Selain Kemoterapi, Ada Berbagai Terapi Kanker Lain Sebagai Pilihan

(0)
23 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Selain kemoterapi, masih banyak terapi kanker yang juga efektif untuk menyembuhkan penyakit iniAda banyak jenis terapi kanker yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini
Selain kemoterapi, ada berbagai macam jenis terapi kanker yang juga dapat menjadi pilihan perawatan, tergantung dari kondisi dan jenis kanker yang diderita. Meski hingga saat ini belum ada obat sapu jagat yang bisa benar-benar membasmi kanker, telah tersedia pilihan jenis terapi lainnya dapat membuka harapan baru bagi para pengidap kanker.Terapi atau perawatan kanker yang dilakukan pun dapat dikombinasikan, apabila prosedur tersebut dirasa dapat mempercepat kesembuhan pasien. Sebagai contoh, sudah bukan hal baru, pasien kanker diterapi menggunakan kemoterapi yang dikombinasikan dengan radioterapi.Dokter akan memilih jenis terapi kanker yang paling tepat sesuai kondisi Anda. Dokter juga akan menjelaskan semua pilihan terapi pada pasien, termasuk kemungkinan kesembuhan serta efek samping yang akan ditimbulkan.

Jenis-jenis terapi kanker yang dapat dijalani

Jenis terapi kanker yang paling umum terdengar hingga saat ini, hanya sebatas kemoterapi. Padahal, masih banyak jenis perawatan lain yang dapat mencegah penyebaran sel kanker ebih luas maupun kerusakan yang lebih parah, seperti berikut ini.
Kemoterapi masih menjadi terapi kanker yang paling umum dikenali
Kemoterapi dengan obat-obatan dalam dosis tinggi guna merusak sel kanker

1. Kemoterapi

Sesuai namanya, kemoterapi adalah prosedur yang dilakukan melalui pemberian bahan-bahan kimia dalam bentuk obat dengan dosis tinggi. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah sel kanker menyebar, memperlambat pertumbuhannya, dan jika memungkinkan, sekaligus membunuh sel kanker tersebut.Ada lebih dari 100 jenis obat kemoterapi yang bisa digunakan. Dokter akan menentukan jenis terapi yang paling tepat untuk Anda. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk pil atau kapsul, dioleskan ke kulit, maupun diberikan langsung ke pembuluh darah melalui suntikan atau infus di rumah sakit.

2. Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi, juga dapat digunakan sebagai salah satu terapi kanker yang efektif. Pada radioterapi, pancaran radiasi dosis tinggi digunakan untuk membunuh sel kanker dan menyusutkan tumor yang tumbuh.Ada dua jenis terapi radiasi yang bisa dilakukan, yaitu secara internal dan eksternal. Pada radioterapi internal, sumber radiasi yang berupa cairan atau pil akan dimasukkan ke dalam tubuh. Sementara itu pada terapi eksternal, sumber radiasi berasal dari mesin yang mengirimkan radiasi ke bagian tubuh Anda yang terkena kanker.

3. Operasi

Terapi kanker selanjutnya adalah operasi. Melalui operasi, sel-sel atau jaringan yang terkena kanker akan diangkat sepenuhnya, sebelum semakin menyebar.Ada beberapa jenis operasi kanker yang bisa dilakukan, mulai dari operasi konvensional menggunakan pisau bedah, hingga operasi menggunakan laser, serta cryosurgery atau operasi menggunakan nitrogen cair, untuk membekukan jaringan.

4. Imunoterapi

Imunterapi termasuk sebagai salah satu terapi biologis untuk mengatasi kanker. Terapi biologis adalah jenis perawatan yang menggunakan jaringan dari organisme hidup, untuk melawan sel kanker. Prosedur ini menggunakan sel darah putih serta organ dan jaringan dari sistem limfatik.Pada terapi ini, sistem imun tubuh akan diperkuat agar mampu melawan sel kanker yang menggerogoti tubuh. Imunoterapi juga akan melindungi tubuh dari berbagai infeksi yang akan lebih mudah mampir di tubuh penderita kanker.
Pemberian obat terapi tertarget untuk penderita kanker
Terapi tertarget menggunakan obat yang langsung menyerah sel kanker secara spesifik

5. Terapi tertarget

Terapi tertarget umumnya dilakukan bersamaan dengan pengobatan kanker jenis lain. Terapi dilakukan melalui pemberian obat dosis tinggi, seperti kemoterapi. Namun, obat ini tidak akan membunuh semua sel yang tumbuh dengan cepat, melainkan khusus pada sel-sel kanker yang memiliki ciri khas berbeda dari sel lain.Obat yang digunakan pada terapi tertarget, akan menghentikan pembentukan di sekitar sel kanker. Obat ini juga akan membantu menghentikan pertumbuhan sel kanker, serta menginstruksikan sistem imun untuk menghancurkan sel kanker atau mengubah susunan proteinnya untuk mematikan sel kanker.

6. Terapi hormon

Terapi hormon digunakan untuk mengatasi kanker yang pertumbuhannya melibatkan hormon, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Terapi kanker ini akan membantu menghambat pertumbuhan sel kanker atau mencegahnya kembali muncul.Terapi ini juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala kanker prostat pada pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi atau terapi radiasi.

7. Transplantasi sel punca (stem cell)

Perawatan dengan transplantasi sel punca atau stem cell, dilakukan dengan menggunakan sel darah dan sumsum tulang yang belum terbentuk dengan sempurna, untuk menggantikan sel-sel di sumsumtulang yang rusak akibat menjalani terapi kanker jenis lain.Dengan menjalani transplantasi ini, maka dosis perawatan terapi sebelumnya dapat ditingkatkan, sehingga kemungkinan sel kanker untuk mati, akan lebih besar. Transplantasi dilakukan dengan pemasangan kateter, layaknya prosedur transfusi darah.

8. Pemberian obat-obatan presisi

Terapi kanker ini juga bisa disebut sebagai obat-obatan personal. Sebab, obat yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi genetik pasien.Selama ini, pasien kanker mendapatkan obat yang juga digunakan oleh penderita kanker dengan jenis dan tingkat keparahan serupa. Dengan terapi obat-obatan personal, setiap orang akan mendapatkan jenis obat yang berbeda, sesuai dengan kondisi genetik masing-masing.

9. Terapi gen

Saat ini, terapi gen memang belum digunakan secara luas sebagai terapi kanker. Namun, perawatan ini dinilai cukup menjanjikan untuk beberapa jenis kanker.Melalui terapi gen, dokter akan menempatkan virus ke tubuh, untuk memberikan RNA atau DNA ke sel-sel tubuh yang masih sehat. Sel yang sudah diubah tersebut kemudian akan dapat membunuh sel kanker, menghambat pertumbuhannya, serta memperkuat sel tubuh yang masih sehat, dalam melawan sel kanker.

Efek samping terapi kanker

Terapi kanker bisa memberikan efek samping bagi yang menjalaninya. Efek samping pengobatan kanker ini, dapat berbeda pada tiap orang dan berpotensi mengenai organ tubuh lain yang sehat. Berikut ini, beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat prosedur perawatan dijalankan, maupun sesudahnya.
  • Anemia
  • Nafsu makan berkurang
  • Perdarahan dan memar, atau trombositopenia
  • Konstipasi
  • Delirium atau linglung
  • Diare
  • Pembengkakan
  • Masalah kesuburan
  • Kerontokan rambut
  • Mudah terkena infeksi
  • Mual dan muntah
  • Gangguan saraf
  • Nyeri
  • Gangguan fungsi seksual
  • Masalah tidur
  • Gangguan buang air
Efek samping pengobatan kanker di atas, tidak selalu akan dialami orang yang menjalaninya. Efek samping yang muncul juga dapat berbeda antara satu pasien kanker dengan pasien lain, meski mendapatkan perawatan yang sama. Dokter akan memberikan perawatan tambahan untuk mengatasi efek samping yang terjadi.Ada banyak jenis terapi kanker yang bisa dijalani untuk menyembuhkan penyakit ini. Agar perawatan yang dijalani bisa berjalan dengan baik dan efektif, Anda harus rajin untuk kontrol dan tetap menjalani gaya hidup yang sehat dengan berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan bergizi.
gejala kankerkanker payudarakankerkanker prostatkemoterapi
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types
Diakses pada 23 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/immunotherapy-approach-19/basics/slideshow-cancer-treatments
Diakses pada 23 Desember 2019
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/side-effects
Diakses pada 23 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait