Ketahui Penyebab Hidung Meler dan Cara Mengatasinya Berikut Ini


Mengatasi hidung meler tidak harus menggunakan obat-obatan. Anda bisa menerapkan cara rumahan, seperti menjaga tubuh tetap terhidrasi, minum teh panas, mandi air panas, maupun menghirup uap panas.

0,0
Hidung meler sering terjadi ketika tubuh terserang fluCara mengatasi hidung meler sebaiknya dilakukan dan disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebabnya
Hidung meler sering terjadi ketika tubuh terserang flu. Kondisi ini disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada saluran hidung. Ada berbagai macam cara untuk mengatasi hidung meler. Namun, Anda sebaiknya memahami apa penyebab hidung meler terlebih dahulu supaya dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.

Penyebab hidung meler

Hidung meler dapat muncul sebagai gejala dari berbagai macam kondisi medis. Iritasi atau peradangan yang terjadi di saluran hidung berdampak pada peningkatan produksi lendir sehingga menyebabkan hidung meler.Berikut ini beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan hidung berair:

1. Rhinitis alergi

Ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Pemicunya biasanya karena debu, jamur, dan benang sari. Ciri khas dari rhinitis ini adalah terjadi musiman, artinya bisa datang dan pergi. Namun, kondisinya bisa jadi lebih buruk pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun.Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat alergi terhadap hewan seperti kucing dan anjing. Alergi terhadap makanan seperti kacang-kacangan, hewan air bercangkang, laktosa, gluten, dan telur adalah kasus yang cukup sering terjadi.Saat respons alergi muncul, sistem imun tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan zat histamin. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan mengalami hidung meler hingga dada sesak.Beberapa gejala lain yang juga menyertai di antaranya:
  • Muncul ruam di kulit
  • Napas pendek-pendek
  • Kesulitan menelan
  • Bunyi napas dengan frekuensi tinggi
  • Muntah
  • Lidah membengkak
  • Sakit kepala

2. Rhinitis non-alergi

Dokter juga bisa mendiagnosis seseorang mengalami rhinitis non-alergi apabila setelah rangkaian tes tidak ditemukan apa pemicunya. Pada kasus ini, sistem kekebalan tubuh tidak ikut terlibat. Artinya, hidung berair terjadi karena ada pemicu tertentu.Memahami kondisi rhinitis non-alergi tak semudah rhinitis alergi. Itulah mengapa kerap terjadi kesalahan diagnosis untuk kondisi ini.Lebih jauh lagi, beberapa pemicu rhinitis non-alergi yang umum terjadi adalah:
  • Aroma menyengat yang mengganggu
  • Makanan tertentu
  • Perubahan cuaca
  • Asap rokok

3. Gustatory rhinitis

Ini adalah jenis rhinitis non-alergi yang berhubungan dengan waktu makan. Ciri utamanya adalah hidung berair atau menghasilkan lendir lebih banyak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Pemicu utamanya adalah makanan pedas.Dalam studi pada tahun 1989, ditemukan hubungan antara makanan pedas dan produksi lendir pada orang yang memiliki gustatory rhinitis. Orang yang berusia lanjut lebih umum menderita rhinitis jenis ini.Beberapa jenis makanan yang kerap menyebabkan reaksi hidung berair pada orang dengan gustatory rhinitis adalah:
  • Lada
  • Bawang putih
  • Kuah kari
  • Salsa
  • Sambal
  • Bubuk cabai
  • Jahe
  • Bumbu rempah alami

4. Rhinitis vasomotor

Istilah vasomotor dalam rhinitis jenis ini berarti aktivitas yang berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah. Ciri-cirinya adalah hidung tersumbat atau justru berair. Selain itu, bisa muncul gejala lain seperti batuk, wajah terasa tertekan, dan keinginan terus menerus berdeham.Faktor risiko yang juga berkaitan dengan kondisi ini adalah cedera pada area hidung dan GERD. Munculnya gejala ini bisa terus menerus atau sesekali. Umumnya, pemicu terjadinya rhinitis vasomotor adalah:
  • Aroma parfum atau aroma menyengat lainnya
  • Udara dingin
  • Bau cat
  • Perubahan tekanan udara
  • Alkohol
  • Perubahan hormon saat haid
  • Cahaya yang terlalu menyilaukan
  • Stres emosional

5. Rhinitis gabungan

Disebut juga mixed rhinitis, kondisi ini terjadi saat seseorang memiliki rhinitis alergi dan non-alergi sekaligus. Artinya, sangat mungkin mengalami hidung meler sepanjang tahun. Bahkan, gejalanya akan memburuk pada musim-musim tertentu.Selain gejala lain seperti gangguan pernapasan, ada pula sensasi gatal pada mata yang cenderung berair. Ini bisa terjadi kapan saja seperti saat sedang berada di dekat kucing.

6. Penyebab lainnya

Penyebab hidung meler lainnya meliputi:
  • Flu
  • Sinusitis
  • Covid-19
  • Asap rokok
  • Polip hidung
  • Udara kering
  • Perubahan hormon
  • Sindrom Churg-Strauss
  • Respiratory syncytial virus (RSV)
  • Kebocoran cairan tulang belakang
  • Granulomatosis dengan polyangiitis
  • Terlalu sering menggunakan obat dekongestan semprot
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, depresi, dan kejang

Cara mengatasi hidung meler dengan cepat

Cara mengatasi hidung meler sebaiknya dilakukan dan disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebabnya. Meskipun begitu, ada beberapa cara rumahan yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi hidung meler dalam waktu singkat.Beberapa cara mengatasi hidung meler dengan cepat, antara lain:

1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan merupakan cara mengobati hidung meler yang efektif. Cara ini bertujuan untuk mengencerkan lendir pada sinus sehingga menjadi mudah untuk dikeluarkan.Anda sebaiknya menghindari minuman seperti kopi dan alkohol karena malah akan memicu terjadinya dehidrasi.

2. Meminum teh panas

Minum teh panas dapat mengatasi hidung meler
Teh panas dengan irisan jahe dan lemon dapat membantu meredakan gejala hidung meler
Meminum teh panas dapat membantu mengatasi gejala hidung meler. Ketika meminum teh panas, uap dan panasnya akan membantu membuka dan melancarkan saluran pernapasan Anda.Pilihlah teh dengan campuran bahan herbal yang memberi efek antiinflamasi dan antihistamin seperti jahe, mint, atau kamomil. Selain hidung meler, meminum teh herbal juga bisa membantu meredakan sakit tenggorokan.

3. Menghirup uap panas

Cara mengatasi hidung meler selanjutnya adalah dengan menghirup uap air panas. Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Dental and Medical Sciences, menghirup uap panas dapat membantu mengatasi gejala flu seperti hidung meler. Studi tersebut mengatakan, gejala hidung meler akan lebih cepat membaik setelah menghirup uap panas.Untuk menerapkan cara ini, Anda hanya perlu menyiapkan air panas yang dicampur dengan bahan-bahan seperti ramuan herbal atau minyak atsiri. Setelah dicampur, letakkan wajah di atas wadah berisi air panas tersebut dan hiruplah uapnya.

4. Berendam dalam air panas

Ketika berendam dalam air panas, hidung Anda otomatis akan menghirup uapnya. Menghirup dari air panas yang Anda gunakan untuk berendam dapat membantu mengatasi gejala hidung meler.Selain itu, cara mengatasi hidung meler yang satu ini juga dapat mengendurkan otot-otot tubuh dan membuat Anda menjadi lebih rileks.

5. Mengonsumsi makanan pedas

Mengonsumsi makanan pedas sebenarnya dapat membuat flu menjadi lebih parah. Namun, ini merupakan salah satu cara mengobati hidung meler yang cukup ampuh. Rasa panas yang ditimbulkan oleh bumbu pedas seperti cabai rawit, wasabi, lada, dan jahe mampu memperlebar saluran pernapasan, serta meredakan masalah sinus.Apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik dan bertambah parah setelah menerapkan cara-cara di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter nantinya akan memberi tindakan penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah Anda.

6. Mengonsumsi obat-obatan

Apabila cara mengatasi hidung meler secara alami tidak berhasil, maka Anda mungkin dapat mengonsumsi obat hidung meler. Umumnya, dokter akan meresepkan sejumlah obat berikut ini sebagai cara mengatasi hidung meler:
  • Obat semprot hidung
  • Obat dekongestan
  • Obat kortikosteroid
  • Obat semprot kortikosteroid
  • Obat semprot antihistamin

Bisakah hidung meler dicegah?

Rajin cuci tangan akan membantu mencegah hidung meler akibat flu
Rajin cuci tangan akan membantu menghentikan penyebaran kuman
Tidak ada cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hidung berair. Namun ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami hidung meler, salah satunya dengan menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan sangat penting dilakukan untuk membantu menghentikan penyebaran kuman.Sejumlah tindakan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko hidung berair, di antaranya:
  • Rutin berolahraga
  • Rajin mencuci tangan
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Menjaga jarak dengan orang yang terserang flu
  • Tutup mulut dengan siku bagian dalam ketika batuk atau bersin, bukan tangan
  • Segera buang tisu yang Anda gunakan untuk membersihkan hidung
  • Bersihkan perabotan rumah Anda dengan menggunakan semprotan disinfektan

Catatan dari SehatQ

Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara rumahan yang bisa diterapkan untuk mengatasi hidung berair. Risiko hidung meler pun juga dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup bersih.Jika kondisi tidak kunjung membaik setelah menerapkan cara rumahan untuk mengatasi hidung meler, segeralah berkonsultasi dengan dokter Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait hidung berair dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pilekfluhidung tersumbatinfluenza
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-a-runny-nose
Diakses pada 23 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/runny-nose-causes
Diakses pada 23 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17660-runny-nose/care-and-treatment
Diakses pada 23 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320992
Diakses pada 23 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/runny-nose/basics/causes/sym-20050640
Diakses pada 23 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait