Sederet Obat Sakit Gigi Paling Ampuh di Apotek untuk Bantu Redakan Nyeri

(0)
24 Oct 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ibuprofen adalah salah satu obat sakit gigi paling ampuh di apotek untuk atasi nyeri gigiObat sakit gigi di apotek dapat digunakan untuk meredakan nyeri sementara waktu
Sakit gigi muncul tengah malam dan sulit mencari dokter gigi yang masih praktik? Membeli obat sakit gigi di apotek bisa jadi langkah darurat untuk meredakannya.Namun, perlu diingat bahwa dalam hal sakit gigi, minum obat hanya akan meredakannya untuk sementara waktu, dan tidak akan menyelesaikan masalah gigi Anda secara tuntas. Setelah nyeri reda dan waktu Anda tersedia, konsultasikanlah kondisi gigi Anda ke dokter gigi, agar perawatan bisa dilakukan dengan efektif.

Jenis obat sakit gigi di apotek yang tidak memerlukan resep dokter

Jika bicara jenis obat sakit gigi di apotek, jumlahnya tentu sangat banyak. Hanya saja, tidak semua dapat dibeli dengan bebas. Obat antibiotik maupun yang masuk dalam golongan kortikosteroid yang sering digunakan dokter, hanya bisa didapatkan dengan resep.Tanpa resep, berikut ini beberapa jenis obat sakit gigi di apotek yang bisa Anda dapatkan.

1. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat yang masuk ke dalam golongan anti-inflamsi non steroid (AINS). Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi hormon yang menyebabkan peradangan jaringan dan rasa sakit di tubuh, termasuk gigi.Ibuprofen adalah obat sakit gigi di apotek yang bisa Anda beli tanpa menggunakan resep. Dalam mengonsumsinya, pastikan Anda mengikuti instruksi yang tertera di kemasan dengan tepat.Dosis pemakaian ibuprofen untuk mengatasi sakit gigi adalah:
  • Orang dewasa dan remaja: 20 - 400 mg setiap 4 hingga 6 jam. Batas doses paling tinggi adalah 3200 mg/hari.
  • Anak di atas 6 bulan: dosis disesuaikan dengan berat badan. Umumnya dosis yang diperlukan adalah 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg per hari. Konsumsi ibuprofen utnuk anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter.
Perhatikan juga jika Anda sedang mengonsumsi obat lain. Ibuprofen dapat menimbulkan interaksi obat apabila dikonsumsi bersamaan dengan aspirin, ACE inhibitor, obat pengencer darah, dan golongan kortikosteroid.Penggunaan ibuprofen dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi lambung dan kerusakan hati serta ginjal. Risiko timbulnya gangguan jantung juga dapat meningkat pada penggunaan ibuprofen secara berlebihan.

2. Paracetamol

Meski lebih terkenal sebagai obat untuk mengobati demam, paracetamol sebenarnya juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri akibat gigi berlubang. Sebab, obat ini bekerja di bagian otak yang bertugas “menerima pesan” rasa nyeri dari jaringan di tubuh, dan mengatur suhu tubuh.Berbeda dari obat golongan AINS, paracetamol tidak dapat meredakan inflamasi atau peradangan jaringan, maupun pembengkakan.Dosis pemakaian paracetamol untuk mengatasi sakit gigi adalah:
  • Orang dewasa: 1000 mg tiap 6-8 jam atau 2 tablet yang diminum 4-6 jam
  • Anak yang berusia 12 tahun atau lebih: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari
  • Anak berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun: 10-15 mg tiap 4-6 jam saat diperlulan. jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Dosis maksimal adlah 75 mg/hari.
Obat ini aman untuk dikonsumsi selama Anda tidak berlebihan menggunakannya. Untuk orang dewasa, dosis maksimal konsumsinya adalah 4.000 mg per hari. Overdosis paracetamol dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

3. Naproxen

Sama seperti ibuprofen, naproxen juga masuk ke dalam golongan AINS dan bekerja dengan cara menekan produksi hormon yang menjadi penyebab rasa nyeri dan meredakan peradangan. Konsumsi obat ini harus mengikuti instruksi yang tertera di kemasan.Dosis pemakaian naproxen untuk atasi sakit gigi adalah sebagai berikut:
  • Orang dewasa: 550 mg naproxen sodium diminum sekali atau setiap 12 jam
  • Anak-anak yang lebih dari 2 tahun: 2,5 - 10 mg/kg berat badan diberikan setiap 8 hingga 12 jam. Dosis maksimum adalah 10 mg/kg berat badan.
Jika dikonsumsi berlebihan, naproxen dapat meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke. Obat ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, karena berpotensi menimbulkan gangguan pada janin.

4. Aspirin

Aspirin atau yang juga dikenal dengan asam asetil salisilat jadi salah satu obat sakit gigi di apotek yang bisa Anda coba. Adalah obat pereda nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi hingga nyeri haid. Dosis pemakaian aspirin untuk mengatasi sakit gigi adalah:
  • Orang dewasa: 300 mg sehari yang diminum 4-6 jam atau setara 1-2 tablet sehari.

5. Dentasol

Salah satu jenis obat sakit gigi yang dijual di apotek lainnya adalah Dentasol. Obat sakit gigi yang satu ini berbentuk krim yang cara menggunakannya dengan mengoleskan langsung ke bagian gigi yang nyeri. Obat ini cocok untuk anak-anak karena tak menimbulkan efek samping berarti. 

Jangan minum obat antibiotik saat sakit gigi kecuali diresepkan

Tidak sedikit orang yang menganggap mengonsumsi antibiotik bisa dilakukan layaknya mengonsumsi obat pereda nyeri. Padahal, antibiotik hanya boleh digunakan pada saat-saat tertentu dan aturan penggunaanya pun lebih ketat. Mengapa begitu?Sebab, penggunaan antibiotik yang tidak bijak, berlebihan, atau tidak sesuai aturan justru akan membuat bakteri penyebab yang ada di tubuh "belajar" untuk menghindari obat tersebut. Akibatnya, bakteri justru akan semakin kuat dan kebal terhadap antibiotik. Jika sudah begitu, maka dibutuhkan antibiotik dalam dosis yang jauh lebih tinggi untuk membunuh bakteri.Lama kelamaan, bakteri akan terus belajar dan bahkan sama sekali kebal terhadap antibiotik, bahkan yang dosis tinggi sekalipun. Kondisi ini disebut sebagai resistensi antibiotik dan akan sangat mempersulit seseorang untuk sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri. 

Obat sakit gigi di apotek hanya meredakan nyeri sementara

Usai minum obat, sakit gigi Anda mungkin akan reda. Namun, itu bukanlah akhir perawatan untuk gigi yang rusak. Mengapa begitu? Saat gigi Anda sakit, karena berlubang, misalnya. Perawatan yang paling efektif tentu adalah dengan tambal gigi.Gigi bisa berlubang karena adanya infeksi bakteri di gigi Anda. Bakteri tersebut, lama-kelamaan akan menggerogoti lapisan gigi. Sehingga, lapisan terluar gigi (enamel) rusak dan menyebabkan lapisan dibawahnya yang dinamakan dentin, terbuka. Lapisan dentin sangat sensitif terhadap rangsang nyeri.Apabila Anda hanya minum obat tanpa menambal gigi, lapisan dentin akan tetap terbuka. Sehingga, akar masalah tidak benar-benar terselesaikan dengan baik. Di kemudian hari, gigi Anda akan kembali terasa sakit.Menggunakan obat memang menjadi bagian penting dari perawatan gigi. Namun, untuk saat-saat yang spesifik. Misalnya, untuk meredakan nyeri setelah menjalani cabut gigi, atau untuk meredakan infeksi bakteri di gusi.Di luar itu, obat sakit gigi di apotek sebaiknya hanya digunakan sebagai solusi sementara, bagi Anda yang belum sempat ke dokter gigi, atau sakit gigi sudah terasa tidak tertahankan.

Cara lain untuk meredakan sakit gigi sementara

Selain mengonsumsi obat, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan sakit gigi, seperti:
  • Menghindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin karena bisa mengaktifkan rangsang nyeri.
  • Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss, untuk menghilangkan sisa makanan yang tersangkut dan menjadi penyebab gigi sakit.
  • Berkumur dengan air garam. Caranya dengan mencampurkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kemudian kumur dan jangan menelannya.
  • Tidur dengan bantal yang lebih tinggi untuk membantu mengurangi tekanan di gigi yang sakit.
  • Mengompres area pipi yang bengkak dengan handuk yang hangat, jika sakit gigi disertai pembengkakan.

Kapan harus ke dokter jika obat di apotek tak ampuh atasi sakit gigi?

Jika Anda telah mengonsumsi obat sakit gigi di apotek namun rasa sakit tak kunjung sembuh, sebaiknya segera temui dokter agar masalah gigi tersebut bisa teratasi. Selain rasa sakit yang tak kunjung reda, dikutip dari e-medicine health, beberapa kondisi berikut juga menjadi tanda kapan Anda harus ke dokter saat mengalami sakit gigi.
  • Jika mengalami nyeri hebat lebih dari dua hari setelah gigi dicabut
  • Nyeri pada gigi atau wajah hingga mengeluarkan cairan di sekitar gigi
  • Sakit yang diiringi dengan demam
  • Nyeri saat membuka mulut, kemungkinan bisa mengalami peradangan sendi temporomandibular (TMJ)
  • Ruam wajah, bisa menjadi indikasi infeksi yang berkembang
  • Kesulitan menelan

Catatan dari SehatQ

Penyebab sakit gigi ada beragam. Sehingga, tidak semua obat pereda nyeri cocok untuk kondisi Anda. Pada perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi, dokter akan memilih jenis perawatan yang paling cocok dengan penyakit yang Anda alami.Saat mengonsumsi obat sakit gigi yang dibeli di apotek, pastikan Anda mengikuti instruksi yang tertera pada kemasan dan pastikan obat tersebut tidak memiliki kandungan yang bisa menimbulkan alergi di tubuh Anda. Jika timbul reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sesak napas, dan pembengkakan, segera hentikan konsumsi obat dan periksakan kondisi Anda ke dokter terdekat.
sakit gigiabses gigigigi berlubang
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/otc-dental-pain-relief-1059309
Diakses pada 24 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/drug-medication/features/choosing-an-otc-pain-reliever#1
Diakses pada 24 Oktober 2019
Drugs. https://www.drugs.com/naproxen.html
Diakses pada 24 Oktober 2019
Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 24 Oktober 2019
E-medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/toothache/article_em.htm#when_should_someone_seek_medical_care_for_a_toothache Diakses pada 12 Oktober
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait