Sepenting Apa Self Care Bagi Kesehatan Mental?


Self care yang belakangan sering disebut-sebut di media sosial, ternyata mampu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun untuk melakukannya, ketersediaan waktu sering menjadi tantangan.

(0)
20 Dec 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Self care bisa dilakukan dengan menghabiskan waktu dengan campingSelf care penting dilakukan untuk beristirahat dari kesibukan yang tanpa henti setiap hari
Self-care adalah upaya proaktif untuk memperoleh kesehatan dengan menyeimbangkan pikiran, raga, serta jiwa, baik secara personal maupun profesional. Itulah definisi self-care menurut seorang associate professor sekaligus kepala departemen konsultasi pendidikan dan psikologi Fairfiel University, Connecticut, Amerika Serikat.Jadi, self-care bukan sekadar menjaga kesehatan fisik. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan sehat saja tidaklah cukup. Segala sesuatunya bergerak begitu cepat di sekitar, sehingga manusia membutuhkan ruang untuk self-care dan beristirahat dari setiap kesibukan dalam kehidupan.Sayangnya, selama ini self-care sering disalahartikan sebagai perilaku berlebihan dalam makan, minum, maupun bermedia sosial demi menyenangkan diri sendiri. Bukan dengan cara begitu, berikut ini sederet langkah untuk memulai self-care.

12 Cara memulai self-care

Menjaga kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa bukan hanya diperlukan ketika Anda sedang sakit. Mempelajari dan mempraktikkan cara makan sehat, mengurangi stres, berolahraga secara teratur, serta beristirahat, bisa membantu tetap sehat, bahagia, serta memiliki mental yang tahan uji.Sayangnya, melakukan self-care tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita kebanyakan sudah disibukkan dengan tumpukan pekerjaan, atau terlalu fokus menggunakan teknologi yang ada, sehingga melupakan diri sendiri. Bahkan, me-time malah ada di nomor terakhir agenda.Lalu, bagaimana caranya untuk memulai self-care?

1. Menjadikan tidur sebagai bagian dari rutinitas

Hindari kafein sebelum tidur di malam hari
Tidur bisa membawa dampak besar bagi kondisi emosional maupun fisik. Kurang tidur pun berisiko menimbulkan berbagai masalah keseharan serius. Yang harus diwaspadai adalah stres maupun gangguan lainnya yang dapat menyulitkan tidur.Apa yang harus dilakukan agar bisa tidur secara teratur? Mulailah dengan memikirkan rutinitas di malam hari. Apakah Anda makan atau minum sesaat sebelum tidur? Jika demikian, sebaiknya hindari konsumsi gula maupun kafein, yang akan membuat terjaga.

2. Menjaga kesehatan usus

Kondisi usus ternyata memengaruhi kebahagiaan
Kesehatan usus dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan, bahkan vitalitas. Jenis-jenis makanan yang Anda santap, ternyata memiliki efek besar bagi bakteri yang hidup di usus, dan bisa menimbulkan kondisi yang positif atau negatif. Usus yang bermasalah akan membuat seseorang kurang bahagia, dan sebaliknya.

3. Berolahraga setiap hari

Rutin berolahraga dapat memperbaiki mood
Kita semua tahu bahwa melakukan olahraga berdampak baik untuk kesehatan. Namun, seberapa baik efeknya untuk tubuh? Berolahraga setiap hari bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental, memperbaiki mood, serta mengurangi stres dan gangguan kecemasan. Belum lagi penurunan berat badan berlebih sebagai bonusnya.Tentu saja, mungkin sulit untuk berolahraga di gym setiap hari. Namun, Anda bisa melakukan olahraga dengan berjalan, main tenis, maupun yoga, yang dapat disesuaikan dengan jadwal harian. Yang terpenting, jadikan aktivitas fisik tersebut sebagai sebuah rutinitas.

4. Mengonsumsi makanan sehat

Sayuran berdaun hijau penting untuk dikonsumsi
Setiap makanan yang kita konsumsi memiliki potensi untuk menyehatkan, atau malah menambah berat badan, maupun menimbulkan penyakit seperti diabetes. Selain itu, asupan makanan juga bisa memengaruhi pikiran dan kewaspadaan.Sebab, mengonsumsi makanan sehat bisa mencegah kehilangan ingatan sementara maupun peradangan. Keduanya berisiko menimbulkan dampak jangka panjang bagi otak, dan seluruh bagian tubuh lain. Sejumlah makanan yang baik untuk self-care adalah ikan berlemak, buah bluberi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, maupun brokoli.

5. Belajar untuk mengatakan “tidak”

Selalu menyetujui permintaan teman kerja berisiko memicu burnout
Belajar untuk mengatakan “tidak” memang sangat sulit. Sebab, kita merasa terbiasa menyatakan “ya” ketika orang lain meminta waktu dan tenaga kita. Namun, jika Anda sudah mengalami stres dan kelelahan akibat bekerja, menyetujui permintaan orang-orang terdekat maupun teman kerja, bisa memicu burnout, gangguan kecemasan, hingga mudah tersinggung.Mengatakan “tidak” memang membutuhkan latihan. Namun begitu mengetahui caranya, Anda bisa melakukannya dengan lebih percaya diri. Hasilnya, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk self-care.

6. Bepergian seorang diri

Solo camping di akhir pekan bisa memberikan ketenangan
Melakukan self-care trip bisa mendatangkan perbedaan besar dalam kehidupan. Bahkan ketika Anda tidak sedang merasa stres, bepergian di setiap akhir pekan mulai saat ini dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Cukup mengunjungi kota sebelah dan menikmati pemandangannya, maupun berkemah di lokasi terdekat. Yang penting, Anda bisa beristirahat sejenak dari rutinitas dan menggunakan waktu hanya untuk diri sendiri.

7. Beraktivitas di luar ruangan

Berkebun dipercaya mampu mengatasi gejala depresi
Melakukan aktivitas di luar ruangan bisa membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah tinggi, dan membuat Anda lebih mindful. Berdasarkan penelitian, beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi kelelahan, sehingga direkomendasikan sebagai cara untuk mengatasi gejala depresi maupun burnout.Selain itu, menghabiskan waktu di luar ruangan akan membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari. Apalagi jika Anda memilih untuk melakukan aktivitas fisik seperti berkebun, hiking, maupun berjalan kaki.

8. Merawat hewan peliharaan

Memelihara anjing pun dapat mengurangi stres
Keberadaan hewan peliharaan bisa membawa kebahagiaan tersendiri. Sebab, hewan peliharaan dapat mengekspresikan cinta tanpa batas dan menjadi teman, sehingga sangat membantu Anda melakukan self-care.Secara lebih spesifik, memelihara anjing dapat mengurangi stres dan gangguan kecemasan, bahkan menekan tekanan darah tinggi. Para penderita gangguan stres pascatrauma alias post-traumatic stress disorder (PTSD) memperoleh manfaat dengan bermain berasama anjing peliharaan setiap hari.

9. Menciptakan keteraturan

Tuliskan rencana kegiatan Anda di agenda
Membuat segala sesuatunya lebih teratur ternyata dapat menjadi langkah penting untuk menjadi individu yang lebih sehat. Sebab, langkah ini membuat Anda mengetahui yang benar-benar dibutuhkan, untuk menjaga kesehatan diri sendiri.Sebuah perubahan kecil, misalnya dengan menulis rencana kegiatan di agenda maupun menempatkan kalender di atas kulkas, bisa membantu Anda lebih terorganisir dan mengingat tanggung jawab yang harus dikerjakan. Anda juga bisa menentukan suatu tempat untuk menyimpan kunci, dompet, ransel, maupun jaket, yang akan dipakai keesokan hari.

10. Memasak di rumah

Memasak di rumah bisa menghindarkan Anda dari fast food
Banyak orang yang tidak punya cukup waktu untuk memasak bagi diri sendiri. Alhasil, fast food menjadi jawabannya. Pilihan lainnya adalah memanaskan makanan yang telah dimasak sebelumnya.Namun, makanan tersebut sebenarnya tidaklah cukup untuk memberi kalori maupun nutrisi bagi tubuh. Oleh karena itu meski hanya seminggu sekali, cobalah memasak hidangan sehat untuk diri sendiri maupun sekeluarga.

11. Membaca buku tentang self-care

Carilah buku tentang self-care
Dalam era kemajuan digital saat ini, kita sudah terbiasa bergantung pada ponsel untuk mencari hiburan maupun bacaan berita. Hal ini ternyata malah bisa menimbulkan stres dan gangguan kecemasan, bukan malah mengatasinya.Alih-alih sering membaca segala sesuatu dari ponsel, cobalah untuk selalu membawa buku ketika bepergian ke luar rumah. Lebih baik lagi jika dapat menemukan buku mengenai self-care. Dengan begitu, Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut cara merawat diri sendiri.

12. Mencari waktu untuk self-care

Menyesap kopi di pagi hari bisa menjadi self-care Anda
Mungkin tak mudah bagi Anda untuk mencari waktu luang. Namun ingat, sangat penting untuk menjadwalkan waktu me-time secara rutin. Momen menyendiri ini bisa membantu Anda menemukan jalan untuk berkembang. Menghabiskan waktu bersama teman juga membantu merasa lebih tenang.Anda dapat menikmati self-care dengan berjalan kaki, mandi air hangat, menonton film bersama teman-teman. Temukan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Misalnya bangun tidur 15 menit lebih awal untuk minum secangkir kopi dan menarik napas dalam-dalam sebelum memulai aktivitas.Pilihan lainnya adalah dengan berjalan di sekitar gedung tempat bekerja di saat jam istirahat. Semakin banyak waktu self-care, makan semakin baik pula Anda dalam menikmati kehidupan.

Catatan dari SehatQ

Apabila Anda merasa kesulitan untuk memulai self-care, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mengatasi depresidepresikesehatan mentalmasalah kejiwaanstres
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/self-care-is-not-just-treating-yourself
Diakses pada 10 Desember 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/self-care/start-a-self-care-routine/
Diakses pada 10 Desember 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/click-here-happiness/201812/self-care-12-ways-take-better-care-yourself
Diakses pada 10 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait