Mengenal Fungsi Leukosit (Sel Darah Putih) dan Beragam Jenisnya untuk Melawan Infeksi

(0)
09 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Apa itu leukosit dan fungsi sel darah putih dalam tubuhFungsi leukosit (sel darah putih) adalah untuk melawan infeksi
Sel darah putih adalah salah satu dari empat komponen darah. Bila sel darah merah berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengantarkan nutrisi ke seluruh tubuh, apa fungsi sel darah putih atau yang dikenal dengan sebutan leukosit ini?

Apa fungsi sel darah putih (leukosit)?

Sel darah putih atau leukosit adalah komponen darah yang memiliki fungsi melawan infeksi dan serangan benda asing.Sederhananya, leukosit adalah bagian dari sistem imun untuk melindungi tubuh dari risiko penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. 

Jenis-jenis sel darah putih

Sel darah putih bukanlah sel tunggal. Leukosit terdiri atas beberapa jenis yang masing-masingnya berperan menjaga Anda tetap sehat.Macam-macam jenis sel darah putih (leukosit) adalah:

1. Neutrofil

Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang akan pertama kali dilepaskan oleh sistem imun untuk merespons kedatangan benda asing, seperti bakteri atau virus.Selain menjadi baris pertahanan pertama, neutrofil juga mengirimkan sinyal untuk mengingatkan sel-sel lain dalam sistem imun terkait bahaya tersebut.Hampir setengah dari sel darah putih adalah neutrofil. Sekitar 100 miliar sel neutrofil diproduksi oleh tubuh setiap harinya.Setelah diproduksi dan dilepaskan dari sumsum tulang, neutrofil hanya hidup sekitar delapan jam.

2. Eosinofil

Sel darah putih jenis eosinofil memiliki fungsi melawan bakteri serta menangkal infeksi parasit, seperti cacing. Selain itu, eosinofil juga berperan dalam respons peradangan.Eosinofil juga berfungsi untuk memicu reaksi alergi ketika tubuh terpapar zat penyebab alergi (alergen). Sel ini paling banyak ditemukan di saluran pencernaan. Walau begitu, eosinofil memiliki porsi tidak lebih dari 5% dari sel darah putih.

3. Basofil

Basofil juga tak banyak terkonsentrasi dalam sel darah putih, yakni hanya terkandung sekitar 1% dari sel darah putih.Walau jumlahnya sedikit, sel ini berperan penting untuk meningkatkan respons imun non-spesifik terhadap patogen.Basofil juga membantu Anda kembali sehat setelah mengalami infeksi, misalnya infeksi luka akibat jatuh dari sepeda.

Selain berperan dalam sistem imun, basofil juga berkontribusi mencegah pembekuan darah serta memicu reaksi alergi.

4. Limfosit

Limfosit terdiri atas dua macam, yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit diproduksi di jaringan limfoid dalam limpa, kelenjar getah bening, dan kelenjar timus.Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, sel T bertanggung jawab untuk membunuh benda asing serta membunuh sel kanker.Sementara itu, limfosit B (sel B) berperan dalam imunitas humoral, yakni dengan menghasilkan antibodi untuk melawan benda asing (antigen).Sel B juga menghasilkan antibodi yang dapat mengingat suatu infeksi, sehingga tubuh dapat lebih bersiap jika kembali terpapar di masa depan.

5. Monosit

Monosit boleh dibilang berperan sebagai pembersih dari sistem kekebalan tubuh.Monosit memiliki porsi sekitar 5-12 persen sel darah putih, di dalam aliran darah Anda. Fungsi paling penting dari sel ini adalah membersihkan sel-sel yang mati.

Cara tubuh memproduksi sel darah putih

Kebanyakan sel darah putih juga diproduksi di sumsum tulang. Namun, setiap sel darah putih memiliki pola produksi yang berbeda.Secara umum, sel darah putih pada umumnya akan berubah dari sel CMP (common myeloid progenitor atau hasil perubahan dari sel punca). Setelah itu, prosesnya meliputi:
  • Sebelum menjadi neutrofil, eosinofil, atau basofil, myeoblast melalui empat tahap perkembangan
  • Untuk menjadi makrofag, myeoblast akan diubah kembali sebanyak tiga kali.
Tahapan kedua dari proses produksi sel darah putih ini akan menghasilkan sel T dan sel B yang bertugas melawan infeksi.Setiap individu umumnya menghasilkan sekitar 100 miliar leukosit (sel darah putih) dalam satu hari. Jumlah sel darah putih dalam volume darah tertentu dinyatakan sebagai jumlah sel per mikroliter darah.Kadar sel darah putih (leukosit) yang normal biasanya berkisar antara 4.000-11.000 sel per mikroliter saat dicek di laboratorium. 

Penyakit yang berkaitan dengan sel darah putih

Kadar leukosit bisa lebih tinggi atau rendah dari batasan normal ketika dipengaruhi oleh hal-hal tertentu.Itu kenapa selayaknya bagian tubuh lain, sel darah putih pun tak luput dari gangguan dan penyakit.Beberapa gangguan sel darah putih yang umum adalah:

1. Leukemia

Leukemia atau kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang sel darah putih sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Akibatnya, leukosit jadi membelah lebih cepat daripada normalnya dan mengganggu sel-sel yang normal.Penanganan leukemia dapat beragam, mulai dari kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sel induk, hingga terapi bertarget.

2. Leukositosis

Leukositosis adalah peningkatan jumlah sel leukosit lebih tinggi dari normalnya. Utamanya, kondisi ini dipicu oleh infeksi, obat-obatan seperti prednisone, dan leukemia.Kelebihan sel darah putih (leukositosis) dibagi atas jenis sel darah putih yang mengalami peningkatan di atas normal. Nama-nama jenis leukositosis tersebut, yaitu:
  • Neutrofilia, yaitu meningkatnya neutrofil
  • Limfositosis, yakni meningkatnya limfosit
  • Monositosis, terjadi ketika kadar monosit menjadi tinggi
  • Eosinofilia, tingginya konsentrasi eosinofil
  • Basofilia, yaitu peningkatan basofil
Penanganan leukositosis akan bergantung pada jenis penyebabnya. Penanganan tersebut dapat berupa pemberian antibiotik jika disebabkan infeksi, antihistamin untuk menangani alergi, kemoterapi untuk menangani leukemia, dan penggantian obat-obatan.

3. Limfoma

Limfoma adalah kanker darah yang terjadi di sistem limfatik tubuh. Karena kanker ini, sel darah putih menjadi dapat berkembang tak terkontrol. Ada banyak jenis dari limfoma, namun yang umum dikenal yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.Perbedaan limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin yaitu keberadaan sel spesifik di sel kanker limfosit yang disebut sel Reed-Sternberg. Apabila dokter menemukan sel Reed-Sternberg, pasien didiagnosis limfoma Hodgkin. Jika tidak ditemukan sel Reed-Sternberg, pasien didiagnosis limfoma non-Hodgkin.Karena ada beberapa jenis dari limfoma, penanganannya pun akan bergantung pada jenis limfoma yang diderita. Secara umum, tindakan dokter dapat berupa kemoterapi, terapi radiasi, hingga transplantasi sumsum tulang.
kelainan darahkanker darahperedaran darah
Healthline. https://www.healthline.com/health/basophils
Diakses pada 9 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukemia
Diakses pada 9 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukocytosis
Diakses pada 9 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hodgkins-lymphoma
Diakses pada 9 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphoma
Diakses pada 9 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311601.php
Diakses pada 9 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320987.php
Diakses pada 9 Desember 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=6017
Diakses pada 9 Desember 2019
Merck Manual. https://www.merckmanuals.com/home/blood-disorders/white-blood-cell-disorders/overview-of-white-blood-cell-disorders
Diakses pada 9 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/understanding-white-blood-cells-and-counts-2249217
Diakses pada 9 Desember 2019
MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319544#hematopoiesis-and-health
Diakses pada 20 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait