Seksisme: Arti, Jenis, dan Dampaknya


Seksisme adalah prasangka dan diskriminasi terhadap orang berdasarkan jenis kelamin atau gender. Tindakan ini banyak terjadi di masyarakat, mulai darii media sosial hingga institusi.

0,0
24 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Seksisme adalah prasangka terhadap orang berdasarkan jenis kelamin atau genderContoh praktik seksisme adalah dengan lebih memilih calon karyawan pria ketimbang wanita
Komentar seksis kini sangat mudah ditemukan di media sosial. Seringnya seksisme menyudutkan kaum wanita namun tak jarang juga merugikan laki-laki. Komentar bernada seksisme dianggap tidak manusiawi karena mengandung sudut pandang merendahkan salah satu kelompok jenis kelamin tanpa melihatnya sebagai seorang individu. Seringnya pendapat seksis juga mengeneralisasi satu kelompok jenis kelamin tertentu, sehingga sudut pandangnya bersifat sangat subjektif dan hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja. Apa saja sih contoh seksisme itu?

Apa itu seksisme?

Seksisme adalah prasangka dan diskriminasi terhadap orang berdasarkan jenis kelamin atau gender. Jenis kelamin seseorang ditetapkan saat lahir berdasarkan sifat biologis, seperti alat kelamin dan kromosom. Berbeda dengan gender yang muncul sebagai konstruksi sosial, terdiri dari peran dan norma sosial yang dianggap sesuai untuk berbagai jenis kelamin. Gender melibatkan bagaimana seseorang merasa dan mengidentifikasi diri.Setiap tindakan, ucapan, hukum, praktik, atau representasi media yang menempatkan nilai lebih tinggi pada satu jenis kelamin atau merendahkan satu jenis kelamin dikatakan seksis. Hal ini berlaku baik bagi orang maupun lembaga, dengan niat menimbulkan kerugian atau tidak.Di seluruh dunia, pihak yang paling sering dirugikan adalah wanita, anak perempuan, dan orang yang tidak ditetapkan sebagai perempuan saat lahir namun mengekspresikan diri secara feminin. Laki-laki pun bisa dirugikan namun tidak secara langsung. Hal ini karena laki-laki memiliki lebih banyak kekuasaan dan status di sebagian besar budaya. Misalnya, seorang pria meyakini wanita lebih lemah daripada pria sehingga pria harus selalu kuat, tangguh, dan berani, bahkan jika harus mempertaruhkan kesehatan atau melakukan kekerasan.

Apa saja jenis seksisme?

Tindakan seksis mencakup semua yang menganggap satu jenis kelamin atau gender sebagai inferior dan dapat disampaikan melalui perilaku, pidato, tulisan, gambar, gerak tubuh, hukum dan kebijakan, praktik serta tradisi. Seksisme dapat dikategorikan dalam beberapa cara, yaitu:

1. Hostile sexism

Hostile sexism merupakan keyakinan dan perilaku yang secara terbuka memusuhi sekelompok orang berdasarkan jenis kelamin atau gender. Salah satu contohnya adalah misogini atau kebencian terhadap wanita. Orang-orang yang berpandangan misoginis biasanya memandang perempuan memiliki sikap:
  • Manipulatif
  • Pendusta
  • Menggunakan rayuan untuk mengendalikan pria
Pandangan ini juga berlaku untuk siapa saja yang memiliki sifat feminin dan siapa saja yang mengekspresikan gender mereka dengan cara yang diasosiasikan dengan feminitas.Orang-orang yang melanggengkan praktik hostile sexism ingin mempertahankan dominasi laki-laki atas perempuan dan jenis kelamin terpinggirkan lainnya. Mereka biasanya menentang kesetaraan gender dan menentang hak-hak LGBTQIA+ karena melihat hal ini sebagai ancaman bagi laki-laki dan sistem yang menguntungkan mereka.Pada studi di Indonesia tahun 2019 menemukan adanya kaitan antara hostile sexism dengan kekerasan seksual. Orang-orang yang mendukung seksisme lebih cenderung menyalahkan korban dalam kasus perkosaan, bukan menyalahkan pelakunya.

2. Seksisme baik hati (benevolent sexism)

Seksisme baik hati lebih melihat perempuan memiliki sikap yang polos, murni, merawat dan mengasuh, rapuh, dan membutuhkan perlindungan.Tidak seperti namanya, benevolent sexism tak sebaik itu karena masih menganggap satu jenis kelamin atau gender lebih lemah dari yang lain. Ide-ide ini dapat mengarah pada kebijakan dan perilaku yang membatasi hak memilih seseorang, atau kemampuan seseorang untuk membuat pilihannya sendiri. Misalnya, satu studi tahun 2020 menemukan bahwa pria yang mendukung seksisme baik hati cenderung mendukung kebijakan yang membatasi kebebasan wanita hamil. Jenis seksisme seperti ini cenderung merusak kepercayaan diri perempuan akan kemampuan diri mereka sendiri.

3. Seksisme ambivalen

Seksisme ambivalen adalah gabungan antara seksisme baik hati dan hostile sexism. Beberapa peneliti berpendapat kedua seksisme saling dukung sebagai bagian dari suatu sistem. Seksisme yang baik hati menawarkan perlindungan bagi perempuan sebagai ganti peran yang lebih inferior. Sementara hostile sexism sangat menentang mereka yang menyimpang dari sistem ini. Contohnya misalnya mempekerjakan seseorang karena penampilannya menarik, namun kemudian memecatnya karena tidak menanggapi rayuan seksual.

4. Seksisme institusional

Seksisme ini merujuk pada tindakan seksis yang mengakar dalam organisasi, seperti pemerintah, sistem hukum, sistem pendidikan, lembaga keuangan, media, tempat kerja, dan sebagainya. Ketika kebijakan, aturan, sikap, atau undang-undang menciptakan dan memperkuat seksisme ini disebut dengan seksisme institusional. Salah satu indikator yang paling terlihat adalah kurangnya keragaman gender di antara pemimpin politik dan eksekutif bisnis. Indikator lainnya berupa kesenjangan upah gender, wanita berpenghasilan lebih rendah daripada laki-laki hampir di setiap pekerjaan.

5. Seksisme antarpribadi

Seksisme ini terwujud selama interaksi dengan orang lain dan terjadi di mana pun, termasuk tempat kerja, dalam kelompok, dalam anggota keluarga, dan interaksi dengan orang asing. Contoh seksisme antarpribadi yaitu membuat komentar tidak pantas tentang penampilan seseorang, atau memerhatikan dan memberi sentuhan seksual yang tidak diinginkan.

6. Seksisme yang terinternalisasi

Seksisme ini berbentuk keyakinan seksis yang dimiliki seseorang tentang diri mereka sendiri. Biasanya, mereka mengadopsi keyakinan ini tanpa sadar sebagai akibat dari paparan perilaku seksis atau pendapat orang lain. Keyakinan seksisme diri sendiri ini menyebabkan perasaan tidak mampu, keraguan diri, ketidakberdayaan, dan malu pada diri sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih sedikit bekerja di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika disebabkan oleh seksisme yang terinternalisasi. Hal ini karena stereotip seksis memengaruhi kinerja akademik. 

Catatan dari SehatQ

Seksisme dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan mereka dengan orang lain, kesehatan mental dan fisik, harapan hidup, serta pendapatan. Membongkar institusi, hukum, dan praktik seksis penting untuk pemberdayaan semua orang tanpa memandang jenis kelamin atau gender mereka.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang u-spot tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
lgbtpendidikan seksorientasi seksual
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/types-of-sexism#internalized
Diakses pada 9 Agustus 2021.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-is-sexism#summary
Diakses pad a9 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait