Sedang Merencanakan Kehamilan? Pahami Suhu Basal Tubuh

Fungsi pengukuran suhu basal adalah untuk memastikan bila ovulasi sudah terjadi
Mencatat suhu basal tubuh harus dilakukan secara konsisten selama 3-4 bulan

Adanya kehadiran seorang anak tentu diinginkan oleh setiap pasangan. Agar kehamilan berhasil, maka wanita harus mengetahui masa suburnya. Mengukur suhu basal tubuh pun dapat membantu memahami kesuburan Anda sendiri. 

Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi dan siap untuk dibuahi. 

Dengan mengukur suhu basal, Anda dapat memprediksi masa ovulasi dengan lebih baik dan mengetahui kapan Anda memiliki peluang yang besar untuk hamil. Tak hanya itu, mengukur suhu basal tubuh juga dapat membantu Anda mendeteksi masalah kesuburan.

Apa itu suhu basal tubuh?

Suhu basal adalah suhu tubuh yang didapat ketika Anda benar-benar beristirahat (dalam keadaan tidur). Suhu ini diukur ketika Anda bangun tidur di pagi hari dan belum melakukan kegiatan apa pun. Pengukuran suhu basal tubuh bertujuan untuk memberitahu Anda jika ovulasi sudah terjadi.

Ketika tak berovulasi, umumnya suhu tubuh wanita berkisar antara 35,5-36 derajat Celcius. Akan tetapi, saat berovulasi hormon progesteron menyebabkan suhu tubuh meningkat kurang lebih 37-38 derajat Celcius. Hormon tersebut bekerja penuh dalam mempersiapkan kehamilan.

Sekitar 3-4 hari setelah ovulasi, suhu basal pun tetap tinggi dan kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat. Menjelang menstruasi, hormon progesteron mengalami penurunan yang membuat suhu basal tubuh kembali normal. Namun, jika Anda hamil hormon tersebut akan lebih tinggi sehingga suhu basal juga tetap tinggi.

Karena perbedaan temperatur tubuh saat masa subur sangatlah kecil, maka sebaiknya gunakanlah termometer yang dirancang khusus untuk mengukur suhu basal tubuh. Termometer basal ini kemungkinan akan memberi hasil yang lebih akurat daripada termometer biasa.

Mengukur suhu basal tubuh

Butuh beberapa bulan dalam mengukur suhu basal tubuh agar muncul sebuah pola yang bisa membuat Anda memperkirakan masa subur lebih tepat. Anda harus konsisten dalam melakukan pengukuran suhu basal kurang lebih selama 3-4 bulan. Jika Anda ingin mengukur suhu basal tubuh, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Lakukan di pagi hari

Pengukuran suhu basal dilakukan setiap pagi hari pada waktu yang sama sebelum Anda bangun dari tempat tidur. Jangan duduk, berjalan-jalan atau pergi ke kamar mandi terlebih dahulu karena dapat menyebabkan kenaikan temperatur sehingga membuatnya tidak akurat.

  • Masukkan termometer ke dalam mulut

Segera setelah Anda bangun tidur, Anda harus memasukkan termometer ke dalam mulut. Agar mendapat hasil yang akurat, gunakanlah termometer yang sama di sepanjang siklus. Pastikan juga bahwa Anda sudah tidur setidaknya selama 3-4 jam di malam hari tanpa terbangun. 

  • Mencatat suhu basal

Catat suhu basal tubuh harian Anda dan buatlah grafik atau Anda juga dapat memperoleh kertas grafik dari dokter kandungan. Umumnya, suhu rata-rata sebelum ovulasi lebih rendah daripada setelah ovulasi. Jadi, ketika Anda melihat suhu sedikit lebih tinggi dan tetap stabil selama tiga hari atau lebih, maka kemungkinan besar ovulasi telah terjadi.

Perlu Anda ketahui bahwa wanita berada dalam kondisi paling subur sekitar dua hari sebelum suhu basalnya naik. Namun, sperma bisa hidup hingga lima hari di saluran reproduksi. Oleh sebab itu, jika Anda mengharapkan kehamilan, maka ini menjadi waktu yang baik untuk berhubungan seks. Setelah pola terbentuk, usahakan untuk berhubungan seks saat masa subur.

Akan tetapi, suhu basal juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain sakit atau demam, stres, siklus tidur terganggu, minum alkohol, perbedaan zona waktu, gangguan ginekologis maupun obat-obatan tertentu. Bahkan beberapa wanita juga mengalami ovulasi tanpa adanya kenaikan suhu tubuh yang jelas. Namun, Anda juga dapat mengetahui masa subur dari keluarnya lendir serviks. 

Tanda-tanda tidak berovulasi

Dengan melakukan pengukuran suhu basal tubuh, Anda dapat melihat apakah diri Anda berovulasi atau tidak. Sebab beberapa wanita mungkin tidak mengalami ovulasi yang dapat ditandai dengan:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Siklus menstruasi yang abnormal (terlalu panjang atau terlalu pendek)
  • Fase luteal terlalu singkat, yakni kurang dari 9 hari padahal umumnya 14 hari
  • Tidak ada lendir serviks

Wanita yang tidak berovulasi tentu tak akan bisa hamil. Sementara, jika Anda berovulasi secara tidak teratur, maka hal tersebut dapat mengindikasikan risiko infertilitas atau ketidaksuburan. Kurangnya ovulasi atau disebut juga anovulasi biasanya diatasi dengan obat-obatan kesuburan yang akan memicu terjadinya ovulasi sehingga dapat membantu mendapatkan kehamilan. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/ovulation-on-body-basal-temperature-chart-1960284
Diakses pada 08 Mei 200

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/basal-body-temperature/about/pac-20393026
Diakses pada 08 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/basal-body-temperature#Will-charting-tell-me-if-Ive-become-pregnant?
Diakses pada 08 Mei 2020

Artikel Terkait