Mengatasi hidung meler tidak harus menggunakan obat-obatan. Anda bisa menerapkan cara rumahan, seperti menjaga tubuh tetap terhidrasi, minum teh panas, mandi air panas, maupun menghirup uap panas.
Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri
7 Nov 2020
Cara mengatasi hidung meler sebaiknya dilakukan dan disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebabnya
Table of Content
Hidung meler sering terjadi ketika tubuh terserang flu. Kondisi ini disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada saluran hidung. Ada berbagai macam cara untuk mengatasi hidung meler. Namun, Anda sebaiknya memahami apa penyebab hidung meler terlebih dahulu supaya dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Advertisement
Hidung meler dapat muncul sebagai gejala dari berbagai macam kondisi medis. Iritasi atau peradangan yang terjadi di saluran hidung berdampak pada peningkatan produksi lendir sehingga menyebabkan hidung meler.
Berikut ini beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan hidung berair:
Ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Pemicunya biasanya karena debu, jamur, dan benang sari. Ciri khas dari rhinitis ini adalah terjadi musiman, artinya bisa datang dan pergi. Namun, kondisinya bisa jadi lebih buruk pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun.
Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat alergi terhadap hewan seperti kucing dan anjing. Alergi terhadap makanan seperti kacang-kacangan, hewan air bercangkang, laktosa, gluten, dan telur adalah kasus yang cukup sering terjadi.
Saat respons alergi muncul, sistem imun tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan zat histamin. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan mengalami hidung meler hingga dada sesak.
Beberapa gejala lain yang juga menyertai di antaranya:
Dokter juga bisa mendiagnosis seseorang mengalami rhinitis non-alergi apabila setelah rangkaian tes tidak ditemukan apa pemicunya. Pada kasus ini, sistem kekebalan tubuh tidak ikut terlibat. Artinya, hidung berair terjadi karena ada pemicu tertentu.
Memahami kondisi rhinitis non-alergi tak semudah rhinitis alergi. Itulah mengapa kerap terjadi kesalahan diagnosis untuk kondisi ini.
Lebih jauh lagi, beberapa pemicu rhinitis non-alergi yang umum terjadi adalah:
Ini adalah jenis rhinitis non-alergi yang berhubungan dengan waktu makan. Ciri utamanya adalah hidung berair atau menghasilkan lendir lebih banyak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Pemicu utamanya adalah makanan pedas.
Dalam studi pada tahun 1989, ditemukan hubungan antara makanan pedas dan produksi lendir pada orang yang memiliki gustatory rhinitis. Orang yang berusia lanjut lebih umum menderita rhinitis jenis ini.
Beberapa jenis makanan yang kerap menyebabkan reaksi hidung berair pada orang dengan gustatory rhinitis adalah:
Istilah vasomotor dalam rhinitis jenis ini berarti aktivitas yang berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah. Ciri-cirinya adalah hidung tersumbat atau justru berair. Selain itu, bisa muncul gejala lain seperti batuk, wajah terasa tertekan, dan keinginan terus menerus berdeham.
Faktor risiko yang juga berkaitan dengan kondisi ini adalah cedera pada area hidung dan GERD. Munculnya gejala ini bisa terus menerus atau sesekali. Umumnya, pemicu terjadinya rhinitis vasomotor adalah:
Disebut juga mixed rhinitis, kondisi ini terjadi saat seseorang memiliki rhinitis alergi dan non-alergi sekaligus. Artinya, sangat mungkin mengalami hidung meler sepanjang tahun. Bahkan, gejalanya akan memburuk pada musim-musim tertentu.
Selain gejala lain seperti gangguan pernapasan, ada pula sensasi gatal pada mata yang cenderung berair. Ini bisa terjadi kapan saja seperti saat sedang berada di dekat kucing.
Penyebab hidung meler lainnya meliputi:
Cara mengatasi hidung meler sebaiknya dilakukan dan disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebabnya. Meskipun begitu, ada beberapa cara rumahan yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi hidung meler dalam waktu singkat.
Beberapa cara mengatasi hidung meler dengan cepat, antara lain:
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan merupakan cara mengobati hidung meler yang efektif. Cara ini bertujuan untuk mengencerkan lendir pada sinus sehingga menjadi mudah untuk dikeluarkan.
Anda sebaiknya menghindari minuman seperti kopi dan alkohol karena malah akan memicu terjadinya dehidrasi.
Meminum teh panas dapat membantu mengatasi gejala hidung meler. Ketika meminum teh panas, uap dan panasnya akan membantu membuka dan melancarkan saluran pernapasan Anda.
Pilihlah teh dengan campuran bahan herbal yang memberi efek antiinflamasi dan antihistamin seperti jahe, mint, atau kamomil. Selain hidung meler, meminum teh herbal juga bisa membantu meredakan sakit tenggorokan.
Cara mengatasi hidung meler selanjutnya adalah dengan menghirup uap air panas. Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Dental and Medical Sciences, menghirup uap panas dapat membantu mengatasi gejala flu seperti hidung meler. Studi tersebut mengatakan, gejala hidung meler akan lebih cepat membaik setelah menghirup uap panas.
Untuk menerapkan cara ini, Anda hanya perlu menyiapkan air panas yang dicampur dengan bahan-bahan seperti ramuan herbal atau minyak atsiri. Setelah dicampur, letakkan wajah di atas wadah berisi air panas tersebut dan hiruplah uapnya.
Ketika berendam dalam air panas, hidung Anda otomatis akan menghirup uapnya. Menghirup dari air panas yang Anda gunakan untuk berendam dapat membantu mengatasi gejala hidung meler.
Selain itu, cara mengatasi hidung meler yang satu ini juga dapat mengendurkan otot-otot tubuh dan membuat Anda menjadi lebih rileks.
Mengonsumsi makanan pedas sebenarnya dapat membuat flu menjadi lebih parah. Namun, ini merupakan salah satu cara mengobati hidung meler yang cukup ampuh. Rasa panas yang ditimbulkan oleh bumbu pedas seperti cabai rawit, wasabi, lada, dan jahe mampu memperlebar saluran pernapasan, serta meredakan masalah sinus.
Apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik dan bertambah parah setelah menerapkan cara-cara di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter nantinya akan memberi tindakan penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah Anda.
Apabila cara mengatasi hidung meler secara alami tidak berhasil, maka Anda mungkin dapat mengonsumsi obat hidung meler. Umumnya, dokter akan meresepkan sejumlah obat berikut ini sebagai cara mengatasi hidung meler:
Tidak ada cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hidung berair. Namun ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami hidung meler, salah satunya dengan menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan sangat penting dilakukan untuk membantu menghentikan penyebaran kuman.
Sejumlah tindakan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko hidung berair, di antaranya:
Baca Juga
Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara rumahan yang bisa diterapkan untuk mengatasi hidung berair. Risiko hidung meler pun juga dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup bersih.
Jika kondisi tidak kunjung membaik setelah menerapkan cara rumahan untuk mengatasi hidung meler, segeralah berkonsultasi dengan dokter Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait hidung berair dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
Advertisement
Ditulis oleh Bayu Galih Permana
Referensi
Artikel Terkait
Cara mengatasi anak muntah karena masuk angin bisa dengan memberi minum air dan menidurkan anak di posisi yang nyaman.
8 Okt 2020
Obat flu untuk ibu menyusui yang aman adalah paracetamol atau obat dekongestan karena tidak memengaruhi ASI. Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan dokter.
28 Jul 2020
Terdapat beberapa cara mengatasi hidung berair pada anak, mulai dari menjaga kebutuhan cairannya, memperbaiki posisi bantalnya, hingga mandi air hangat.
27 Mei 2019
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved