Sekolah inklusi adalah sekolah yang memberi ruang pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus agar mendapatkan kesempatan yang sama seperti anak sekolah pada umumnya.
21 Jan 2022
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Prinsip utama yang dipegang sekolah inklusi adalah bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang setara
Table of Content
Merencanakan pendidikan untuk anak tidak boleh sembarangan. Apalagi sekarang, ada banyak sekali opsi selain sekolah negeri. Ada sekolah swasta dengan berbagai kurikulum berbeda. Selain itu, sekolah inklusi adalah salah satu pilihan yang kian populer.
Advertisement
Adanya pendidikan inklusif dapat menjadi alternatif bagi para orangtua untuk menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus ke sekolah reguler. Di sekolah ini, penyelenggaraan pendidikan luar biasa dengan pendidikan reguler digabungkan.
Pengertian sekolah inklusi adalah sekolah yang memberi ruang pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) agar mendapatkan kesempatan yang sama seperti anak sekolah pada umumnya.
Dalam pendidikan inklusif, semua siswa memperoleh dukungan yang sama dalam proses pembelajaran di kelas. Namun, siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendampingan dari guru pendamping khusus.
Prinsip utama yang dipegang sekolah inklusif adalah bahwa setiap anak bernilai sama, diperlakukan dengan hormat, dan memberi ruang untuk belajar yang setara.
Inklusi artinya, anak dengan kebutuhan khusus tidak lagi harus bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), dan bisa berinteraksi dengan anak lainnya di kelas.
Berikut adalah peserta didik yang dapat mengikuti pendidikan inklusif:
Baca Juga
Setelah mengetahui apa itu sekolah inklusi, Anda harus memahami perbedaannya dengan sekolah biasa.
Pendidikan anak inklusi adalah pendidikan yang memiliki beberapa perbedaan dari sekolah umum pada biasanya.
Biasanya, proporsi jumlah murid berkebutuhan khusus di sekolah inklusi adalah 5-10 persen dari keseluruhan murid.
Jadi, misalnya dalam satu kelas ada 20 siswa inklusi, maka akan ada 2 anak berkebutuhan khusus di kelas tersebut. Namun, kebijakan tentang berapa jumlah anak inklusi kembali lagi pada kebijakan masing-masing sekolah.
Beberapa perbedaan mencolok sekolah inklusi dengan sekolah biasa adalah:
Salah satu tujuan pendidikan inklusif adalah memberi ruang untuk murid berkebutuhan khusus.
Ketika sekolah memberikan ruang yang sama untuk belajar baik bagi murid berkebutuhan khusus maupun yang tidak, maka semua pihak yang terlibat akan mendapat manfaat. Bukan hanya murid berkebutuhan khusus saja, tapi juga murid lain pada umumnya.
Lewat pendidikan inklusif, mereka bisa belajar tentang perbedaan sejak sedini mungkin. Mereka bisa memahami bahwa semua anak sama dan memiliki hak untuk belajar yang setara terlepas dari kondisi fisik atau mental masing-masing.
Keunikan lain dari sekolah inklusi adalah pengajaran kolaboratif atau co-teaching.
Artinya, dalam satu kelas bisa saja ada 2 guru. Satu orang guru fokus mengajar anak-anak lain, dan satu lagi fokus pada anak berkebutuhan khusus.
Bentuk pembelajaran inklusif ini dapat menguntungkan anak berkebutuhan khusus. Mereka tetap belajar di satu ruang kelas yang sama, bukan di ruangan berbeda.
Tentunya, pengajaran kolaboratif di sekolah inklusif akan lebih intensif dibandingkan dengan sekolah biasa.
Salah satu konsep pendidikan inklusif adalah mengakui keunikan setiap anak. Tidak ada anak yang sama, bahkan jenis kecerdasan yang mereka miliki pun bisa berbeda.
Di sekolah inklusi, hal ini mendapat validasi tertinggi. Guru tidak akan memaksa setiap anak memiliki perkembangan akademik yang sama baiknya, namun disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Landasan pendidikan inklusif yang sangat penting ialah memandang perbedaan sebagai hal yang normal.
Ketika anak berkebutuhan khusus harus menimba ilmu di institusi semacam SLB, maka perbedaan antara mereka yang berkebutuhan khusus dengan anak-anak lainnya akan terasa begitu signifikan.
Dengan adanya pendidikan inklusi, semua orang yang terlibat akan melihat perbedaan sebagai hal yang normal dan bukan masalah besar.
Lambat laun, anak akan mengerti bahwa kondisi teman mereka ada yang berkebutuhan khusus dan itu adalah bagian normal dari kehidupan.
Dilansir dari Dinas Pendidikan Kota Depok, beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan pendidikan inklusi adalah sebagai berikut.
Baca Juga
Sekolah inklusif di indonesia mungkin masih terbatas. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi orangtua dan anak berkebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan yang memadai.
Berbagai tantangan yang dihadapi sekolah inklusi, antara lain:
Jika Anda tertarik untuk menyekolahkan anak di sekolah inklusi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan – atau setidaknya ditanyakan – kepada diri sendiri dan sekolah.
Jangan ragu menanyakan kepada sekolah semua hal yang berkaitan dengan kondisi anak. Baik bagi orangtua anak berkebutuhan khusus maupun yang tidak, sama-sama punya hak dan kesetaraan dalam mengakses pendidikan inklusif.
Sekolah inklusi adalah sekolah yang merangkul semua anak, terlepas dari perbedaan kondisi mereka masing-masing. Mengajarkan untuk memahami perbedaan sejak dini adalah hal luar biasa bernilai untuk tumbuh kembang anak kelak.
Penyelenggaraan pendidikan inklusi adalah hal yang penting. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan, ramah, dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa untuk mengenyam pendidikan sesuai dengan haknya.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
PHBS di sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak di masa pandemi. Contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, mengonsumsi jajanan sehat, olahraga teratur, hingga memberantas jentik nyamuk.
Sudah menjadi tugas orangtua memastikan anaknya memperoleh tontonan yang berkualitas. Selain sebagai media belajar, inilah film anak-anak inspiratif yang cocok ditonton bersama Si Kecil.
Jika kebiasaan mengisap jempol jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi perkembangan psikis dan gigi anak. Para ahli di bidang psikologi, pediatrik, dan kedokteran gigi anak menjelaskan bahwa ada beberapa cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Stasya Zephora
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. R. H. Rafsanjani
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved