Seluk-Beluk TB Kelenjar Getah Bening yang Sebabkan Leher Bengkak

(0)
20 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
TB kelenjar getah bening ditandai dengan pembengkakan di leherTB kelenjar getah bening akan memicu pembengkakan di leher
TB kelenjar getah bening adalah TB yang menyerang kelenjar getah bening. TB umumnya menyerang paru (pulmonary TB) namun penyakit ini juga bisa menyerang organ lain (extrapulmonary TB), seperti tulang, otak, kulit dan kelenjar getah bening.TB kelenjar getah bening disebut juga limfadenitis tuberkulosis dan merupakan TB luar paru yang paling umum terjadi. Area kelenjar getah bening yang diserang biasanya adalah kelenjar getah bening di leher meski dapat juga menyerang area kelenjar bening lain, seperti di ketiak atau paha. TB pada kelenjar getah bening di leher disebut scrofula.

Penyebab TB kelenjar getah bening

Sama seperti TB paru, TB kelenjar getah bening juga disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski demikian, infeksi bakteri mycobacterium lain, seperti Mycobacterium avium-intracellulare dan Mycobacterium kansasii, juga bisa menyebabkan TB kelenjar getah bening, terutama bila kondisi ini terjadi pada anak-anak.Infeksi ini biasanya terjadi akibat menghirup percikan droplet dari seseorang yang mengalami TB aktif. Bakteri itu kemudian terhirup ke paru-paru dan menyebar ke kelenjar getah bening di leher.Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih rentan mengalami TB kelenjar getah bening, berikut beberapa di antaranya:
  • Orang yang memiliki sistem imun lemah
  • Tinggal atau hidup di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk
  • Menderita HIV atau sedang menjalani terapi HIV
  • Berjenis kelamin wanita
  • Orang yang kekurangan gizi
  • Berusia 30-40 tahun

Apa saja gejala TB kelenjar getah bening?

TB kelenjar getah bening umumnya menyebabkan lesi dan pembengkakan atau benjolan pada sisi leher. Benjolan ini biasanya berbentuk bulat dan berukuran kecil. Benjolan ini pun tidak terasa hangat ataupun nyeri saat disentuh.Meski demikian, benjolan bisa saja membesar seiring berjalannya waktu dan berpotensi mengeluarkan cairan, seperti nanah setelah beberapa minggu. Benjolan ini dapat berjumlah satu atau lebih.Selain pembengkakan kelenjar getah bening, sejumlah gejala lain juga bisa terjadi pada penderita scrofula. Berikut beberapa di antaranya:
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan
  • Berkeringat di malam hari
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Cara mendiagnosis TB kelenjar getah bening

Bila mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini penting karena TB kelenjar getah bening dapat terus berkembang, menyebar, dan mungkin saja menyebabkan komplikasi, seperti infeksi berat (sepsis) atau munculnya fistula yaitu berupa saluran antar benjolan yang menjadi pertanda scrofula semakin memburuk..Dokter dapat mendiagnosis TB kelenjar getah bening dengan cara melakukan pemeriksaan fisik yaitu melihat secara langsung benjolan, selain itu dokter akan melakukan uji tuberkulin dengan menyuntikkan sejenis protein ke tubuh Anda. Bila timbul benjolan di kulit setelah disuntik, ada kemungkinan Anda mengalami TB ini. Meski demikian, tes ini tidak selalu akurat.Oleh karena itu, dokter umumnya melakukan biopsi pada area benjolan di kelenjar getah bening. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel cairan untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Selain itu, tes pemindaian, seperti rontgen, dan tes darah, juga mungkin disarankan untuk memastikan diagnosis.

Bagaimana cara mengatasi TB kelenjar getah bening?

Penanganan TB kelenjar getah bening membutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar 6-12 bulan. Pada durasi waktu ini, pasien dapat diresepkan untuk menggunakan kombinasi beberapa jenis antibiotik seperti isoniazid, rifampicin, dan ethambutol.Selama masa pengobatan, pasien bisa saja mengalami pembesaran kelenjar getah bening atau muncul benjolan di area lain. Hal ini bukanlah hal yang langka. Namun bila terjadi, dokter mungkin akan meresepkan obat steroid untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.Langkah operasi bisa saja dipilih bila pengobatan dengan antibiotik tidak memberikan hasil optimal. Namun, secara umum, seseorang dapat sembuh total dari TB kelenjar getah bening dengan pengobatan yang tepat.TB kelenjar getah bening adalah jenis TB kedua yang paling sering setelah TB paru. Penyakit ini umumnya menyerang kelenjar getah bening di leher. Penyakit ini perlu ditangani sedini mungkin agar tidak menyebabkan komplikasi. Penanganan yang tepat dapat menghasilkan kesembuhan total.
tuberkulosispembesaran kelenjar getah bening
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/tuberculosis/when-tuberculosis-infection-travels-beyond-the-lungs.aspx
Diakses pada 20 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/scrofula
Diakses pada 20 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/types-of-tuberculosis
Diakses pada 20 Agustus 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001354.htm
Diakses pada 20 Agustus 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/858234-overview
Diakses pada 20 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557700/
Diakses pada 20 Agustus 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait