Selfishness Dapat Bantu Raih Kebahagiaan Hidup, Asalkan Diterapkan pada Kondisi Tertentu


Dalam beberapa kondisi, selfishness dapat membantu memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Ketika kondisi fisik dan mental baik, seseorang akan menjadi lebih mudah dalam mencapai kebahagiaan hidup.

(0)
Selfishness perlu diterapkan dalam beberapa kondisi untuk membantu memperbaiki kondisi kesehatan fisik dan mental AndaMenerapkan sikap selfishness penting untuk dilakukan saat Anda sedang ingin sendiri
Selfishness selama ini seringkali dianggap sebagai hal yang buruk. Padahal, Anda sebagai manusia terkadang perlu untuk menerapkan sikap ini pada kondisi-kondisi tertentu. Bersikap egois boleh dilakukan jika berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan Anda, baik secara fisik maupun mental.

Apa saja kondisi yang mengharuskan Anda bersikap egois?

Menerapkan sikap selfishness penting untuk dilakukan, terutama saat Anda sedang berusaha untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental. Berikut beberapa kondisi di mana Anda boleh dan perlu bersikap egois:

1. Membutuhkan bantuan

Setiap manusia pasti pernah merasakan kondisi saat ia memerlukan bantuan. Namun, kebanyakan orang memilih untuk melawan egonya karena tidak ingin terlihat lemah atau tak berkompeten di depan orang lain.Apabila  pekerjaan yang sedang dikerjakan membuat Anda tertekan atau tak bisa diselesaikan sendiri, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari rekan kerja maupun orang terdekat. Meski terkesan egois, langkah tersebut dapat mengurangi risiko Anda mengalami stres.

2. Perlu beristirahat

Ketika Anda merasa lelah, baik secara fisik maupun mental, ambillah waktu untuk beristirahat. Tidak masalah bagi Anda untuk menolak ajakan dari teman untuk berkumpul atau mengambil cuti kerja saat ingin istirahat.Anda tidak perlu merasa bersalah atau khawatir dicap egois karena mementingkan kesehatan dan kepentingan sendiri. Beristirahat dengan cukup dapat membantu memulihkan kondisi fisik dan mental Anda yang lelah karena berbagai macam masalah hidup.

3. Memerlukan waktu sendiri

Ada kalanya Anda perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Dengan menyendiri, Anda bisa melakukan evaluasi diri sebelum kemudian membuat rencana untuk dapat menjadi lebih baik lagi ke depannya.Selain itu, menyendiri terkadang bisa membantu mengobati suasana hati Anda yang tengah kacau. Ketika sedang ingin sendiri, Anda tidak perlu merasa egois untuk mengabaikan orang-orang di sekitar dengan mematikan ponsel dan menikmati me time.

4. Mengakhiri hubungan atau pekerjaan

Memutuskan untuk mengakhiri hubungan atau keluar dari pekerjaan yang telah lama Anda jalani memang tidak mudah. Keputusan tersebut seringkali menimbulkan perasaan tak enak ketika bertemu kembali dengan mereka di masa depan.Namun, apabila hubungan atau pekerjaan yang tengah Anda jalani memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental, jangan ragu untuk mengakhirinya. Utamakan kebahagiaan Anda terlebih dahulu meskipun keputusan tersebut nantinya berpotensi menyakiti orang lain.

5. Menghindari kelelahan

Agar terhindar dari kelelahan fisik dan mental yang berkelanjutan, Anda boleh mengabaikan pesan dari tempat bekerja. Anda bisa membuka pesan tersebut keesokan harinya pada jam kerja, dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.Pisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Dengan itu, hidup Anda bisa menjadi lebih seimbang dan risiko mengalami kelelahan akibat bekerja overtime dapat diminimalkan. Tak hanya itu, istirahat yang cukup juga bisa membantu Anda mengerjakan tugas-tugas secara maksimal.

Aktivitas yang bisa dikombinasikan dengan selfishness untuk raih kebahagiaan 

Selain menerapkan selfishness, beberapa aktivitas bisa dilakukan untuk membantu Anda dalam mencapai kebahagiaan. Aktivitas ini turut memperbaiki kondisi fisik serta mental yang mengalami kelelahan akibat berbagai masalah dalam hidup.
  • Berolahraga secara rutin
  • Menerapkan pola makan yang sehat
  • Memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter
  • Menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai
  • Beristirahat yang cukup, normalnya sekitar 7 hingga 8 jam
  • Mengelola stres dengan melakukan kegiatan relaksasi seperti yoga atau meditasi
  • Melakukan hal-hal yang disukai setidaknya satu kali dalam sehari, misal menonton film
  • Membuat daftar berisi hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan setelah pulang bekerja, misalnya tidak mengecek email hingga keesokan hari atau mengabaikan pesan atau panggilan dari kantor di luar jam kerja.

Catatan dari SehatQ

Selfishness tidak selalu buruk. Terkadang, kita sebagai manusia harus egois dalam kondisi-kondisi tertentu agar kesehatan fisik dan mental terjaga dengan baik. Ketika kesehatan fisik  dan mental terjaga, Anda akan lebih mudah meraih kebahagiaan dalam hidup. Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait selfishness dan kondisi-kondisi di mana Anda harus menerapkannya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalkelelahan
Healthline. https://www.healthline.com/health/when-to-be-selfish-self-care
Diakses pada 16 Maret 2021
Psych Central. https://psychcentral.com/blog/what-self-care-is-and-what-it-isnt-2
Diakses pada 16 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait