logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Seluk-Beluk Saraf Sensorik dan Gangguan yang Bisa Menyerangnya

open-summary

Saraf sensorik adalah saraf yang mengantarkan informasi rangsangan ke otak. Gangguan pada saraf ini bisa membuat seseorang sangat sensitif atau justru kebal akan stimulasi tertentu.


close-summary

5 Agt 2020

| Annisa Trimirasti

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Saraf sensorik dibutuhkan untuk mengantarkan informasi rangsangan ke otak

Saraf sensorik akan mengantarkan informasi rangsangan ke otak

Table of Content

  • Cara kerja saraf sensorik
  • Mengenal fungsi dan jenis rangsangan saraf sensorik
  • Perbedaan saraf sensorik dan motorik
  • Gangguan saraf sensorik
  • Penyebab dan cara menangani gangguan saraf sensorik

Saraf sensorik adalah sel saraf yang bertanggung jawab untuk mengubah rangsangan eksternal dari lingkungan menjadi impuls (rangsangan) listrik internal.

Advertisement

Sel saraf sensorik disebut juga sebagai sel saraf indera, karena berfungsi sebagai pembawa sinyal dari berbagai indera tubuh menuju otak atau sumsum tulang belakang.

Fungsi saraf sensorik adalah merespons berbagai jenis rangsangan dari luar pada otot, sendi, maupun kulit. Rangsangan ini dapat berupa sentuhan, suhu, tekanan, rasa sakit, posisi tertentu, gerakan, ataupun gerakan.

Cara kerja saraf sensorik

Mengutip dari Healthline, neuron atau sel saraf berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal dari otak. Dari ribuan jenis neuron, ilmuwan mengklasifikasikannya menjadi tiga jenis.

Salah satunya adalah sel saraf atau neuron sensorik yang akan bereaksi ketika ada input sensorik dari lingkungan. Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja saraf sensorik.

Sebagai contoh, saat tangan terkena air panas, Anda secara otomatis menjauhkan tangan. Nah, pembawa informasi bahwa tangan terkena air panas ke otak adalah saraf sensorik.

Otak kemudian memproses informasi tersebut dengan memberi perintah, bahwa tangan perlu menjauh dari sentuhan panas. Lalu, saraf motorik membawa informasi dari otak ke tangan dan memicu gerakan untuk menarik tangan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa neuron sensorik berfungsi meneruskan impuls saraf dari reseptor menuju sistem saraf pusat (otak).

Baca Juga

  • Mengenal Polineuropati, Penyebab Kerusakan pada Beberapa Saraf Perifer
  • 3 Vitamin Neurotropik dan Mineral Lainnya untuk Kesehatan Saraf
  • Mengenal Berbagai Penyakit Penyebab Vertigo yang Perlu Diwaspadai

Mengenal fungsi dan jenis rangsangan saraf sensorik

Saraf sensorik menjadi bagian dalam sistem saraf tepi atau perifer, yaitu sistem saraf selain otak dan sumsum tulang belakang.

Sistem neuron sensorik bekerja secara sadar. Artinya, setiap rangsangan pada saraf ini diketahui oleh pemiliknya. Berbeda dengan saraf otonom, yaitu gerakan tidak sadar, seperti detak jantung.

Umumnya, fungsi utama neuron sensorik adalah membantu Anda dalam mengenali rasa, bau, mendengar suara, melihat, juga merasakan suasana.

Terdapat berbagai jenis rangsangan dan fungsi pada saraf sensorik. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Propriosepsi

Propriosepsi atau biasa juga disebut sebagai kinestesia adalah kemampuan tubuh untuk merasakan lokasi, gerakan, dan juga tindakan. Ini adalah alasan mengapa Anda bisa bergerak secara bebas.

Selain itu, propriosepsi adalah umpan balik yang terjadi secara terus menerus antara reseptor dengan sistem saraf sensorik.

Neuron sensorik dapat membantu Anda sadar tentang kepemilikan tubuh. Saraf ini juga membantu mempertahankan postur tubuh dan mengendalikan gerakan.

2. Vestibular

Vestibular adalah bagian dari saraf sensorik yang berhubungan dengan telinga bagian dalam. Saraf ini membantu tubuh Anda agar tetap seimbang dan memiliki koordinasi yang baik.

3. Interoception

Interosepsi adalah kemampuan untuk merasakan apa yang terjadi di dalam tubuh. Kemampuan saraf sensorik ini dapat membuat Anda menyadari berbagai sensasi. Sebagai contoh, rasa panas, dingin, lapar, keinginan buang air, serta emosi.

4. Lima indera

Neuron atau sistem saraf sensorik berfungsi untuk mengaktifkan lima indera. Nantinya, ini bisa membuat Anda merasakan sentuhan, pendengaran, rasa, bau, serta penglihatan.

5. Termoreseptor

Termoreseptor adalah jenis saraf sensorik yang berfungsi agar tubuh mendeteksi perubahan suhu pada lingkungan. Beberapa termoreseptor peka terhadap suhu dingin, ada juga yang peka pada suhu panas.

Perbedaan saraf sensorik dan motorik

Dalam sistem saraf manusia juga terdapat jenis saraf lainnya seperti saraf motorik. Apa perbedaan neuron sensorik dan motorik? Sederhananya, sensorik untuk merasakan dan motorik untuk melakukan.

Sistem saraf motorik membawa informasi menuju saraf tepi dari saraf pusat. Sedangkan saraf sensorik membawa informasi ke sistem saraf pusat dari saraf tepi.

Selain itu, saraf motorik berfungsi agar otak dan sumsum tulang belakang dapat berkomunikasi dengan otot, organ, dan kelenjar di seluruh tubuh.

Gangguan saraf sensorik

Gangguan saraf sensorik seperti sensory processing disorders (SPD) adalah masalah pada penyampaian informasi dari saraf sensorik ke otak.

Ini membuat area otak tidak efektif dalam mencerna informasi tersebut. Umumnya, SPD terjadi sejak usia anak-anak, bahkan balita.

SPD sebagai gangguan neuron sensorik membuat seseorang merespons informasi sensorik dengan tidak tepat, terlalu sensitif, atau tidak merasa sama sekali. Berikut adalah rincian gejalanya:

Gejala saraf sensorik yang terlalu sensitif

  • Lelah atau kewalahan saat bertemu orang atau di tempat tertentu.
  • Mudah terkejut.
  • Tidak suka dengan cahaya terang.
  • Menghindari kontak dengan orang lain.
  • Bereaksi berlebihan pada bau, suara, atau sentuhan.

Gejala saraf sensorik yang kurang sensitif

  • Menyentuh suatu benda secara berlebihan atau sering.
  • Memiliki toleransi rasa sakit yang tinggi.
  • Menggerakkan bagian tubuh karena gelisah.
  • Berantakan dan tidak terkoordinasi.

Gejala-gejala tersebut bisa hanya tampak samar atau nyata, tergantung dari tingkat keparahan penyakit saraf yang dialami oleh pasien.

Penyebab dan cara menangani gangguan saraf sensorik

Penyebab gangguan saraf sensorik belum diketahui secara pasti. Dugaan awal penyebabnya adalah karena faktor genetik serta penyakit kelainan bawaan. Pasalnya, gangguan neuron sensorik kerap disertai dengan kondisi autisme dan ADHD.

Penanganan untuk gangguan neuron sensorik umumnya dengan terapi, seperti terapi sensori integrasi. Dalam terapi sensori integrasi, anak akan dilatih untuk merespons rangsangan sensorik dengan tepat.

Terapi ini dapat meliputi terapi okupasi dan fisioterapi. Meski begitu, terapi hanya berfungsi membantu anak dalam mengontrol gangguan saraf, bukan untuk menyembuhkan. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan gangguan saraf sensorik.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang saraf sensorik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

sistem sarafmasalah saraf

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved