Manfaat daun seledri untuk kesehatan cukup beragam, mulai dari melindungi sel tubuh dari kerusakan, hingga mengurangi peradangan dan mencegah kanker. Namun, konsumsi seledri bisa juga menyebabkan sensitivitas kulit yang berbahaya.
Ditinjau secara medis oleh dr. Karlina Lestari
10 Sep 2019
Daun seledri punya banyak manfaat bagi kesehatan
Table of Content
Anda mungkin sering menjumpai daun seledri sebagai pelengkap masakan. Meski kurang dianggap penting, namun manfaat seledri untuk kesehatan ternyata cukup banyak.
Advertisement
Banyaknya kandungan nutrisi dalam seledri membuat makanan ini layak untuk lebih sering dikonsumsi. Selain itu, seledri juga rendah akan kalori sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Apa saja manfaat daun seledri yang menyehatkan itu?
Baca Juga
Seledri merupakan sayuran dari keluarga Apiaceae, seperti parsley, parsnip, dan celeriac. Sayuran ini sangat rendah akan kalori dan karbohidrat. Satu seledri berukuran sedang bahkan hanya mengandung 6 kalori dan 1,2 gram karbohidrat.
Selain rendah kalori, daun seledri memiliki kandungan asam fenolik, flavonol, dihydro stilbenoids, flavon, furanocoumarin, dan fitosterol sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan.
Selain itu, seledri kaya akan vitamin K, A, C, potasium, dan folat. Sayuran ini bahkan memiliki sumber serat makanan yang baik dan bebas lemak. Satu cangkir atau sekitar 100 gram seledri cincang mengandung 1,6 gram serat. Itulah alasan manfaat daun seledri dicari oleh banyak orang.
Baca juga: Tak Kalah dari Daunnya, Biji Seledri Juga Bermanfaat untuk Kesehatan
Meski bau yang cukup pekat dan tidak disukai sebagian orang, ternyata seledri memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Adapun manfaat seledri untuk kesehatan, di antaranya:
Salah satu manfaat daun seledri untuk kesehatan adalah melindungi sel tubuh dari kerusakan. Hal tersebut dapat diperoleh melalui berbagai kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya.
Seledri, termasuk daunnya, merupakan sumber antioksidan penting yang dapat melindungi sel, pembuluh darah, dan organ dari radikal bebas dan kerusakan oksidatif. Seledri mengandung vitamin C, beta karoten, flavonoid, dan 12 jenis nutrisi antioksidan tambahan yang baik untuk tubuh.
Manfaat daun seledri untuk kesehatan lainnya adalah mengurangi peradangan. Daun dan biji seledri memiliki sekitar 25 senyawa antiradang yang bisa melindungi tubuh dari peradangan.
Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk radang sendi dan osteoporosis. Mengonsumsi daun seledri secara rutin dapat mengurangi risiko peradangan ini. Bahkan daun seledri dipercaya dapat mengatasi asam urat.
Salah satu manfaat batang seledri untuk kesehatan adalah menjaga kesehatan pencernaan. Senyawa yang dikenal sebagai apiuman dalam seledri telah terbukti mengurangi sakit maag dan memperbaiki lapisan lambung. Selain itu, kandungan air, serta serat larut dan tidak larut yang tinggi dalam seledri pun dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Ketika mengonsumsi daun seledri segar, maka tubuh Anda akan mendapat vitamin A, K, C, dan mineral, seperti kalium dan folat. Bukan hanya itu, seledri memiliki indeks glikemik rendah sehingga memperlambat kenaikan gula darah dan membuatnya stabil.
Dengan berbagai kandungan mineral, seperti magnesium, zat besi, dan natrium, maka manfaat daun seledri mampu menetralkan makanan asam yang Anda konsumsi sehingga baik untuk penderita maag. Selain itu, mineral ini juga diperlukan bagi berbagai fungsi tubuh yang penting.
Selain itu, seledri juga bisa mengatasi heartburn yang biasanya dirasakan oleh penderita gangguan asam lambung. Seledri direkomendasikan bagi penderita gejala heartburn karena telah terbukti secara ilmiah merupakan makanan dengan kadar asam rendah.
Seledri mengandung flavonoid yang disebut luteolin. Para peneliti percaya bahwa luteolin memiliki sifat antikanker sehingga kegunaan daun seledri dapat mencegah terjadinya kanker. Selain itu, dikutip dari penelitian, luteolin juga membuat sel-sel kanker lebih rentan terhadap serangan bahan kimia yang digunakan dalam terapi.
Seledri kaya akan fitokimia yang disebut phthalates. Senyawa ini disinyalir dapat mengendurkan jaringan dinding arteri untuk memperlancar aliran darah. Lancarnya aliran darah ini dapat membantu mengurangi tekanan darah sehingga bermanfaat bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi).
Manfaat seledri untuk ginjal yang pertama adalah menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal, karena mengandung kalium dan antioksidan. Kedua kandungan tersebut dapat mencegah penumpukan atau pengendapan mineral di dalam ginjal.
Selain itu, kandungan antioksidan yang cukup juga dapat menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan fungsi atau bahkan kerusakan organ tertentu, termasuk ginjal.
Batang seledri juga bermanfaat untuk menyerap kelebihan kolesterol yang terdapat pada usus dan membantu mendorongnya keluar untuk dibuang. Kadar phthalates dalam batang seledri juga terbukti secara ilmiah mampu membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 7 persen.
Baca juga: 5 Khasiat Daun Seledri untuk Pria yang Patut Anda Pertimbangkan
Pasangan artis tanah air terkenal, yaitu Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, dikabarkan juga menggemari seledri. Mereka selalu mengonsumsi jus seledri setiap hari. Untuk mengetahui khasiatnya, berikut manfaat jus seledri yang bisa Anda dapatkan:
Anda dapat membuat jus seledri dari batang seledri yang besar, lalu menambahkan madu agar rasanya lebih manis. Ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai minuman sehat. Meski mengonsumsi daun ataupun jus seledri baik, namun Anda tetap perlu waspada.
Meski manfaat seledri untuk kesehatan sangat banyak, namun mengonsumsi sayuran hijau ini juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:
Seledri termasuk dalam makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi ringan hingga parah. Gejala yang dapat muncul, yakni gatal dan bengkak pada bibir, lidah, serta tenggorokan.
Selain itu, kulit gatal dan sesak napas juga dapat terjadi. Dalam kasus yang fatal, reaksi alergi akibat seledri bahkan bisa menyebabkan syok anafilaksis. Jika Anda alergi terhadap seledri, maka Anda harus berhati-hati karena sedikit seledri juga bisa menyebabkan reaksi alergi.
Selain itu, seledri juga mengandung bahan kimia psoralen yang bereaksi terhadap sinar matahari. Mengonsumsi seledri bersama makanan lain yang mengandung psoralen juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet sehingga menyebabkan risiko dermatitis.
Jadi, jika Anda menggunakan masker atau perawatan kulit dari seledri, lalu langsung terkena paparan sinar matahari, maka kulit dapat mengalami ruam dan kemerahan.Ruam tersebut biasanya akan muncul 12-36 jam setelah paparan terjadi dan bertahan hingga 3-5 hari.
Di sisi lain, mengonsumsi jus seledri secara berlebihan dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping termasuk jika dikonsumsi bersama obat-obatan tertentu. Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda aman mengonsumsinya agar mendapat manfaat daun seledri dengan aman.
Jika dimakan dalam bentuk segar atau dimasukkan ke dalam olahan sayur, seledri aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Namun, mengonsumsi dalam bentuk minyak seledri atau biji seledri yang berlebihan bisa memicu efek samping.
Mengonsumsi minyak seledri dalam jumlah yang sangat berlebihan berisiko membuat rahim berkontraksi, bahkan bisa sebabkan keguguran.
Beragam khasiat daun seledri bagi kesehatan tentu membuat Anda memikirkan untuk mengonsumsinya. Anda tidak perlu khawatir karena seledri dapat dibeli dengan mudah di pasar, supermarket, ataupun toko sayuran organik.
Mengonsumsi seledri pun cukup mudah, Anda dapat mengonsumsinya secara langsung maupun diolah. Namun, sebelum mengolah seledri, pastikan mencucinya terlebih dahulu agar terhindar dari kuman yang menempel pada seledri.
Anda dapat mengolah seledri untuk menjadi salah satu bahan dalam smoothie, tumisan, sup, ataupun jus.
Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar manfaat sayuran lainnya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
Advertisement
Ditulis oleh Dina Rahmawati
Referensi
Artikel Terkait
Manfaat buah kersen yang belum banyak diketahui, misalnya sebagai sumber vitamin C, antioksidan, antiperadangan, hingga sumber gula alternatif bagi penderita diabetes. Berikut adalah penjelasan lengkap seputar manfaat buah kersen.
30 Jun 2020
Kanker telah lama menghantui masyarakat. Berbagai penelitian telah berlomba-lomba untuk menemukan bahan alami atau makanan yang dapat dijadikan obat antikanker, salah satunya adalah apel, cokelat, dan minyak zaitun.
27 Jan 2020
Food waste merupakan makanan yang dibuang setelah sampai pada pengecer, penyedia layanan makanan (warung/restoran) atau konsumen (individu/rumah tangga). Hal ini perlu dihentikan karena makanan terbuang dengan sia-sia dan berpotensi merusak lingkungan.
13 Mar 2021
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved