Apa Saja Program Posyandu untuk Ibu Hamil?

Program posyandu ternyata juga mencakup layanan kesehatan untuk kehamilan.
Program posyandu juga tersedia untuk ibu hamil, tak hanya anak-anak.

Anda pasti tidak asing dengan istilah pos pelayanan terpadu alias posyandu. Layanan kesehatan masyarakat tersebut selama ini masih identik dengan tumbuh kembang anak. Sebut saja kegiatan menimbang berat badan dan pembagian bubur kacang hijau yang populer sebagai program posyandu. Namun tahukan Anda, program posyandu juga tersedia untuk ibu hamil.

Melalui program ini, posyandu memastikan kesehatan ibu hamil dan calon bayi di dalam kandungan. Apa saja layanan yang diberikan untuk ibu hamil dalam program posyandu?

Program posyandu untuk ibu hamil

Anda mungkin belum familiar dengan program posyandu untuk ibu hamil. Ternyata, posyandu menyediakan setidaknya 4 jenis layanan kesehatan ini untuk bumil:

  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran lingkar lengan atas (LILA)
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan kandungan

Tak hanya itu, ibu hamil juga dapat meminta imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dari petugas kesehatan untuk mencegah tetanus pada bayi.

Lakukan ini sembari mengikuti program posyandu untuk bumil

Jangan lupa juga untuk mengikuti kelas kehamilan,
seperti senam hamil.

Selain rutin menjalani pemeriksaan melalui program Posyandu, ibu hamil juga harus aktif merawat diri dan kandungan serta melakukan beberapa langkah berikut ini, agar proses persalinan kelak berjalan lancar:

1. Mengonsumsi pil penambah darah

Sembari mengikuti program posyandu, ibu hamil sebaiknya meminum pil penambah darah atau zat besi selama 90 hari. Langkah ini sangat dibutuhkan agar ibu hamil tidak mengalami risiko kekurangan darah saat persalinan.

2. Mengikuti kelas ibu hamil

Selain itu, ibu hamil juga dapat mengikuti berbagai kelas yang mengajarkan penanganan pertama saat hendak melahirkan, dan seluk-beluk perawatan bayi baru lahir.

Anda juga dapat mengikuti kelas senam hamil yang tak hanya membantu melancarkan proses persalinan, tapi juga mengatasi kondisi fisik dan mental pascapersalinan.

3. Melakukan perawatan diri sendiri, termasuk kandungan

Selain rutin mengikuti program Posyandu, ibu hamil juga wajib merawat diri dan kandungan. Misalnya dengan mandi dan menggosok gigi minimal 2 kali sehari secara teratur, maupun mengurangi aktivitas berat. Anda juga disarankan untuk beristirahat berbaring dengan posisi miring sekurangnya 1 jam di siang hari, serta melakukan perawatan payudara dengan cara membersihkan puting secara rutin.

Selain itu, ibu hamil juga harus menjalani pola makan yang sehat. Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang seperti aneka sayur dan buah, telur, ikan, dan variasi sumber protein lainnya, serta menjauhi makanan berlemak, rokok maupun minuman beralkohol.

4. Mengenali tanda-tanda bahaya pada ibu hamil

Agar proses persalinan berjalan lancar dan aman bagi ibu dan bayi, Anda pun sebaiknya mengetahui tanda-tanda bahaya pada ibu hamil, antara lain:

  • Perdarahan pada trimester awal maupun akhir kehamilan
  • Pembengkakan di area kaki, tangan, atau wajah yang disertai sakit kepala dan kejang
  • Demam
  • Air ketuban keluar sebelum waktunya
  • Penurunan intensitas atau bahkan hilangnya gerakan bayi dalam kandungan
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan

Siapa saja yang bisa mengikuti program posyandu?

Program posyandu biasanya diselenggarakan minimal sebulan sekali, tergantung kesepakatan warga dan pengurus wilayah tempat tinggal. Secara garis besar, program ini diperuntukkan bagi:

  • Bayi dan balita
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasangan usia subur
  • Pengasuh anak

Sejauh mana cakupan program posyandu bagi masyarakat?

Program posyandu menwarkan sejumlah kegiatan, termasuk kegiatan utama dan kegiatan pilihan. Kegiatan utama program posyandu berfokus pada kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi, gizi serta pencegahan dan penanggulangan diare.

Sementara itu, kegiatan pilihan program posyandu antara lain Posyandu Terintegrasi berfokus pada Bina Keluarga Balita (BKB), Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta berbagai program pembangunan masyarakat lainnya.

Jangan ragu, ini manfaat program posyandu

Penyelenggaraan program Posyandu di berbagai kawasan permukiman, ruang publik bahkan perkantoran, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Manfaat program posyandu untuk ibu dan anak antara lain sebagai berikut ini.

  • Bagi bumil dan busui:

    Manfaat program posyandu bagi ibu hamil yang pertama yaitu memberikan informasi mengenai kehamilan dan persalinan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, posyandu meberikan layanan pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi kelainan pada kehamilan. Dengan demikian, Anda bisa langsung dirujuk ke puskesmas terdekat, jika mengalami kondisi tersebut.
    Ibu hamil dan menyusui pun bisa memperoleh tablet penambah darah, vitamin A, serta vaksin tetanus di posyandu.
  • Bagi bayi dan balita:

    Seperti halnya untuk bumil dan busui, posyandu pun membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan bayi dan anak balita.
    Dengan menyambangi posyandu, Anda dapat mengetahui kondisi gizi Si Kecil. Selain itu, dari posyandu pula, Anda bisa memperoleh berbagai informasi dan pengalaman tentang kesehatan dari para ibu lainnya.

Catatan dari SehatQ:

Untuk mengetahui informasi mengenai layanan kesehatan yang diberikan secara lengkap, kunjungilah posyandu terdekat dari tempat tinggal Anda. Jika selama ini Anda juga telah memeriksakan kondisi kehamilan di fasilitas kesehatan lain seperti rumah sakit maupun klinik, taka da salahnya kan, untuk mengikuti program posyandu juga?

Buku saku Posyandu.
http://promkes.kemkes.go.id/buku-saku-posyandu
Diakses pada 5 Maret 2020

Baby Center.
https://www.babycenter.com/0_eight-great-benefits-of-pregnancy-exercise_7864.bc?showAll=true
Diakses pada 5 Maret 2020

BPOM RI.
http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_untuk_Pencapaian_Gizi_Seimbang__Orang_Tua__Guru__Pengelola_Kantin_.pdf
Diakses pada 5 Maret 2020

Artikel Terkait