar penis, dengan cara diletakkan menyelubungi penis. Ketika udara dipompa keluar, maka darah akan tertarik ke pembuluh darah di penis dan memancing terjadinya ereksi. 

Biasanya, alat ini digunakan untuk mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi. Meski demikian, belum ada penelitian ilmiah yang menyebut alat ini bisa memperbesar penis. 

3. Pil dan krim

Ada banyak sekali jenis pil dan krim yang mengklaim bisa memperbesar penis. Di dalamnya, terdapat banyak kandungan vitamin, mineral, hormon, hingga rempah tertentu.

Sama seperti obat pembesar penis lainnya, belum ada penelitian ilmiah yang menyebut pil dan krim bisa efektif memperbesar penis.

4. Operasi

Ada 2 jenis operasi pembesaran penis, yang pertama adalah menyuntikkan sel lemak ke dalam penis untuk memperbesar ukurannya. Risiko dari prosedur ini adalah perubahan bentuk hingga pembengkakan permanen penis. 

Prosedur operasi lainnya adalah mengambil sel lemak dari bagian tubuh lain ke dalam penis. Prosedur ini diklaim bisa menambah panjang penis sekitar 2,39-2,65 cm setelah 12 bulan.

Meski demikian, operasi ini perlu dilakukan berulang demi mendapatkan hasil sesuai ekspektasi. Bahkan, pasien yang pernah menjalani operasi ini mengaku kurang puas karena hasilnya tidak terasa signifikan.

Tidak ada satu pun dari pilihan alat maupun obat pembesar penis di atas yang aman dan efektif. Tidak ada masalah berapa pun panjang penis seseorang, selama masih bisa berfungsi normal saat aktivitas seksual.

Yakini pula bahwa ketika seseorang merasa penisnya terlalu kecil, itu hanya soal kepercayaan diri saja. Saat mengalami ereksi, tentu penis akan membesar dan bisa memuaskan pasangan selama ada komunikasi dan keterbukaan apa yang diinginkan.

Berbeda jika masalah yang dialami adalah disfungsi ereksi atau sebaliknya ereksi tahan lama yang menyiksa. Jika itu yang terjadi, konsultasikan segera kepada dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323688#tips-to-improve-sex-life
Diakses 15 Maret 2020

Men’s Health. https://www.menshealth.com/sex-women/a19524433/penis-enlargement-products/
Diakses 15 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/penis/art-20045363
Diakses 15 Maret 2020

NHS. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/penis/art-20045363
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait