Selangkangan Nyeri Setelah Menendang Atau Loncat? Ini Penjelasannya


Pernah merasa selangkangan nyeri tiba-tiba? Bisa jadi, ada cedera otot aduktor yang terletak di paha bagian dalam. Paling sering, pemicu cedera ini adalah gerakan mendadak saat menendang, berlari, atau melompat.

0,0
14 Jul 2021|Azelia Trifiana
Nyeri di selangkanan bisa terjadi karena ada cedera ototNyeri di selangkanan bisa terjadi karena ada cedera otot
Pernah merasa selangkangan nyeri tiba-tiba? Bisa jadi, ada cedera otot aduktor yang terletak di paha bagian dalam. Paling sering, pemicu cedera ini adalah gerakan mendadak saat menendang, berlari, atau melompat.Itulah mengapa, atlet berisiko paling tinggi mengalami sakit selangkangan. Biasanya kondisi ini tidak serius, namun jika cukup parah maka proses pemulihannya pun lebih lama.

Gejala selangkangan nyeri

Untuk mengenali apa saja gejala selain selangkangan terasa nyeri, berikut di antaranya:
  • Sakit di pangkal paha dalam, namun bisa di mana saja hingga lutut
  • Kekuatan kaki bagian atas menurun
  • Muncul area yang bengkak atau luka
  • Kesulitan berjalan atau berlari tanpa merasa sakit
  • Suara berderak ketika cedera terjadi
Gejala di atas bisa bervariasi derajatnya, bergantung pada seberapa parah cedera terjadi. Semakin parah kondisinya, akan semakin sulit menggerakkan kaki untuk berdiri, berjalan, bahkan berlari.

Penyebab sakit selangkangan

Seperti yang disinggung di atas, penyebab paling sering terjadinya sakit selangkangan adalah cedera otot aduktor. Otot ini berperan dalam menjaga kekuatan panggul hingga menggerakkan tungkai. Ketika tertarik, maka cedera pun terjadi.Atlet kerap kali mengalami cedera otot di paha dalam ini pada kaki yang dominan. Contohnya setelah mereka menendang, berlari, melompat, berseluncur, dan gerakan lainnya yang terjadi secara mendadak.Apabila dirangkum, berikut ini beberapa penyebab selangkangan terasa nyeri:
  • Gerakan memanjangkan sekaligus kontraksi otot aduktor bersamaan
  • Cedera hingga terjatuh
  • Mengangkat beban berat
  • Cedera saat berolahraga
Pada dasarnya, penggunaan otot secara berlebihan sangat mungkin menyebabkan cedera dalam jangka panjang. Sebab, otot akan mengalami stres dan meregang berlebihan hingga tertarik.

Diagnosis sakit selangkangan

Untuk menegakkan diagnosis pasti, dokter akan bertanya bagaimana cedera terjadi. Selain itu, juga akan dikulik lebih jauh aktivitas apa yang dilakukan ketika cedera terjadi serta riwayat sebelumnya.Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Mulai dari meregangkan otot aduktor untuk mencari tahu apakah peregangan menimbulkan rasa nyeri, serta melihat rentang gerak kaki.Setelah mengidentifikasi lokasi cedera, dokter akan melakukan evaluasi dengan menentukan seberapa parah derajat cedera, yang dibagi menjadi:
  • Grade 1

Pada tahap ini, artinya cedera terjadi ketika otot robek atau tertarik. Akibatnya, sekitar lima persen serat otot mengalami kerusakan. Orang yang mengalaminya masih bisa berjalan tanpa rasa sakit. Namun ketika harus berlari, lompat, menendang, atau meregangkan kaki, akan muncul rasa sakit.
  • Grade 2

Tahap berikutnya berarti pasien mengalami otot robek yang cukup signifikan. Itu sebabnya, mereka akan merasa kesulitan berjalan. Bahkan untuk merapatkan kedua tungkai dan paha pun tidak mudah.
  • Grade 3

Merupakan kondisi paling parah karena otot robek terjadi di sepanjang otot atau tendon. Akibatnya, akan muncul rasa nyeri luar biasa ketika menggunakan otot ini. Tahapan cedera ini juga akan disertai bengkak dan luka cukup parah. Ketika disentuh, akan terasa celah di dalam otot paha.Untuk memastikan sakit selangkangan terjadi karena cedera otot aduktor dan bukan masalah pada pinggang, dokter juga akan melakukan pemeriksaan X-ray atau MRI.

Bagaimana penanganannya?

Pada beberapa hari awal penanganan cedera, perlu mengii stirahatkan otot dari aktivitas, kompres dengan es batu, dan berikan kompresi. Langkah ini efektif diterapkan hingga 48 jam setelah cedera terjadi.Kemudian, bergantung pada seberapa parah kondisinya, ada beberapa penanganan lain yang direkomendasikan:
  • Terapi fisik
  • Terapi pijat
  • Peregangan otot
  • Terapi elektrik
  • Konsumsi obat anti-peradangan nonsteroid
Khusus bagi pasien yang mengalami cedera grade 3, perlu ada operasi untuk menangani robekan serat otot. Terlebih, jika tendon juga ikut mengalami cedera.

Catatan dari SehatQ

Perlu diingat bahwa orang yang paling berisiko mengalami cedera otot di paha dalam adalah atlet. Terlebih bagi atlet yang berhenti latihan sehingga fleksibilitas dan kekuatan ototnya berkurang. Risiko mengalami cedera tentu lebih besar ketika mulai kembali berlatih secara mendadak.Tak hanya itu, riwayat pernah mengalami cedera area paha sebelumnya juga tak bisa diremehkan. Sebab, orang dalam kondisi ini berarti ototnya dalam kondisi lebih lemah.Jadi, cara terbaik untuk menghindari selangkangan nyeri adalah jangan menggunakan otot aduktor tanpa persiapan, pemanasan, dan latihan cukup.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai cara membedakan cedera otot aduktor dengan masalah lain di area sekitarnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cedera pahacedera fisikpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/groin-strain#symptoms
Diakses pada 29 Juni 2021

British Journal of Sports Medicine. https://bjsm.bmj.com/content/51/22/1611
Diakses pada 29 Juni 2021

HSS. https://www.hss.edu/conditions_muscle-strain.asp
Diakses pada 29 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait