Sederet Gejala Sakit Mata Ini Tidak Boleh Disepelekan

(0)
19 Jun 2020|Lenny Tan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu gejala sakit mata adalah nyeri pada mataMata nyeri termasuk gejala sakit mata yang sering terjadi
Anda mungkin pernah mengalami mata yang terasa gatal diiringi dengan kemerahan. Kondisi ini bisa saja termasuk gejala sakit mata, terutama bila keluhan tidak kunjung reda.Sakit mata paling sering terjadi akibat infeksi. Munculnya infeksi pada mata bisa disebabkan oleh mikroorganime. Mulai dari bakteri, jamur, hingga virus yang masuk ke mata.

Cermati gejala sakit mata ini

Bila mengalami infeksi atau gangguan lain, terdapat beragam keluhan sakit mata yang bisa Anda rasakan. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Mata terlihat merah

Ciri-ciri sakit mata yang paling mudah dikenali adalah mata merah. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah konjungtivitis.Perubahan warna tersebut biasanya terlihat pada bagian putih bola mata, yang mungkin tampak merah muda.
  • Kelopak mata yang bengkak

Mata merah juga bisa bisa disertai dengan kelopak mata yang bengkak. Adanya perubahan warna kemerahan atau keunguan pada kelopak mata pun mungkin Anda alami.
  • Mata terasa gatal dan tidak nyaman

Saat gangguan mata disebabkan oleh alergi, mata Anda biasanya akan terasa gatal dan berair. Pemicu alergi ini bisa berupa debu atau serbuk sari dari tanaman.
  • Mata nyeri

Nyeri yang terjadi pada mata bisa terasa tajam seperti ditusuk jarum atau tumpul seperti ditekan. Gejala sakit mata ini dapat muncul secara konstan ketika Anda menggerakkan bola mata.Penyebab di balik mata nyeri bisa bermacam-macam. Namun keluhan ini paling sering dialami sebagai tanda dari kondisi serius seperti inflamasi pada mata bagian dalam (uveitis).Uveitis termasuk kondisi yang membutuhkan bantuan dokter mata secepat mungkin agar bisa disembuhkan. Nyeri pada mata nyeri juga dapat disebabkan oleh glaukoma, dengan gejala penyerta berupa mual, muntah dan kehilangan kemampuan penglihatan.
  • Mata panas seperti terbakar

Gejala sakit mata juga dapat berupa sensasi panas seperti terbakar. Kondisi ini bisa terjadi pada mata kering hingga kelelahan. Misalnya, akibat terlalu lama menatap layar komputer.Mata kering mungkin bisa diatasi dengan obat tetes berisi air mata buatan yang dijual bebas di apotek. Meski demikian, kejanggalan pada mata sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter mata.
  • Mata kotor atau belekan

Ketika terjadi infeksi, mata bisa mengeluarkan banyak kotoran atau biasa disebut belekan. Kotoran mata bisa berwarna putih, hijau, dan kuning, dan mungkin dialami oleh salah satu maupun kedua mata.Pada kondisi normal, kotoran mata akan mengering dan membentuk kerak pada malam hari. Lalu mata akan sulit dibuka saat Anda bangun tidur pagi.Namun berbeda ketika mata Anda mengalami infeksi. Pada kondisi ini, mata belekan tidak hanya terjadi selama Anda tidur. Kemunculannya bisa kapan saja hingga mengganggu aktivitas Anda.
  • Sensasi seperti ada yang mengganjal di mata

Gejala sakit mata berikutnya adalah perasaan ada sesuatu yang mengganjal di dalam mata. Keluhan ini bisa terjadi akibat peradangan pada bagian permukaan mata, seperti pada kornea, konjungtiva, ataupun kelopak mata. Begitu pula dengan abrasi kornea.Ketika Anda merasakan ada yang mengganjal di mata, usahakan jangan menggosok atau mengucek mata. Aktivitas ini bisa menyebabkan kondisi mata yang lebih parah.Anda juga sebaiknya waspada bila sensasi mengganjal disebabkan oleh adanya benda asing. Benda yang masuk bisa saja membahayakan mata.
  • Pandangan yang kabur

Ketika sakit mata diiringi dengan pandangan yang kabur atau gelap secara tiba-tiba dan tidak kunjung membaik, Anda perlu segera ke rumah sakit atau klinik terdekat. Kondisi ini termasuk situasi gawat darurat yang memerlukan bantuan dari dokter secepatnya.Sementara pada pandangan kabur yang terjadi secara tidak konsisten atau sesekali, mata lelah, mata kering, atau otot mata tegang bisa saja menjadi penyebabnya.
  • Mata sensitif terhadap cahaya

Pada kondisi normal, melihat cahaya yang terlalu terang tentu tidak nyaman untuk mata. Namun ketika Anda mengalami sakit mata, cahaya intensitas normal pun bisa terasa menyiksa.Gejala sakit mata ini bisa terjadi pada gangguan mata seperti iritasi akibat lensa kontak, uveitis, keratitis,  ablasi retina (lepasnya retina), hingga abrasi kornea.

Bagaimana cara mengatasi sakit mata?

Terdapat berbagai cara untuk menangani gangguan pada mata, tergantung dari gejala dan penyebabnya. Beberapa langkah mandiri yang bisa Anda terapkan meliputi:
  • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum serta sesudah menyentuh mata.
  • Mengompres mata dengan handuk lembut yang sudah dibasahi air dingin.
  • Jangan menggosok atau mengucek mata.
  • Membilas mata dengan air bersih yang mengalir atau menggunakan obat tetes air mata buatan bila ada kotoran yang masuk ke mata.
  • Mengistirahatkan mata apabila mata Anda kering dan terasa lelah.
  • Menggunakan obat tetes air mata buatan yang dijual di apotek.
  • Jika Anda memakai lensa kontak, lepaskan sampai kondisi mata Anda membaik.
Cara-cara di atas hanya boleh dilakukan ketika gejala sakit mata tergolong ringan. Jika keluhan tidak kunjung reda, segera konsultasikan ke dokter mata agar bisa ditangani dengan tepat.Khusus untuk gejala seperti mata terasa nyeri, sensitif terhadap cahaya, atau pandangan kabur, bantuan dokter mata harus dilakukan secepatnya. Pasalnya, gejala sakit mata ini bisa menandakan kondisi yang serius.Pengobatan sakit mata yang tepat akan menyembuhkan kondisi mata sekaligus mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. Jadi jangan menunda sampai gejala sakit mata Anda semakin parah.
penyakit matamata merahgangguan mata
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-infection-symptoms-types#1
Diakses pada 19 Juni 2020
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/eye-disorders.htm
Diakses pada 19 Juni 2020
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/eye-infections.htm
Diakses pada 19 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355
Diakses pada 19 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320812
Diakses pada 19 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait