Sedang Diet? Rutabaga Adalah Pilihan Umbi yang Cocok untuk Anda


Rutabaga adalah jenis umbi dengan rasa manis dan kaya nutrisi. Hebatnya, di dalamnya terdapat vitamin C yang sudah memenuhi 107% kebutuhan harian.

(0)
03 Mar 2021|Azelia Trifiana
Rutabaga adalah tanaman umbi yang kaya akan vitamin CRutabaga adalah tanaman umbi yang kaya akan vitamin C
Rutabaga adalah jenis umbi dengan rasa manis dan kaya nutrisi. Asal mulanya adalah kata “rotabagge” yang berarti baggy root. Hebatnya, di dalamnya terdapat vitamin C yang sudah memenuhi 107% kebutuhan harian.Bukan hanya itu, tanaman yang sekilas mirip kubis ini juga mengandung banyak vitamin lain dan juga mineral. Terkadang, rutabaga disebut juga dengan nama Swedish turnip.

Kandungan nutrisi rutabaga

Dalam 1 rutabaga berukuran sedang (386 gram), terdapat kandungan nutrisi berupa:
  • Kalori: 143
  • Karbohidrat: 33 gram
  • Serat: 9 gram
  • Protein: 4 gram
  • Lemak: 0,5 gram
  • Vitamin C: 107% nilai harian
  • Potasium: 35% nilai harian
  • Magnesium: 18% nilai harian
  • Kalsium: 17% nilai harian
  • Vitamin E: 7% nilai harian
Berdasarkan kandungan nutrisi di atas, tanaman dengan warna putih kecokelatan ini merupakan sumber potasium, kalsium, magnesium, dan juga vitamin C yang unggul. Tak hanya itu, rutabaga juga mengandung fosfor dan selenium yang penting untuk energi dan kesehatan tulang.

Manfaat rutabaga untuk kesehatan

Berdasarkan penelitian, beberapa manfaat tanaman yang masuk dalam genus Brassica ini adalah:

1. Kaya antioksidan

Jika Anda mencari tanaman akar yang kaya antioksidan, rutabaga bisa jadi pilihan. Utamanya, sumber vitamin C dan vitamin E. Adanya vitamin C bisa menetralkan radikal bebas, komponen berbahaya yang dapat merusak sel dan memicu terjadinya stres oksidatif.Sementara vitamin E merupakan antioksidan larut lemak yang dapat mencegah kerusakan sel. Menariknya, kedua jenis vitamin ini bekerja dengan saling berkaitan. Setelah vitamin E habis, vitamin C akan membantu regenerasi sehingga bisa terus melindungi sel tubuh.Bukan hanya itu, tanaman yang berasal dari Eropa bagian utara ini juga kaya akan glucosinolates. Fungsi dari senyawa ini dapat mengurangi peradangan serta berpotensi mencegah penyakit jantung, kanker usus, kanker payudara, dan juga kanker prostat.

2. Kaya potasium

Di dalam satu rutabaga berukuran sedang, terdapat 1.180 miligram potasium. Ini sudah memenuhi 35% kebutuhan harian orang dewasa. Potasium adalah mineral yang penting untuk sinyal saraf serta kontraksi otot.Tak hanya itu, potasium juga bekerja bersama dengan sodium untuk mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh. Ini berhubungan dengan tekanan darah. Oleh sebab itu, mengonsumsi potasium yang cukup akan menurunkan risiko menderita stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

3. Potensi mencegah penuaan dini

Umbi yang satu ini juga berpotensi mencegah penuaan dini. Umumnya, potensi utama penuaan dini adalah pola makan sembarangan, merokok, hingga paparan sinar ultraviolet.Adanya vitamin C dalam tanaman akar ini membantu menetralkan radikal bebas di kulit. Tak hanya itu, vitamin ini juga membantu terbentuknya kolagen yang penting untuk kencangnya kulit.Dalam sebuah studi terhadap model 3D kulit manusia, ditemukan bahwa glucosinolates membantu melindungi dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mendukung studi tahun 2018 ini.

4. Baik untuk kesehatan usus

Tanaman yang termasuk cruciferous vegetable ini juga kaya akan serat. Dalam satu buah rutabaga berukuran sedang, terdapat 9 gram serat yang memenuhi 24% kebutuhan harian untuk laki-laki serta 36% kebutuhan perempuan.Jenis seratnya adalah tidak larut air. Artinya, dapat membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, serat juga bermanfaat untuk bakteri baik dalam pencernaan sebagai media pembentukan mikrobioma sehat.Di saat yang sama, mengonsumsi makanan kaya serat juga dapat menurunkan risiko menderita kanker usus, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2.

5. Potensi turunkan berat badan

Tanaman dengan nama lain Swedish turnip ini juga dikenal mampu menurunkan berat badan. Lagi-lagi, manfaat ini datang dari kandungan serat di dalamnya. Mengonsumsi makanan kaya serat akan membuat proses cerna menjadi pelan dan kenyang bertahan lama.Ini dapat mencegah seseorang merasa ingin makan terus menerus yang konsekuensinya adalah kenaikan berat badan.Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi serat juga memperkaya jenis bakteri baik dalam pencernaan. Penelitian pada pertengahan tahun 2017 lalu menemukan hubungan antara serat yang dapat mencegah kenaikan berat badan.Sangat mudah mengolah rutabaga ke dalam menu makanan sehari-hari. Beberapa metode yang bisa dilakukan seperti:
  • Direbus
  • Dipotong-potong dan digoreng
  • Dipanggang di oven
  • Ditambahkan ke sup
  • Ditambahkan ke salad
Secara umum, tanaman ini memiliki peran yang sama seperti halnya kentang, wortel, dan umbi-umbian lainnya dalam resep masakan.

Jadi, bagi Anda yang mencari umbi kaya serat dan mampu mengenyangkan lebih lama, rutabaga bisa menjadi pilihan. Jangan kehabisan ide mengolahnya karena begitu mudah dan rasanya pun lezat.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang umbi-umbian bernutrisi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan diethidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/rutabagas
Diakses pada 16 Februari 2021
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28286339/
Diakses pada 16 Februari 2021
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/nutrition-facts-for-rutabagas-2506772
Diakses pada 16 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait