Selamatkan Lingkungan, Mulai dengan Gaya Hidup Zero Waste

(5)
14 Jun 2020|Fiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Membawa tas belanja sendiri merupakan salah satu langkah untuk menerapkan prinsip zero wasteLangkah kecil untuk menjalani gaya hidup zero waste adalah dengan menghindari kemasan plastik ketika berbelanja
Pada 2019 yang lalu, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 190.000 ton setiap harinya. Jika masalah tersebut dibiarkan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan melebihi kapasitasnya dan tidak lagi bisa mengatasi sampah-sampah tersebut.
Gerakan zero waste adalah solusi jangka panjang yang lebih mumpuni daripada membuang sampah ke TPA. Gaya hidup ini kian digandrungi di berbagai negara barat, khususnya mereka yang sudah mulai paham mengenai bahaya kerusakan lingkungan. Zero waste menjadi populer karena memiliki  berbagai manfaat pada lingkup individu maupun masyarakat secara umum. Mengapa bisa demikian?

Apa itu zero waste?

Gerakan zero waste, atau dalam bahasa Indonesianya disebut bebas sampah, adalah suatu upaya konservasi sumber daya yang melibatkan produksi, konsumsi, penggunaan kembali, dan pemulihan produk hingga kemasannya.Sederhananya, zero waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri. Alih-alih membuang sumber daya, penganut gaya hidup zero waste bertujuan untuk membuat sistem di mana semua sumber daya dapat dikembalikan sepenuhnya ke alam.Zero waste dilakukan dengan merancang dan mengelola produk maupun proses pembuatannya agar secara sistematis dapat menghindari serta menghilangkan volume limbah maupun bahan produksi yang berbahaya. Gerakan ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya. Penerapan upaya bebas sampah ini diharapkan dapat mengeliminasi sampah yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, alam, hewan, maupun planet bumi itu sendiri.

Bagaimana menjalankan gaya hidup zero waste?

Gaya hidup zero waste sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dijalani. Sebagai permulaan, Anda dapat memulainya dari rumah. Contohnya, ketika membersihkan dapur, Anda dapat memakai kain sebagai alat bersih-bersih daripada tisu. Dengan demikian, Anda sudah mengurangi sampah tisu. Kemudian, ketika Anda berbelanja usahakanlah berbelanja di toko yang berada di sekitar rumah daripada di supermarket besar. Gunakanlah tas belanja yang Anda bawa sendiri dari rumah ketika berbelanja. Selain menyokong ekonomi lokal, Anda juga mengurangi pemakaian plastik yang berbahaya bagi alam. Untuk memaksimalkan hidup yang bebas limbah, ada baiknya untuk mengikuti prinsip zero waste yang terdiri dari 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan sampah). Prinsip 5R ini menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

Apa saja manfaat yang didapat dari zero waste?

Gaya hidup bebas limbah atau zero waste memberikan banyak manfaat baik dalam skala individu maupun masyarakat, di antaranya adalah:

1. Dapat menghemat pengeluaran 

Dengan menerapkan zero waste, maka Anda akan mengurangi frekuensi berbelanja dan lebih sering membuat barang-barang sendiri. Sebagai contoh, dibanding membeli produk pembersih kaca, Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti cuka dan soda kue.

2. Fokus pada produk-produk yang tahan lama

Gaya hidup zero waste akan membuat fokus Anda berubah dalam hal berbelanja. Anda akan menjadi cenderung lebih memilih barang-barang yang awet dan tahan lama - baik itu urusan pakaian atau furnitur rumah tangga. Dengan demikian, Anda pun bisa semakin menghemat pengeluaran.

3. Tidak ada lagi makanan sisa

Inilah salah satu manfaat terbesar dari penerapan zero waste. Tidak akan ada lagi makanan sisa yang terbuang sia-sia di rumah Anda. Bagaimana caranya? Tentu dengan membeli makanan secukupnya dan membeli makanan yang tahan lama saja. 

4. Meningkatnya kesehatan & turunnya berat badan

Dengan membeli makanan secukupnya, maka Anda tidak akan membeli makanan yang sembarangan pula. Makanan bernutrisi akan menjadi pilihan utama Anda sehari-hari. Dengan demikian, pola makan Anda juga dapat berubah menjadi lebih baik. Apabila Anda mengalami kelebihan berat badan sebelumnya, berat badan pun dapat turun dengan perubahan pola makan dan diet Anda setelah menerapkan zero waste dalam hidup sehari-hari.

5. Mendukung upaya mengatasi pemanasan global

Dengan menerapkan gaya hidup zero waste, Anda turut membantu mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Tentu karena Anda tidak banyak membeli makanan-makanan berproses atau cepat saji. Pasalnya menurut EPA, Badan Perlindungan Lingkungan dari Amerika Serikat, makanan cepat saji berkontribusi terhadap 42% dari total emisi gas rumah kaca di dunia. Negara Swedia merupakan contoh negara yang masyarakatnya telah sukses dalam menerapkan zero waste dalam kesehariannya. Budaya mendaur ulang sudah mengakar dalam masyarakat Swedia sejak dekade 90-an. Berkat hal ini, pada tahun 2014 hanya 1% dari seluruh sampah dan limbah di seluruh Swedia yang sampai di Tempat Pembuangan Akhir. Sisanya sudah mengalami proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Menerapkan zero waste sebagai gaya hidup adalah suatu langkah awal bagi kita untuk melindungi alam yang akan kita wariskan pada anak cucu kita nanti. Yuk dimulai dari sekarang!
polusi udarapola hidup sehatbanjir
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0956053X17303069?via%3Dihub
Diakses pada 27 Mei 2020
National Geographic. https://www.nationalgeographic.com/news/2018/05/zero-waste-families-plastic-culture/
Diakses pada 27 Mei 2020
Toronto Environment. https://www.torontoenvironment.org/zerowaste_benefits
Diakses pada 27 Mei 2020
Sweden. https://sweden.se/nature/the-swedish-recycling-revolution/
Diakses pada 27 Mei 2020
ZWIA. http://zwia.org/zero-waste-definition/
Diakses pada 27 Mei 2020
The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/academia/2019/03/01/the-waste-challenge-is-indonesia-at-a-tipping-point-1551431355.html
Diakses pada 27 Mei 2020
Almost Zero Waste. https://www.almostzerowaste.com/zero-waste-benefits/
Diakses pada 27 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

Suka Manis? Coba 7 Makanan Pencuci Mulut Sehat Ini

Makanan pencuci mulut identik dengan berbagai kue dan es krim yang tinggi kalori dan gula. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat membuat kudapan pencuci mulut yang lebih sehat di rumah dengan bahan-bahan seperti pisang, cokelat hitam, dan kurma.
27 Feb 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Suka Manis? Coba 7 Makanan Pencuci Mulut Sehat Ini

Mengenal Fenomena Mukbang, Makan Banyak Demi Popularitas dan Uang

Kata “mukbang” berasal dari dua kata bahasa Korea, “mukja” yang berarti “mari makan” dan “bang song” yang berarti “broadcast”. Popularitasnya berasal dari Korea Selatan, namun kini sudah tak lagi mengenal batas dan jarak, sudah dilakukan begitu banyak orang di penjuru dunia.
16 Mei 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Mengenal Fenomena Mukbang, Makan Banyak Demi Popularitas dan Uang

Adakah Manfaat Singkong Mentah? Amannya Harus Dimasak Terlebih Dahulu

Singkong adalah termasuk tanaman konsumsi serba guna. Seluruh bagian dari singkong bisa dimanfaatkan, hingga akarnya yang bisa menjadi tepung tapioka. Selain itu, singkong bisa dimasak dengan berbagai cara dan dijadikan hindangan yang lezat. Namun adakah manfaat singkong mentah jika dimakan begitu saja? Sayangnya tidak ada.
07 Agu 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Adakah Manfaat Singkong Mentah? Amannya Harus Dimasak Terlebih Dahulu