Deep vein thrombosis adalah masalah gumpalan darah yang terbentuk dalam pembuluh vena
Wanita memiliki risiko mengalami DVT saat kehamilan

Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam merupakan masalah gumpalan darah yang terbentuk di bagian dalam pembuluh vena. Kondisi ini seringkali dialami oleh pria. Namun, karena perubahan hormon tubuh, wanita juga berisiko tinggi mengalami DVT. Wanita hamil, wanita yang sedang menggunakan kontrasepsi, atau wanita yang sedang dalam terapi pergantian hormon karena menopause, merupakan kelompok yang berisiko tinggi terkena DVT.

Risiko DVT saat Kehamilan

Selama kehamilan dan 6 minggu setelah melahirkan, wanita berisiko mengalami DVT 5 kali lipat lebih tinggi karena perubahan hormon dan fisik pada tubuh Anda.

Aliran darah yang melambat membuat penggumpalan darah lebih mungkin terjadi. Rahim yang masih melebar juga dapat menekan vena sehingga aliran darah terhalang. Jika wanita kurang bergerak atau jarang berolahraga selama kehamilan atau setelah melahirkan, maka risiko DVT pun akan meningkat.

Heparin adalah jenis obat yang biasanya dianjurkan dokter untuk mengatasi deep vein thrombosis pada wanita selama kehamilan. Jika Anda tidak meminum obat pengencer darah, dokter akan merekomendasikan alat tertentu untuk memijat area kaki sehingga peredaran darah tetap lancar.

Gejala DVT pada Wanita

Meskipun Anda tidak memiliki faktor risiko DVT, sangat penting untuk tetap berhati-hati dan mengenali gejala penyakit ini. Misalnya seperti, sering merasa pegal di area pergelangan kaki, betis, atau paha ketika berdiri atau berjalan lama. Gejala lainnya dapat berupa saat duduk dan bepergian dalam waktu yang lama kaki tiba-tiba membengkak, merasakan sensasi panas, atau terdapat kemerahan di kulit.

Mencegah DVT pada Wanita

Sebagai tindakan pencegahan DVT pada wanita, sebaiknya Anda selalu menjaga kondisi fisik agar tidak terlalu lelah. Contohnya, kenakan pakaian yang longgar atau tidak terlalu ketat, cukup istirahat, dan minum banyak cairan. Saat melakukan penerbangan yang jauh, cobalah berjalan-jalan di sekitar lorong atau melakukan peregangan kaki setiap satu atau dua jam agar peredaran darah tetap lancar.

Perencanaan Kelahiran

Alat kontrasepsi atau perencana kelahiran sudah sangat beragam. Mulai dari pil, patch, ring, implan, dan lain-lain. Kendati dianggap aman untuk wanita, masih ada risiko kemungkinan DVT yang mengancam kesehatan wanita.

Sebut saja pil kontrasepsi kombinasi. Pil kontrasepsi memiliki risiko 3 kali lipat lebih besar bagi wanita untuk terkena DVT. Alat kontrasepsi juga dapat menyebabkan gumpalan darah atau DVT selama melakukan penerbangan yang panjang. Namun, hal ini bergantung pada kondisi fisik setiap orang.

Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter sangat penting untuk memilih jenis alat kontrasepsi yang tepat. Misalnya pil kontrasepsi progestin, IUD, suntikan, dan implan.

Terapi Penggantian Hormon (HRT)

Sejumlah wanita yang berusia lanjut memilih terapi hormon estrogen untuk meringankan gejala menopause. Patut diketahui bahwa tindakan ini juga bisa menyebabkan DVT pada wanita.

Bahkan, peluang deep vein thrombosis akan bertambah seiring usia dan dapat menyebabkan hal-hal lain selama penuaan. Misalnya, kegemukan, gaya hidup kurang aktif, penyakit jantung, dan patah tulang.

Risiko penggumpalan darah pada pembuluh vena dapat diatasi dengan segera berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda mendapatkan terapi estrogen, tanyakan pada dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang cocok.

Oleh karena itu, mari lebih cermat dalam memilih alat kontrasepsi agar Anda terhindar dari risiko DVT pada wanita.

WebMD. https://www.webmd.com/dvt/women-dvt#1
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed