Mengenal Selenium, Mineral dengan Fungsi dan Manfaat yang Menakjubkan


Sebagai salah satu mineral mikro, selenium menjalankan fungsi penting untuk tubuh. Tak hanya itu, selenium juga memiliki manfaat kesehatan. Manfaat selenium tersebut termasuk mencegah kanker, lho!

(0)
03 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Selenium adalah salah satu mineral mikro dengan fungsi dan manfaat yang menakjubkanSelenium menjadi salah satu mineral mikro dengan fungsi dan manfaat yang menakjubkan
Dibandingkan mineral lain, seperti kalsium dan zat besi, selenium mungkin jarang Anda dengar. Padahal, mineral mikro ini memiliki fungsi dan manfaat untuk kebaikan tubuh. Manfaat selenium pun tak main-main, termasuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kanker.

Apa itu selenium?

Selenium adalah salah satu mineral mikro yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Walau dibutuhkan dalam kadar yang sedikit, selenium menjalankan fungsi vital untuk kinerja tubuh.Beberapa fungsi selenium untuk tubuh, yaitu:
  • Membantu tubuh dalam memproduksi protein khusus yang berperan dalam mencegah kerusakan sel
  • Membantu fungsi kognitif
  • Menjaga kesehatan sistem imun
  • Memelihara kesuburan pada wanita dan pria
  • Berkontribusi dalam sintesis DNA

Manfaat selenium untuk kebaikan tubuh

Selenium merupakan mineral yang menakjubkan. Tak hanya menjalankan fungsi di atas, selenium juga memiliki sejumlah manfaat lain. Berikut ini manfaat selenium yang perlu untuk diketahui:

1. Menangkal radikal bebas

Selenium dapat bertindak sebagai molekul antioksidan untuk melawan radikal bebas berlebih. Kondisi radikal bebas yang berlebih dapat memicu tekanan oksidatif dan berujung pada kerusakan sel dan menyebabkan berbagai penyakit.

2. Melawan panyakit jantung

Kadar selenium yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, sehingga konsumsi mineral ini dengan cukup dapat melindungi kesehatan organ tersebut.Selenium juga membantu menurunkan gejala peradangan pada tubuh ?yang dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung. Selenium dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi peradangan dan tekanan oksidatif dalam tubuh. Stres dan peradangan oksidatif telah dikaitkan dengan aterosklerosis atau penumpukan plak di pembuluh darah.Aterosklerosis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.

3. Menurunkan risiko kanker

Tekanan oksidatif karena radikal bebas berlebih dapat menimbulkan beragam penyakit, termasuk kanker. Dengan sifat antioksidannya, selenium dapat membantu menurunkan risiko kanker sekaligus meningkatkan sistem imun tubuh.Sebanyak 69 penelitian menemukan, kadar selenium yang tinggi dikaitkan dengan risiko kanker yang rendah, termasuk kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker prostat. Manfaat selenium tersebut utamanya didapatkan dari konsumsi makanan sehat, bukan suplemen.

4. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid

Jaringan kelenjar tiroid mengandung selenium yang tinggi dibandingkan bagian tubuh lain. Dengan demikian, rutin mengonsumsi makanan yang mengandung selenium penting untuk menjaga fungsi dan kesehatan kelenjar tersebut.
Selenium dapat melindungi tiroid dari kerusakan oksidatif, serta memainkan peran penting dalam produksi hormon-hormon tiroid.
Dengan kelenjar tiroid yang sehat, pengendalian metabolisme dapat menjadi optimal. Begitu juga dengan kontrol pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

6. Melawan penurunan kondisi mental

Para ahli juga memercayai, selenium dapat membantu kecakapan verbal seseorang dan fungsi mental lain pada penderita gangguan kognitif ringan. Tak hanya itu, diet Mediterania yang makanan utamanya banyak mengandung selenium, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer.Beberapa penelitian telah menemukan bahwa penderita penyakit Alzheimer memiliki kadar selenium yang rendah di tubuh mereka.

7. Berpotensi meredakan gejala asma

Karena selenium berpotensi untuk mengurangi peradangan, beberapa penelitian telah menemukan bahwa mineral ini dapat membantu meredakan gejala yang berkaitan dengan asma. Menurut sebuah studi, orang yang menderita asma cenderung memiliki kadar selenium yang rendah di tubuh mereka.Walau begitu, penelitian yang lebih besar diperlukan untuk menguatkan manfaat selenium untuk asma tersebut.

Kebutuhan harian selenium yang patut dipenuhi

Untuk mendapatkan berbagai manfaat selenium di atas, tentunya Anda harus memenuhi kebutuhan harian akan selenium lewat makanan maupun suplemennya.Menurut National Institutes of Health (NIH), orang dewasa disarankan mendapatkan sekitar 55 mikrogram selenium per hari. Untuk wanita yang sedang hamil disarankan mengonsumsi selenium sebanyak 60 mikrogram per hari.Sedangkan untuk wanita menyusui, setidaknya mereka harus mengonsumsi 70 mikrogram selenium per hari.Meskipun terdapat suplemen selenium yang bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan harian akan mineral itu, tetap saja mengonsumsinya lewat makanan lebih disarankan.

Manfaat selenium bisa didapat dengan konsumsi makanan ini

Berikut ini makanan yang menjadi sumber selenium, yang bisa Anda konsumsi:
  • Tiram
  • Kacang Brazil
  • Tuna sirip kuning
  • Telur
  • Sarden
  • Biji bunga matahari
  • Dada ayam
  • Jamur Shiitake
Mengonsumsi makanan sehat bervariasi di atas penting untuk Anda lakukan. Sebab, kadar selenium di pangan tumbuhan akan bergantung pada kadar selenium di tanah tempat mananan tersebut tumbuh.
makanan sehatnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/selenium-benefits
Diakses pada 3 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/287842.php
Diakses pada 3 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002414.htm
Diakses pada 3 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait