MPASI belut bermanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi
Menu belut bisa diberikan sebagai MPASI bayi 6 bulan sebagai variasi asupan protein

Bosan atau kehabisan ide menu MPASI yang itu-itu saja? Kenapa tidak mencoba memasukkan menu belut? Rupanya, manfaat belut untuk bayi sangat luar biasa, terutama untuk otak bayi.

Sebenarnya menu olahan belut bukan hal asing lagi bagi kita. Memang tidak sepopuler ayam, daging sapi, atau ikan, tapi lihat saja menu yang mengandung unagi di restoran sushi kerap kali jadi favorit.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba manfaat belut untuk bayi dalam bentuk MPASI belut, kan?

Manfaat belut untuk bayi

Dalam setiap 100 gram belut, terdapat banyak sekali kandungan gizinya. Mulai dari kalori senilai 303 kkal, protein 18,4 gram, lemak 27 gram, kalsium 20 miligram, fosfor 200 miligram, zat besi 20 miligram, dan masih banyak lagi.

Tak hanya nutrisi yang melimpah membuat manfaat belut sayang dilewatkan, belut juga mudah diperoleh dengan harga terjangkau.

Berikut ini beberapa manfaat belut untuk bayi:

  • Meningkatkan berat badan

Bagi orangtua yang kerap memutar otak bagaimana meningkatkan berat badan buah hati, coba buat menu MPASI belut. Rasanya yang gurih membuat nafsu makan bayi meningkat. 

Belum lagi kandungannya yang kaya protein dan lemak juga membuat MPASI belut menjadi salah satu yang kerap direkomendasikan oleh dokter anak. 

  • Sumber energi

Dengan sumber energi yang tepat, bayi akan lebih aktif setiap harinya. Nah, kandungan kalori yang cukup tinggi sekitar 300 kkal dalam 100 gram belut bisa menjadi sumber energi yang optimal.

  • Meningkatkan fungsi mata

Bayi berada dalam fase adaptasi untuk melihat segala sesuatu di sekitar mereka. Kabar baiknya, kandungan vitamin A dalam belut dapat mencegah kerusakan mata. Tak hanya itu, MPASI belut juga bisa membuat lapisan macula pada lensa mata bayi bisa berkembang dengan sempurna.

  • Pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh

Manfaat belut untuk bayi berikutnya adalah pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kandungan kalsium dan fosfor bisa memaksimalkan perkembangan tulang bayi dan memastikan mereka tidak kekurangan kalsium.

  • Meningkatkan kecerdasan bayi

Kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam daging belut juga bisa meningkatkan kecerdasan otak bayi. Kedua asam lemak baik dalam belut ini menjadi stimulus kinerja otak bayi. Dengan demikian, fungsi saraf otak bisa bekerja dengan baik.

  • Kekebalan tubuh

Salah satu hal yang kerap membuat bingung orangtua adalah saat anak mereka sakit. Padahal, virus dan bakteri ada di mana-mana. Tenang, karena manfaat belut untuk bayi berikutnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Daging belut bisa membuat anak tidak mudah sakit dan memastikan bayi tidak kekurangan gizi. Tak hanya itu, dengan sistem kekebalan tubuh yang baik maka infeksi dan penyakit lain juga tidak mudah menyerang.

  • Mengendalikan emosi

Siapa sangka manfaat belut untuk bayi juga berpengaruh pada pengendalian emosi mereka. Kandungan omega 3 pada belut membuat fungsi sensitivitas bayi lebih terjaga. Meski demikian, tetap ingat bahwa bayi perlu mengenali emosi yang bisa mereka rasakan, ya!

Melihat sederet manfaat belut untuk bayi di atas, sayang rasanya jika melewatkan menu MPASI belut dari daftar menu mereka. Anda bisa mengolahnya dengan mencampurkan pada bubur, dibuat menjadi sup, atau sebagai campuran protein hewani pada MPASI.

Namun, tetap pastikan bayi Anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap belut. Cara mengujinya adalah dengan memberikan olahan MPASI belut dalam jumlah sedikit dan lihat reaksinya pada anak. 

Apabila muncul gatal, bengkak, hingga sesak napas, artinya bayi Anda memiliki alergi terhadap belut. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis anak alternatif atau bagaimana cara beradaptasi dengan kondisi ini.

Cara mengolah MPASI  belut

Apabila bayi Anda tidak memiliki reaksi alergi apapun, maka saatnya bereksperimen untuk membuat MPASI belut yang lezat. Beberapa cara mengolah MPASI belut yang bisa dicoba adalah:

  • Rendam belut dalam air garam sehingga kulitnya tidak lagi licin
  • Cuci dan bilas belut hingga bersih
  • Untuk mengeluarkan daging belut, sayat panjang perut belut
  • Cuci bersih daging belut
  • Buang duri yang biasanya terletak di bagian tengah belut
  • Masak daging belut hingga benar-benar matang
  • Jika ada kulit belut dalam MPASI anak, sebaiknya potong dalam ukuran kecil untuk mengurangi risiko tersedak

Memilih belut dengan ukuran besar bisa membantu Anda dalam mengolah MPASI belut. Atau bisa juga dengan membeli belut di supermarket dan meminta petugas untuk memotongnya dalam bentuk fillet.

Selamat mencoba!

Departemen Kesehatan RI. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2015/02/IKAN-UNTUK-KETAHANAN-PANGAN-DAN-GIZI-NASIONAL-Bag-II.pdf
Diakses 4 September 2019

Nutrition Value. https://www.nutritionvalue.org/Fish%2C_raw%2C_mixed_species%2C_eel_nutritional_value.html
Diakses 4 September 2019

The Asian Parent. https://id.theasianparent.com/manfaat-belut-untuk-anak
Diakses 4 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed