Selalu Pusing dan Lemas, Apakah Gejala Darah Rendah? Ini Penjelasannya!

(0)
31 May 2019|Maria Intan Josi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala darah rendah bisa ditandai dengan pusing yang hebatDarah rendah bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan
Mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan sebuah masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Tidak hanya tekanan darah tinggi, kadang tekanan darah yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan penderitanya. Selain itu, meski kebanyakan tidak berbahaya, gejala darah rendah berpotensi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.Saat ini, batas bawah tekanan darah normal adalah sekitar 90/60 mmHg. Apabila tekanan darah lebih rendah dari batas bawah tersebut, seseorang bisa mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi. Lantas, apa saja ciri-ciri darah rendah?

Gejala darah rendah

Berikut adalah beberapa gejala darah rendah yang kemungkinan Anda rasakan:
  • Pusing

Anda bisa merasa pusing dengan pandangan berkunang-kunang, terutama saat tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
  • Mual

Selain pusing, Anda juga mungkin merasa mual. Hal ini tentu akan membuat tidak nyaman, dan mengganggu akivitas sehari-hari.
  • Pingsan

Pusing yang tak tertahankan bisa menyebabkan Anda hilang kesadaran atau pingsan.
  • Dehidrasi 

Dehidrasi dan kehausan merupakan salah satu gejala tekanan darah rendah. Ketika dehidrasi, tenggorokan Anda juga mungkin terasa kering.
  • Sulit berkonsentrasi

Darah rendah juga membuat Anda sulit berkonsentrasi. Hal ini tentu saja dapat mengganggu proses berlajar di sekolah atau kinerja Anda di tempat kerja.
  • Pandangan kabur

Pusing yang luar biasa ternyata membuat pandangan Anda menjadi kabur. Ketika memandang suatu objek, maka menjadi tidak jelas.
  • Kedinginan

Rendahnya tekanan darah bisa menyebabkan Anda merasa kedinginan, bahkan kulit menjadi pucat.
  • Napas cepat dan pendek

Pada kasus yang parah, napas juga menjadi cepat dan pendek. Hal ini bisa memicu tubuh Anda kekurangan oksigen.
  • Lemas

Darah rendah membuat tubuh Anda terasa lemas, dan kelelahan sehingga sulit untuk beraktivitas seperi biasanya.

Penyebab darah rendah

Hipotensi atau tekanan darah rendah biasanya bukan merupakan masalah bagi sebagian besar orang dewasa. Namun, jika takenan darah turun secara tiba-tiba atau seseorang mengalami gejala-gejala darah rendah, kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang serius. US National Library of Medicine mengindikasikan penurunan tekanan darah sekecil 20 mmHG saja dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan.Beberapa kondisi kecil dan sementara dapat memengaruhi tekanan darah, seperti tekanan darah naik terlalu cepat setelah duduk, lama berdiri, atau dehidrasi. Kondisi tekanan darah rendah ini disebut sebagai hipotensi postural atau hipotensi ortostatik. Hipotensi postural dianggap sebagai kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk beraksi dengan benar terhadap perubahan tiba-tiba.Risiko baik tekanan darah tinggi maupun rendah biasanya meningkat sesuai pertambahan usia. Selain itu, peredaran darah ke otot jantung dan otak juga menurun berdasarkan pertambahan usia, seringkali sebagai akibat dari penumpukan plak pada pembuluh darah. Diprediksi sekitar 10-20 persen orang-orang berusia di atas 65 tahun memiliki hipotensi postural.Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang dapat menjadi penyebab darah rendah, di antaranya adalah:
  1. Kehamilan
  2. Kekurangan nutrisi
  3. Kondisi jantung
  4. Gangguan tiroid
  5. Infeksi berat
  6. Diabetes
  7. Penyakit Parkinson
  8. Pendarahan usus
  9. Luka bakar parah
  10. Trauma serius
  11. Syok akibat kehilangan darah
  12. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Jika seseorang mengalami hipotensi, mereka lebih berisiko untuk pingsan dan syok, yang mungkin membutuhkan perawatan medis. Periksa tekanan darah Anda secara rutin untuk mengetahui kondisi tekanan darah Anda dan mendeteksi adanya masalah pada tekanan darah.Satu pemeriksaan tekanan darah yang hasilnya lebih rendah dari normal biasanya tidak berbahaya, namun jika Anda merasakan gejala-gejala darah rendah, segera konsultasikan kepada dokter.

Cara mengatasi darah rendah

Darah rendah yang tidak menimbulkan gejala umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika Anda mengalami gejala, maka cara mengatasi darah rendah tergantung pada penyebabnya. Sementara, apabila penyebabnya tidak diketahui secara pasti, pengobatan pun dilakukan untuk meningkatkan tekanan darah. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi darah rendah:
  • Mengonsumsi asupan yang lebih banyak garam
  • Lebih sering minum air putih
  • Jika hendak mengubah posisi tubuh, lakukan secara perlahan
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi obat untuk mengobati tekanan darah rendah. Misalnya, fludrokortison yang dapat meningkatkan volume darah, atau midodrine untuk meningkatkan tekanan darah pada penderita hipotensi ortostatik.
Selalu konsultasikan pada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda. Jangan sampai mengabaikannya karena khawatir akan semakin memburuk.
hipotensitekanan darah rendah
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/lowbloodpressure.html
Diakses pada April 2019
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure/low-blood-pressure-when-blood-pressure-is-too-low
Diakses pada April 2019
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465
Diakses pada April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/diagnosis-treatment/drc-20355470
Diakses pada 11 November 2020
National Heart, Lung, and Blood Institute (NIH). https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/hypotension
Diakses pada April 2019
UPMC. https://share.upmc.com/2018/02/blood-pressure-is-too-low/
Diakses pada April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait