Sejak Usia Berapa Anak Boleh Belajar Bahasa Inggris? Ini Penjelasannya

Belajar bahasa Inggris pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara
Seorang anak perempuan sedang belajar kosakata bahasa Inggris

Banyak orangtua yang menyadari pentingnya anak-anak menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Namun, tidak sedikit pula orangtua yang bertanya-tanya kapan sebaiknya anak belajar bahasa Inggris dan bagaimana cara mengajarkannya?

Hingga kini, mementukan usia ideal anak untuk mulai belajar bahasa Inggris memang masih menjadi perdebatan. Ada orangtua yang sudah mulai mengenalkan bahasa asing saat usia 2 tahun, namun ada juga yang baru mulai serius mengajarkan bahasa internasional saat anak mulai masuk ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) bahkan Sekolah Dasar (SD).

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Boston College, Amerika Serikat, memang tidak menyebut usia anak sebaiknya mulai dikenalkan pada bahasa Inggris. Namun, mereka menyarankan bahwa pengajaran bahasa asing ini harus dimulai sebelum anak berusia 10 tahun.

Pendapat yang mirip juga diutarakan oleh praktisi bahasa asal Inggris, Elizabeth Allen. Menurutnya, usia minimal anak untuk belajar bahasa Inggris adalah 3 tahun dan maksimal 11 tahun. Di atas usia itu, anak akan lebih sulit menyerap kosakata atau pembelajaran baru dari bahasa asing yang diterimanya.

Mengapa belajar bahasa Inggris harus dimulai sejak dini?

Anak yang belajar bahasa Inggris di usia yang relatif sangat muda tidak takut untuk membuat kesalahan sehingga menjadikan mereka sebagai fast learner. Selain itu, belajar bahasa Inggris di usia dini juga memiliki berbagai manfaat untuk anak, seperti:

  • Meningkatkan kemampuan kognitif anak
  • Mengasah otak anak, termasuk kemampuannya memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mendengarkan dengan baik
  • Meningkatkan memori, konsentrasi, dan kemampuan anak untuk multitasking
  • Mengasah kreativitas anak
  • Membantu anak dalam hal akademis.

Bagaimana cara mengajarkan bahasa asing pada anak?

Belajar bahasa Inggris tidak harus dilakukan dengan memasukkan anak Anda ke lembaga kursus bahasa asing. Orangtua juga bisa mengajarkan bahasa Inggris pada anak, sekalipun Anda merasa tidak terlalu menguasai bahasa internasional ini.

Hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah menunjukkan semangat agar anak juga termotivasi dalam belajar bahasa Inggris. Ingat pula bahwa anak-anak mungkin membutuhkan waktu untuk menyerap bahasa tersebut, apalagi untuk mengucapkannya secara fasih.

Berikut tips yang dapat dilakukan orangtua dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak.

1. Tanamkan rutinitas

Rutinitas terbentuk ketika Anda melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu sehingga anak merasa nyaman dengan hal tersebut. Dalam konteks belajar bahasa Inggris, Anda dapat membuat jadwal anak mendengat bahasa Inggris setiap hari, misalnya dengan bernyanyi lagu berbahasa Inggris sepulang sekolah atau membaca buku sebelum tidur.

Di fase awal, Anda hanya perlu menyediakan waktu 15 menit setiap sesi dan dapat meningkat seiring bertambahnya fokus dan usia anak. Rutinitas merupakan bentuk dari pengulangan yang merupakan kunci anak belajar bahasa Inggris.

2. Bermain games

Mengajarkan bahasa Inggris pada anak harus dilakukan dengan semenyenangkan mungkin, salah satunya adalah dengan membuatnya bermain sambil belajar. Banyak permainan yang dapat Anda coba, misalnya menggunakan flashcard untuk menambah sekaligus memperbaiki kosakata berbahasa Inggris pada anak.

Flashcard adalah sekumpulan kartu yang bergambar atau bertuliskan informasi tertentu, misalnya nama buah-buahan, sayur, warna, bentuk, dan sebagainya. Flashcard dapat dibeli secara online maupun diunduh dari berbagai situs dan aplikasi secara gratis kemudian dicetak di kertas biasa.

3. Bernyanyi dan mendengarkan lagu

Anak-anak sangat suka bernyanyi dan mendengarkan lagu bernada riang sehingga cara ini bisa dijadikan sebagai metode belajar bahasa Inggris. Sangat banyak jenis lagu yang sekaligus dapat digunakan untuk mengajarkan bahasa Inggris pada anak, misalnya Happy BirthdayHead, Shoulder, Knees, and Toes, maupun Twinkle Twinkle Little Stars, dan lain-lain.

4. Menekankan kata-kata tertentu

Di awal masa pembelajaran, ada beberapa kosakata berbahasa Inggris yang lebih mudah ditangkap oleh anak-anak, seperti please, thank you, it is.., I like.., I don’t like.., atau what color is it?. Jangan lupa juga untuk menggunakan kosakata bahasa Inggris yang sama di beberapa kesempatan, seperti please sit down dan sebagainya.

5. Merespons anak

Hasil belajar bahasa Inggris anak akan mulai terlihat ketika ia mulai merespons Anda dalam bahasa Inggris pula. Ketika anak melakukan ini, Anda harus memberinya respons balik yang positif dan antuasias sehingga anak juga kian terpacu untuk belajar dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Misalnya, saat anak menunjuk buah apel dan berkata “apple”, Anda dapat merespons dengan mengatakan “yes, this is apple. The color is red”. Sesekali tidak ada salahnya memberi sanjungan atau hadiah pada anak, misalnya ketika ia berhasil mempelajari beberapa kosakata baru.

Setiap anak memiliki kemampuan berbahasa sendiri-sendiri. Bersabarlah dalam mengajarkan bahasa Inggris pada anak dan jangan membandingkan, apalagi menjelekkan, kemampuannya dengan anak-anak yang lain.

Kemdikbud. https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=populer/xview&id=249900126
Diakses pada 19 Juni 2020

British Council Foundation. https://www.britishcouncilfoundation.id/english/articles/start-teaching-kids-at-home
Diakses pada 19 Juni 2020

Raising Children Australia. https://raisingchildren.net.au/babies/development/language-development/language-development-0-8
Diakses pada 19 Juni 2020

Lead with Languages. https://www.leadwithlanguages.org/why-learn-languages/early-childhood-elementary/
Diakses pada 19 Juni 2020

Artikel Terkait