Sedang Isoman di Rumah? Ini Daftar Vitamin untuk Covid Menurut Rekomendasi Dokter


Mengonsumsi vitamin bisa membantu pasien COVID-19 untuk melawan infeksi virus yang ada dalam tubuh. Dosis dan durasi pemberian vitamin untuk Covid juga wajib disesuaikan dengan tingkatan gejala yang muncul.

0,0
19 Jul 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vitamin COVID-19 untuk isomanVitamin dengan dosis tepat harus diberikan untuk mengurangi gejala COVID-19
Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia membuat Anda perlu tetap waspada. Jika terdiagnosis positif, Anda bisa mulai mengonsumsi deretan vitamin untuk Covid yang direkomendasikan oleh gabungan perhimpunan dokter Indonesia.Pilihan vitamin ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Namun, Anda tidak bisa sembarangan dalam mengonsumsinya. Anda perlu memerhatikan dosis vitamin yang disesuaikan oleh gejala yang muncul. Untuk lebih jelasnya, simak paparannya di bawah ini.

Daftar vitamin untuk pasien COVID-19

Setiap orang yang terdiagnosis positif COVID-19 perlu mendapatkan penanganan yang berbeda. Untuk pasien yang tanpa gejala atau gejala ringan, Anda bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Selain itu, lengkapi asupan Anda dengan makanan bergizi dengan tambahan vitamin C dan vitamin D.Vitamin C dibutuhkan untuk menjaga daya tahan sekaligus penangkal radikal bebas. Di sisi lain, vitamin D berperan untuk meningkatkan sitokin T helper untuk mengurangi infeksi saat virus mulai menyerang di dalam tubuh.Apabila gejala sudah mengarah sedang ke berat, pasien COVID-19 tentunya perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius. Pemberian vitamin pun tetap bisa dilakukan dan penambahan obat lainnya. Namun, pemberian obat hanya bisa dilakukan dengan resep dokter.

Dosis vitamin untuk pasien COVID-19

Vitamin untuk pasien COVID-19
Pasien COVID-19 gejala ringan bisa mengonsumsi vitamin yang dianjurkan
Berdasarkan Revisi Rekomendasi pada Buku Pedoman Tata Laksana Covid-19 yang disusun oleh 5 organisasi profesi, jika Anda terpapar COVID-19 atau terindikasi positif, berikut beberapa vitamin yang perlu dikonsumsi beserta dosisnya:

1. Vitamin untuk pasien COVID-19 tanpa gejala

  • vitamin C dengan pilihan:
    • tablet vitamin C non-acidic 500mg per 6-8 jam oral selama 14 hari
    • tablet isap vitamin C 500mg per 12 jam oral selama 30 hari
    • multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per 24 jam selama 30 hari
    • Multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, dan zinc.
  • vitamin D dengan pilihan:
    • sebagai suplemen 400-1000 IU/hari
    • sebagai obat 1000-5000 IU/hari
  • Obat suportif, baik tradisional (fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi BPOM dengan memerhatikan perkembangan kondisi pasien
  • Obat yang bersifat antioksidan

2. Vitamin untuk pasien COVID-19 bergejala ringan

  • vitamin C dengan pilihan
    • tablet vitamin C non-acidic 500 mg per 6-8 jam oral selama 14 hari
    • tablet isap vitamin C 500mg per 12 jam oral selama 30 hari
    • multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per 24 jam selama 30 hari
    • multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, dan zinc.
  • vitamin D dengan pilihan:
    • suplemen 400-1000 IU/ hari
    • obat 1000-5000 IU/hari
  • Antivirus
    • Favipiravir 1600 mg per 12 jam oral hari ke-1, dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke-2 sampai hari ke-5

3. Vitamin untuk pasien COVID-19 bergejala sedang

Pasien harus mulai dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Pada pasien ini, vitamin sudah harus diberikan melalui intravena.

4. Vitamin untuk pasien COVID-19 gejala berat atau kritis

Pasien sudah harus dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Pemberian vitamin pun dilakukan melalui intravena dengan tambahan obat-obatan lain sesuai dengan resep dokter.

Prosedur melakukan isolasi mandiri

vitamin pasien covid-19 isoman
Isoman bisa dilakukan di rumah dengan memerhatikan protokel kesehatan yang ketat
Isolasi mandiri disarankan dilakukan selama 10 hari sejak diagnosis positif. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan saat melakukan isolasi mandiri di rumah:
  • Berada di kamar terpisah
  • Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan berinteraksi dengan anggota keluarga lain
  • Selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer lebih sering
  • Menjaga jarak dengan anggota keluarga
  • Menggunakan peralatan makan yang berbeda dengan anggota keluarga lain
  • Segera mencuci alat makan dengan air dan sabun
  • Berjemur sekitar 10-15 menit setiap hari sebelum pukul 9 pagi dan setelah pukul 3 sore
  • Mengukur suhu tubuh dua kali sehari pada pagi dan malam
  • Mengukur saturasi oksigen menggunakan oximeter
  • Membuka jendela kamar secara berkala dan memerhatikan sirkulasi udara
  • Membersihkan kamar secara rutin dan wajib menggunakan masker, sarung tangan, serta goggle
  • Bersihkan benda yang disentuh oleh pasien COVID-19 menggunakan cairan disinfektan
  • Segera hubungi rumah sakit atau fasilitas kesehatan jika ditemukan adanya gejala yang lebih berat
Catatan dari SehatQPasien COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan tetap bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Berikan vitamin setiap harinya untuk menunjang imunitas tubuh supaya tetap kuat untuk melawan serangan virus. Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak dengan anggota keluarga lain saat isolasi mandiri di rumah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vitamin yang baik untuk pasien COVID-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vitaminsuplemencoronavirus
Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 3. https://www.papdi.or.id/pdfs/983/Buku%20Pedoman%20Tatalaksana%20COVID-19%205OP%20Edisi%203%202020.pdf
Diakses pada 2 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait