Tidak Ada yang Sempurna, Self-Blaming Hanya Akan Menghambat Anda untuk Maju


Self-blaming atau menyalahkan diri sendiri merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional. Bila dilakukan terus-menerus, self-blaming justru menghambat kemampuan Anda untuk berkembang.

0,0
08 Jul 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Menyalahkan diri sendiri atau self-blaming biasanya dilakukan saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinyaSelf-blaming membuat Anda tidak termotivasi melakukan apa pun
Menyalahkan diri sendiri atau self-blaming biasanya dilakukan saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Anda mungkin merasa bahwa kegagalan atau masalah yang muncul ini merupakan tanggung jawab Anda seorang diri.Self-blaming merupakan salah satu kekerasan emosional yang bisa Anda lakukan. Kabar buruknya, kekerasan emosional ini termasuk dalam kategori berbahaya. Hal ini bisa disebabkan oleh kurang cakapnya seseorang dalam menyampaikan rasa maaf dan bersalah untuk diri sendiri.Anda mungkin menjadi tidak termotivasi melakukan apa pun dan seolah-olah diam di tempat. Cara mengatasinya tentu harus dimulai dari diri sendiri. Simak penjelasannya di bawah ini.

Akibat dari self-blaming

Anda mungkin sudah tahu bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna. Kita diberi akal dan perasaan untuk menyikapi semua keadaan yang terjadi. Di sisi lain, manusia juga merupakan makhluk yang jauh dari kata sempurna dalam beberapa hal.Harus diakui bahwa manusia pasti melakukan kesalahan. Anda tidak bisa mengharapkan kesempurnaan dan terus-menerus mengemban sifat perfeksionisme. Saat seseorang gagal, hal tersebut yang akan memberi tahu bahwa tetap perlu ada keseimbangan dalam kehidupan.Ada beberapa akibat self-blaming terhadap kesehatan mental Anda:
  • Menghambat diri

Menyalahkan diri sendiri bisa membuat tidak berdaya. Orang cenderung menghindari atau takut melakukan hal baru. Anda bisa menutup sebuah ide yang datang dalam diri atau bahkan pekerjaan yang lebih menarik karena takut masa lalu terulang lagi.
  • Mempermalukan diri sendiri

Menyalahkan diri tentunya sama seperti mempermalukan diri sendiri. Anda akan terus membandingkan diri dengan sebuah kesuksesan atau berandai-andai untuk bisa mencegah kegagalan itu datang. Saat merasa gagal, seharusnya ada yang diperbaiki dan bukan menyalahkan diri sendiri.
  • Memicu depresi

Sebuah penelitian menyatakan bahwa menyalahkan diri sendiri dapat menyebabkan seseorang merasa tidak berguna sehingga ia akan merasa sedih, murung, dan munculnya tanda-tanda depresi lainnya. 

Cara mengatasi self-blaming

Saat lebih menyalahkan diri sendiri cenderung dilakukan, Anda butuh cara untuk mulai menghilangkan kebiasaan itu. Pasalnya, menyalahkan diri sendiri hanya akan membawa Anda pada masa-masa suram setelahnya. Ini langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi self-blaming:

1. Mengubah sudut pandang

Banyak orang selalu melihat sesuatu dengan persepsi “seharusnya”. Pengandaian ini hanya akan buat Anda terus merasa bersalah jika tidak melakukannya. Jadi, cobalah untuk mengubah cara pandang dengan berpikir bahwa Anda bisa melakukannya.Berpikir bisa melakukan sesuatu akan menghilangkan pikiran negatif yang muncul. Anda pun akan dengan senang hati melakukannya.

2. Lihat dari kacamata yang lebih besar

Setiap peristiwa selalu datang sebagai sebuah pelajaran hidup. Ambil hikmah dari semua yang terjadi dibanding terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Tanyakan pada diri sendiri tentang pelajaran apa yang bisa didapatkan saat mengalami masa sulit.

3. Percaya pada diri sendiri

Langkah terbaik untuk berhenti self-blaming adalah percaya diri. Penyesalan bisa terjadi akibat kita tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Mungkin Anda pernah mengambil keputusan yang salah. Namun, jadikan hal itu cara untuk lebih berkembang dan percaya diri dalam pengambilan keputusan berikutnya.

Manfaat self-blaming

Ada kalanya, Anda juga perlu sedikit menyalahkan diri sendiri atas perbuatan yang telah dilakukan. Namun, lakukan semuanya dengan tanggung jawab besar. Artinya, Anda  perlu melakukan introspeksi diri setelah melakukannya.Berikut manfaat melakukan self-blaming:
  • Menjadi bahan evaluasi diri ketika mengalami sebuah kegagalan
  • Memberikan semangat untuk bisa memperbaiki kesalahan
  • Membantu untuk bergerak maju dan mencoba lagi
  • Mendorong untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan

Catatan dari SehatQ

Menyalahkan diri sendiri atas keputusan yang sudah diambil bisa jadi baik jika Anda menggunakannya sebagai penyemangat hidup. Namun, self-blaming yang terlalu berlebihan dan membuat Anda seperti mempermalukan diri hanya akan membawa pada keterpurukan.Untuk berdiskusi lebih lanjut cara mencegah self-blaming yang berlebihan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalstresgangguan kecemasanberpikir positif
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/emotional-nourishment/201801/self-blame-how-do-you-respond-when-things-go-wrong
Diakses pada 17 Juni 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/enlightened-living/201304/self-blame-the-ultimate-emotional-abuse
Diakses pada 17 Juni 2021
Web MD https://www.webmd.com/balance/news/20010312/shame-on-you-self-blame-can-literally-make-you-sick#1
Diakses pada 17 Juni 2021
Huff Post https://www.huffpost.com/entry/stop-blaming-yourself-for_b_5692105
Diakses pada 17 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait