logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Sederet Tanda IUD Bermasalah yang Harus Diketahui

open-summary

Tanda IUD bermasalah umumnya berujung gagalnya pencegahan kehamilan. Untuk mengantisipasi hal ini, kaum perempuan harus paham bagaimana masalah itu bisa terjadi.


close-summary

3.67

(15)

1 Des 2020

| Dedi Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tanda IUD bermasalah mesti diperiksakan ke dokter kandungan

IUD atau KB spiral berbentuk seperti huruf T

Table of Content

  • Tanda IUD bermasalah yang patut diperhatikan
  • Risiko IUD bermasalah pada wanita hamil
  • Pemeriksaan untuk mengetahui tanda IUD bermasalah

IUD merupakan akronim dari intrauterine device yang lebih dikenal sebagai KB spiral adalah salah satu alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang mulai banyak digunakan di Indonesia. Alat kontrasepsi ini harus ditanam di dalam rahim. Bentuk IUD seperti huruf T dan umumnya terbuat dari plastik. Tanda IUD bermasalah umumnya jarang dirasakan oleh pemakainya. Namun bukan berarti mustahil terjadi.

Advertisement

Tanda IUD bermasalah yang patut diperhatikan

Tanda-tanda KB IUD bermasalah dapat disebabkan oleh sejumlah faktor salah satunya karena KB spiral bergeser atau telah kadaluarsa. Jika Anda mengalami ciri-ciri KB spiral bermasalah seperti berikut, maka segera hubungi dokter:

1. Posisi IUD bergeser

Jika tandanya posisi IUD hanya bergeser sedikit, kondisi ini kemungkinan tidak menyebabkan gejala atau keluhannya sangat ringan, sehingga tidak terasa.

Namun bila pergeseran posisinya tergolong parah maka akan menunjukkan ciri-ciri KB IUD bergeser dengan tanda-tandanya seperti berikut:

  • Tali IUD tidak bisa dirasakan dengan jari
  • Pasangan merasa penisnya menyentuh IUD saat berhubungan seks
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi
  • Vagina mengalami pendarahan yang parah
  • Kram perut yang parah dan melebihi kram menstruasi
  • Perut bagian bawah terasa sakit
  • Keputihan yang tidak biasa

Adapun penyebab KB IUD bergeser dan memicu tanda IUD bermasalah meliputi:

  • Kontraksi rahim yang kuat selama menstruasi
  • Rongga rahim yang kecil
  • Rahim dengan kemiringan tinggi
  • Pemasangan IUD yang tidak benar

Baca juga: Mengenal Cara Pasang KB Spiral (IUD) Sebelum Menggunakannya

2. IUD sudah kadaluarsa

Selain karena bergeser, menggunakan IUD yang sudah kadaluarsa juga akan menimbulkan komplikasi bagi penggunanya. Efek penggunaan IUD yang melewati batas waktu pemakaian akan menyebabkan peradangan atau perdarahan.

Tanda IUD bermasalah akibat kadaluarsa bisa menimbulkan gejala seperti berikut pada pengguna:

  • Nyeri hebat
  • Muntah
  • Demam
  • Peradangan dan perdarahan

Agar masalah tersebut tidak Anda alami, penting untuk mengetahui batas waktu kadaluarsa KB spiral IUD. Masa kadaluarsa IUD umumnya adalah 3 sampai 5 tahun. Namun, KB spiral IUD yang terbuat dari lapisan tembaga bisa bertahan lebih lama, yakni mencapai 10 tahun.

3. Terjadi kehamilan

Meski jarang, tanda IUD bermasalah lainnya bisa berupakehamilan. Setidaknya, sebuah penelitian menyebutkan bahwa 0,8 persen pemakai KB spiral masih bisa hamil.

Salah satu sebab kehamilan tetap bisa muncul adalah pengguna KB spiral melakukan hubungan seksual dalam waktu tujuh hari setelah pemasangan, pelepasan, dan pergeseran IUD.

Mengalami kehamilan meski sudah memakai IUD biasanya akan memunculkan sederet gejala khas wanita hamil pada umumnya. Mulai dari mual, kelelahan, tidak menstruasi, payudara yang lebih sensitif saat disentuh, mengidam, serta perubahan mood.

Risiko kehamilan ektopik saat memakai IUD

Kehamilan ketika masih memakai KB spiral juga lebih berisiko berupa gangguan medis yang disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi saat embrio bukan tumbuh dalam dalam lahir, tapi di luar rahim.

Umumnya, lokasi pertumbuhan tersebut adalah di tuba palofi alias indung telur. Kondisi ini bisa ditandai dengan:

  • Nyeri ringan atau parah pada perut atau panggul
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Perdarahan vagina yang di luar kebiasaan
  • Kram di salah satu sisi panggul
  • Lemah
  • Pusing
  • Pingsan

Baca juga: Efek Samping Alat Kontrasepsi IUD KB, Pertimbangkan Sebelum Memilihnya

Risiko IUD bermasalah pada wanita hamil

Beberapa perempuan mungkin akan lebih berisiko mengalami masalah terkait pemasangan IUD, seperti KB spiral yang lepas atau bergeser. SIapa sajakah mereka?

1. Wanita berusia muda 

Sebuah riset menunjukkan bahwa wanita muda dan remaja lebih berisiko mengalami KB spiral yang lepas. Adapun usia mereka berkisar antara 14 hingga 19 tahun.

Risiko lepasnya KB spiral ini akan menurun pada perempuan yang berusia di atas 19 tahun.

2. Baru menjalani aborsi medis

Kelompok perempuan lain yang berisiko mengalami copot IUD adalah mereka yang menjalani prosedur aborsi (kuret) dengan alasan medis.

Studi tertentu mengemukakan bahwa jika pemasangan IUD pada dua minggu setelah aborsi lebih berisiko untuk lepas. Risiko ini akan sedikit berkurang jika pemasangan dilakukan setidaknya tiga minggu sesudah kuret.

Jika pasang IUD dilakukan lebih awal, 6,7 persen perempuan kemungkinan mengalami tanda IUD bermasalah akibat lepas dalam waktu enam bulan. Sedangkan bila dilakukan setelah tiga minggu, persentasenya turun menjadi 3,3 persen. 

Baca Juga

  • Persiapan Melahirkan Apa Saja yang Harus Dilakukan Ibu dan Pasangan?
  • Amankah Makan Buah Pepaya untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya
  • 8 Manfaat Air Rebusan Kacang Hijau untuk Ibu Hamil yang Sayang Dilewatkan

Pemeriksaan untuk mengetahui tanda IUD bermasalah

Untuk mencegah masalah pada IUD, Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan secara rutin biasanya dilakukan 6 - 12 bulan sekali tergantung anjuran dokter Anda. Lakukan langkah ini beberapa kali seminggu saat pemasangan masih berusia beberapa bulan.

Adapun pemeriksaan yang bisa terapkan secara mandiri yang juga untuk mencegah masalah KB IUD meliputi:

  • Cuci tangan dengan sabur dan air besrih yang mengalir.
  • Duduklah atau berjongkok.
  • Masukkan jari tengah atau telunjuk ke vagina hingga menyentuh leher rahim. Bagian ini akan terasa kenyal dan kencang.
  • Rasakan ujung tali IUD yang dimasukkan melalui leher rahim.
  • Jika tali bisa dirasakan, berarti pemasangan KB spiral sudah sesuai sehingga bisa berfungsi dengan baik.
  • Bila tali terasa kendor atau lebih pendek dari biasanya, kemungkinan IUD telah mengalami pergeseran.

Apabila merasakan tanda IUD bermasalah tersebut, kunjungi dokter kandungan agar dokter bisa kembali memasang alat kontrasepsi ini.

Anda juga bisa memeriksa KB spiral sebulan sekali selama masa menstruasi. Cek pembalut atau tampon yang sudah Anda pakai untuk memastikan IUD tidak lepas.

Penasaran dengan tanda IUD bermasalah dan alat kontrasepsi lainnya? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kehamilanhaidpenggunaan kbkontrasepsiperdarahan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved