Sederet Obat Sakit Gigi di Apotek untuk Bantu Redakan Nyeri

Paracetamol masuk ke dalam jenis obat sakit gigi di apotek yang dapat dibeli secara bebas
Obat sakit gigi di apotek dapat digunakan untuk meredakan nyeri sementara waktu

Sakit gigi muncul tengah malam dan sulit mencari dokter gigi yang masih berpraktik? Membeli obat sakit gigi di apotek bisa jadi langkah darurat untuk meredakannya.

Namun, perlu diingat bahwa dalam hal sakit gigi, minum obat hanya akan meredakannya untuk sementara waktu, dan tidak akan menyelesaikan masalah gigi Anda secara tuntas. Setelah nyeri reda dan waktu Anda tersedia, konsultasikanlah kondisi ini ke dokter gigi, agar perawatan bisa dilakukan dengan efektif.

Jenis obat sakit gigi di apotek

Jika bicara jenis obat sakit gigi di apotek, jumlahnya tentu sangat banyak. Hanya saja, tidak semua dapat dibeli dengan bebas. Obat antibiotik maupun yang masuk dalam golongan kortikosteroid yang sering digunakan dokter, hanya bisa didapatkan dengan resep.

Tanpa resep, berikut ini beberapa jenis obat sakit gigi di apotek yang bisa Anda dapatkan.

1. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat yang masuk ke dalam golongan anti-inflamsi non steroid (AINS). Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi hormon yang menyebabkan peradangan jaringan dan nyeri di tubuh, termasuk gigi.

Ibuprofen adalah obat sakit gigi di apotek yang bisa Anda beli tanpa menggunakan resep. Dalam mengonsumsinya, pastikan Anda mengikuti instruksi yang tertera di kemasan dengan tepat.

Perhatikan juga jika Anda sedang mengonsumsi obat lain. Ibuprofen dapat menimbulkan interaksi obat apabila dikonsumsi bersamaan dengan aspirin, ACE inhibitor, obat pengencer darah, dan golongan kortikosteroid.

Penggunaan ibuprofen dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan iritasi lambung dan kerusakan hati serta ginjal. Risiko timbulnya gangguan jantung juga dapat meningkat pada penggunaan ibuprofen secara berlebihan.

2. Paracetamol

Meski lebih terkenal sebagai obat penurun panas, paracetamol sebenarnya juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri. Sebab, obat ini bekerja di bagian otak yang bertugas “menerima pesan” rasa nyeri dari jaringan di tubuh, dan mengatur suhu tubuh.

Berbeda dari obat golongan AINS, paracetamol tidak dapat meredakan inflamasi atau peradangan jaringan, maupun pembengkakan.

Obat ini aman dikonsumsi selama Anda tidak berlebihan menggunakannya. Orang dewasa, tidak boleh mengonsumsi paracetamol sebanyak lebih dari 4.000 mg per hari. Jika dikonsumsi berlebihan, paracetamol dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

3. Naproxen

Sama seperti ibuprofen, naproxen juga masuk ke dalam golongan AINS dan bekerja dengan cara menekan produksi hormon yang menjadi penyebab rasa nyeri dan meredakan peradangan. Konsumsi obat ini harus mengikuti instruksi yang tertera di kemasan.

Jika dikonsumsi berlebihan, naproxen dapat meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke. Obat ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, karena berpotensi menimbulkan gangguan pada janin.

Obat sakit gigi di apotek hanya meredakan nyeri sementara

Usai minum obat, sakit gigi Anda mungkin akan reda. Namun, itu bukanlah akhir perawatan untuk gigi yang rusak. Mengapa begitu? Saat gigi Anda sakit, karena berlubang, misalnya. Perawatan yang paling efektif tentu adalah dengan tambal gigi.

Gigi bisa berlubang karena adanya infeksi bakteri di gigi Anda. Bakteri tersebut, lama-kelamaan akan menggerogoti lapisan gigi. Sehingga, lapisan terluar gigi (enamel) rusak dan menyebabkan lapisan dibawahnya yang dinamakan dentin, terbuka. Lapisan dentin sangat sensitif terhadap rangsang nyeri.

Apabila Anda hanya minum obat tanpa menambal gigi, lapisan dentin akan tetap terbuka. Sehingga, akar masalah tidak terselesaikan dengan baik. Di kemudian hari, gigi Anda akan kembali terasa sakit.

Obat memang menjadi bagian penting dari perawatan gigi. Namun, untuk saat-saat yang spesifik. Misalnya, untuk meredakan nyeri setelah menjalani cabut gigi, atau untuk meredakan infeksi bakteri di gusi.

Di luar itu, obat sakit gigi di apotek sebaiknya hanya digunakan sebagai solusi sementara, bagi Anda yang belum sempat ke dokter gigi, atau sakit gigi sudah terasa tidak tertahankan.

Cara lain untuk meredakan sakit gigi sementara

Selain mengonsumsi obat, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan sakit gigi, seperti:

  • Menghindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin karena bisa mengaktifkan rangsang nyeri.
  • Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss, untuk menghilangkan sisa makanan yang tersangkut dan menjadi penyebab gigi sakit.
  • Berkumur dengan air garam. Caranya dengan mencampurkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kemudian kumur dan jangan menelannya.
  • Tidur dengan bantal yang lebih tinggi untuk membantu mengurangi tekanan di gigi yang sakit.
  • Mengompres area pipi yang bengkak dengan handuk yang hangat, jika sakit gigi disertai pembengkakan.

Catatan dari SehatQ

Penyebab sakit gigi ada beragam. Sehingga, tidak semua obat pereda nyeri cocok untuk kondisi Anda. Pada perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi, dokter akan memilih jenis perawatan yang paling cocok dengan penyakit yang Anda alami.

Saat mengonsumsi obat sakit gigi yang dibeli di apotek, pastikan Anda mengikuti instruksi yang tertera pada kemasan. Jika timbul reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sesak napas, dan pembengkakan, segera hentikan konsumsi obat dan periksakan kondisi Anda ke dokter terdekat.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/otc-dental-pain-relief-1059309
Diakses pada 24 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drug-medication/features/choosing-an-otc-pain-reliever#1
Diakses pada 24 Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/naproxen.html
Diakses pada 24 Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 24 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed