Self-Compassion Adalah Cara Menyayangi Diri Sendiri, Apa Manfaatnya?


Bersikap baik pada diri sendiri atau self-compassion merupakan cara menerima diri seutuhnya. Sama seperti orang lain, diri Anda juga ingin diperlakukan dengan baik.

0,0
08 Sep 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bersikap baik pada diri sendiri atau self-compassion merupakan cara menerima diri seutuhnyaCobalah sayangi diri sendiri dan tidak menghakimi
Semua orang ingin diperlakukan dengan baik, termasuk diri Anda sendiri. Salah satu caranya dengan self compassion. Self compassion adalah bersikap baik kepada diri sendiri bahkan ketika hal-hal tidak terjadi seperti yang diharapkan. Penting untuk menyadari perasaan yang dialami dan memperlakukan diri sendiri dengan kehangatan, perhatian, dan pengertian, sama seperti yang Anda lakukan kepada seseorang yang Anda sayangi.Dengan melakukan self-compassion, Anda juga mengakui bahwa perjuangan dan tantangan adalah bagian dari kehidupan setiap orang.

Apa itu self-compassion?

Self-compassion adalah secara tulus menerima diri sendiri sebagai orang yang tidak sempurna. Ketika Anda menerima diri, berarti Anda menerima bahwa kesalahan adalah bagian penting dari perjalanan hidup yang kemudian berkontribusi pada cara Anda memandang diri.Otak orang dewasa rata-rata menciptakan sekitar 70.000 pikiran setiap hari. Tidak mungkin Anda akan memerhatikan setiap pikiran ini. Namun, otak tak berfokus pada hal-hal positif saja. Otak dirancang untuk mengidentifikasi ancaman sehingga membuat Anda aman dari bahaya dan melindungi Anda. Akibatnya otak pun berfokus pada hal-hal negatif, seperti mencari kesalahan pada setiap peristiwa. Otak pun lebih banyak berpikir negatif ketimbang positif.Bagaimana Anda bisa melawan kecenderungan alami otak untuk berpikir ke arah negatif ini? Salah satu jawabannya adalah self-compassion. Butuh niat dan usaha untuk melakukannya. Peneliti self compassion Kristin D. Neff, Ph.D mengatakan ada tiga elemen dalam mempraktikan self compassion, yaitu:
  • Self-kindness

Caranya adalah dengan menyadari bahwa dalam situasi menantang, kegagalan kerap dialami dan bagian dari kehidupan. Kita tak melulu sukses dalam menjalani kehidupan. Kemampuan untuk mengakui kekalahan tanpa merendahkan diri adalah elemen dari menyayangi diri sendiri.
  • Common humanity

Saat dihadapkan pada masalah, kita sangat mudah merasa sendirian menghadapinya. Orang lain seolah-olah tidak terhubung bahkan tidak mengerti apa yang kita sedang alami. Self-compassion menyadarkan bahwa pengalaman ini adalah hal yang wajar dialami oleh semua manusia.
  • Mindfulness

Mempraktikkan self compassion berarti melibatkan kemampuan untuk mengalami emosi tidak nyaman tanpa melebih-lebihkannya atau mengabaikannya. Sikap sadar dan seimbang ini membantu kita untuk tidak reaktif secara emosional.

Cara mempraktikkan self-compassion

Untuk melatih praktik self compassion, ada beberapa cara yang bisa Anda coba, yaitu:

1. Perlakukan diri Anda sebagai seorang teman

Kita sering memberikan kata-kata positif, harapan, dan dukungan kepada teman atau orang yang Anda sayangi ketika mereka menghadapi kesulitan. Sama seperti mereka, diri Anda juga butuh diperlakukan baik tanpa dihakimi.

2. Jadilah pengamat yang baik

Ketika menghadapi masalah dan tantangan, kita cenderung bereaksi secara emosional. Coba ambil napas perlahan, berpikir sejenak, dan amati pengalaman Anda. Jika Anda tak bisa mengubah masalah di depan Anda, Anda bisa ubah sudut pandang Anda.

3. Bicarakan yang baik-baik pada diri sendiri

Ketika mengalami emosi negatif, otak dipenuhi dengan asap tebal yang menghalangi sudut pandang positif Anda. Coba sayangi diri Anda, jangan terlalu keras dan jangan memaksakan diri terlalu keras. Daripada mengkritik atau menghakimi, Anda lebih membutuhkan kehangatan dan kasih sayang.

4. Tulis perasaan yang Anda alami

Ketika otak terus bekerja dan sulit diberhentikan dari pikiran negatif, coba tuliskan perasaan Anda. Menulis akan memberi waktu bagi otak Anda untuk mengenali perasaan negatif yang Anda alami. Setelah dituliskan, berikan saran yang membangun pada perasaan itu tanpa menghakimi atau mengkritiknya.

5. Perhatikan diri sendiri

Terkadang ketika Anda terlalu memerhatikan orang lain, Anda abai terhadap diri sendiri. Padahal Anda juga punya kebutuhan untuk disayangi oleh diri sendiri. Kemampuan untuk merawat dan menyayangi diri sendiri ini dapat menjadi kebiasaan ketika Anda menghadapi masalah dan stres.

Manfaat menerapkan self-compassion bagi kesehatan mental

Seiring dengan latihan yang sering Anda lakukan, self-compassion dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Beberapa manfaatnya yaitu:
  • Membantu menenangkan emosi negatif

Dengan menggunakan teknik self-compassion, Anda dapat menenangkan emosi negatif. Teknik ini juga mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendiri menjalani semua di dunia ini. Dalam Journal of Research in Personality, orang yang menerapkan teknik self-compassion cenderung mengalami penurunan risiko depresi dan meningkatkan kepuasan hidup serta keterhubungan sosial.
  • Meningkatkan perasaan positif

Dalam jurnal yang sama, ditemukan bahwa self-compassion membawa efek peningkatan fungsi psikologis yang positif. Memperlakukan diri sendiri dengan penuh rasa cinta, menenangkan, dan perasaan aman sangat membantu ketika masalah dan stres datang. Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang self compassion tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmasalah kejiwaanberpikir positif
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/self-compassion-for-social-anxiety-disorder-4154580
Diakses pada 24 Agustus 2021.
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/can-self-compassion-make-you-happier-4159536 
Diakses pada 24 Agustus 2021.
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/grown-ups/looking-after-yourself/anger-anxiety-stress/self-compassion-for-parents 
Diakses pada 24 Agustus 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/self-compassion-can-improve-your-resiliency/art-20267193
Diakses pada 24 Agustus 2021.
Journal of Research personality. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S009265660600095X
Diakses pada 24 Agustus 2021.
National Center for Biotechnology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2914331/
Diakses pada 24 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait