Selain Turunkan Berat Badan, Ini Manfaat Lain Olahraga Aerobik

(0)
Beda dengan anggapan awam, olahraga artobik bukan hanya sebatas senam aerobikOlahraga aerobik bukan hanya senam aerobik
Istilah aerobik tentu rasanya tak asing lagi di telinga Anda. Olahraga aerobik yang selama ini Anda ketahui mungkin berupa aktivitas fisik dalam ruangan yang dilakukan dengan gerakan senam atau alat olahraga tertentu.Padahal, olahraga aerobik sebenarnya tidak didefinisikan seperti itu. Ada berbagai manfaat yang didapat dengan melakukan olahraga aerobik, salah satunya menurunkan berat badan. Untuk lebih jelasnya, mari cari tahu info selengkapnya di bawah ini.

Apa itu olahraga aerobik?

Olahraga aerobik adalah suatu jenis olahraga yang membutuhkan banyak oksigen serta melibatkan banyak otot tubuh. Aerobik dikenal pula dengan istilah kardio.Oleh sebab itu, tak heran apabila pernapasan maupun detak jantung biasanya akan meningkat dengan cepat selama Anda melakukan aktivitas fisik tersebut.Olahraga kardio dapat dilakukan dalam intensitas ringan hingga sedang. Durasinya juga bisa dilakukan dalam hitungan menit hingga jangka waktu yang lama serta dalam hitungan jam.

Jenis-jenis olahraga aerobik

Senam aerobik adalah salah satu dari sekian banyak jenis olahraga kardio yang bisa dicoba. Selain senam aerobik, beberapa contoh olahraga lainnya, meliputi:Berkat meningkatnya aktivitas pernapasan dan detak jantung selama melakukan olahraga kardio, maka manfaatnya pun baik untuk jantung, sistem pernapasan, serta sistem peredaran darah.

Manfaat olahraga aerobik yang bisa Anda dapatkan

Sederet manfaat olahraga kardio yang bisa Anda dapatkan meliputi:

1. Mengendalikan berat badan dan memperbaiki postur tubuh

Sama seperti jenis olahraga lain, latihan aerobik secara rutin dapat membantu mengendalikan berat badan dengan membakar kalori dalam tubuh.Senam aerobik juga mampu mengencangkan otot dan memperbaiki postur tubuh. Dengan begitu, berat badan dan postur tubuh ideal bisa Anda peroleh.

2. Meningkatkan massa tulang dan otot tubuh

Manfaat olahraga aerobik berikutnya adalah menguatkan otot-otot tubuh. Hal ini tentu dapat membantu agar gerakan tubuh Anda tetap leluasa seiring bertambahnya usia. Begitu juga dengan orang yang menderita osteoartritis atau jenis penyakit artritis lainnya.Risiko cedera dan jatuh akibat cedera pada kalangan lanjut usia dapat berkurang dengan melakukan olahraga kardio. Pasalnya, latihan aerobik dengan intensitas sedang hingga berat bisa membantu dalam menjaga keseimbangan dan meningkatkan kepadatan tulang.

3. Menambah stamina

Latihan aerobik yang dilakukan dengan rutin dapat membantu dalam meningkatkan stamina tubuh. Dengan ini, tubuh Anda memiliki lebih banyak energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Mengurangi gangguan tidur

Jika Anda mengalami gangguan tidur (misalnya, insomnia), cobalah atasi dengan olahraga kardio. Sebuah studi mengungkapkan bahwa tingkat keparahan insomnia kronis bisa berkurang melalui aktivitas olahraga yang dilakukan secara teratur.Meski begitu, tetap perhatikan waktu olahraga yang tepat agar Anda bisa tidur dengan nyenyak. Olahraga jenis apapun sebaiknya dilakukan minimal dua jam sebelum Anda tidur.Jangan berolahraga dengan jarak yang terlalu dekat dengan waktu tidur. Pasalnya, Anda justru mungkin akan menjadi lebih sulit untuk tertidur.

5. Mengurangi depresi maupun risiko demensia dan gangguan kecemasan

Sebuah penelitian melaporkan bahwa rutin berolahraga mampu memperbaiki suasana hati (mood). Studi ini melibatkan para partisipan yang mengalami depresi.Para peserta diminta untuk berjalan di atas treadmill secara rutin selama 30 menit per sesi. Setelah 10 hari, mereka mengakui bahwa ada perubahan yang signifikan terhadap gejala depresi yang mereka alami. Luar biasa, bukan?Karena itu, luangkan waktu Anda untuk berolahraga, baik senam aerobik maupun jenis lainnya. Tak hanya mengurangi depresi, manfaat olahraga aerobik juga dikatakan dapat menurunkan risiko demensia dan gangguan kecemasan pada lansia.

6. Meredakan gejala asma

Bagi penderita asma, olahraga aerobik dapat membantu dalam mengurangi frekuensi serangan asma maupun tingkat keparahannya. Kendati demikian, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai olahraga.Melalui konsultasi medis, Anda akan mendapatkan rekomendasi kegiatan olahraga yang aman sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

7. Mengendalikan kadar gula darah

Aktivitas olahraga yang rutin dapat membantu dalam mengendalikan kadar insulin tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Dalam studi tertentu yang dilakukan penderita diabetes tipe 2, ditemukan bahwa segala bentuk gerakan olahraga (aerobik atau anaerob) dapat mengontrol kadar gula darah.

8. Mengurangi risiko penyakit berat

Gaya hidup minim gerak (sedenter) dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami penyakit berat dan mematikan. Misalnya, osteoporosis, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, stroke, dan berbagai jenis penyakit kanker.Untuk menurunkan risiko tersebut, Anda harus mulai aktif bergerak. Salah satunya dengan rutin berolahraga.

9. Meningkatkan kesehatan jantung dan peredaran darah

Bagi Anda yang memiliki atau berisiko mengalami penyakit jantung, sebaiknya lakukan olahraga kardio secara teratur. Olahraga ini dapat memperkuat jantung dan membantu dalam memompa darah ke seluruh tubuh.Melakukan olahraga aerobik juga dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga pembuluh darah agar dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL).Untuk mendapatkan segala manfaat olahraga aerobik tersebut, Anda perlu melakukannya dengan teratur dan berkomitmen. Selipkan waktu untuk berolahraga di sela-sela kesibukan Anda.

Bagaimana cara melakukan olahraga kardio dengan aman?

Olahraga kardio sejatinya cocok untuk dilakukan oleh siapa saja. Namun bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.Dengan demikian, Anda akan memperoleh anjuran jenis olahraga yang tepat dan mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan sebelum olahraga. Berikut contohnya:
  • Bagi pengidap diabetes
Lakukan pemeriksaan gula darah sebelum olahraga. Kemudian, makanlah camilan sehat untuk mencegah penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah selama dan setelah berolahraga.
  • Bagi pengidap radang sendi (artritis)
Lakukan pemanasan sebelum memulai olahraga kardio. Selain itu, gunakan sepatu olahraga yang nyaman dan memudahkan Anda dalam bergerak.
  • Bagi penderita asma
Coba lakukan olahraga aerobik dengan intensitas ringan terlebih dulu. Misalnya, jalan cepat atau tenis.
  • Bagi para pemula
Mulailah olahraga aerobik dengan intensitas ringan selama 10-20 menit setiap harinya. Bila ingin menambah intensitas, lakukan secara bertahap. Dengan ini, Anda tidak akan kelelahan dan terhindar dari nyeri otot.[[artikel-terkait]]Para ahli medis menganjurkan untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang setidaknya 30 menit per hari. Contohnya, jalan cepat atau berenang.Sementara olahraga kardio dengan intensitas berat sebaiknya dilakukan selama 15 menit menit tiap hari. Berlari atau bersepeda merupakan contohnya.Jika sudah lelah, jangan paksa tubuh untuk terus berolahraga. Ingatlah untuk cukup beristirahat setelah berolahraga. Dengan ini, manfaat olahraga aerobik dapat Anda dapatkan secara optimal.
diabetesolahragapenyakit jantungtips olahragaasmaartritis
Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/benefits-of-aerobic-exercise
Diakses pada 29 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/aerobic-exercise-examples
Diakses pada 29 Oktober 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/fitness/workouts/why-you-need-aerobic-exercise.aspx
Diakses pada 29 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/aerobic-exercise/art-20045541
Diakses pada 29 Oktober 2019
MyDr. https://www.mydr.com.au/sports-fitness/aerobic-exercise-the-health-benefits
Diakses pada 29 Oktober 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1389945710002868
Diakses pada 29 Oktober 2019
Sports Medicine. https://link.springer.com/article/10.1007/s40279-013-0128-8
Diakses pada 29 Oktober 2019
British Journal of Sports Medicine. https://bjsm.bmj.com/content/35/2/114.short
Diakses pada 29 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait