Jumlah tulang manusia di tubuh dapat berubah seiring bertambahnya usia
Jumlah tulang manusia ada 206 saat dewasa, dan 300 saat bayi

Jumlah tulang manusia, ternyata lebih banyak dari dugaan banyak orang. Lebih tidak disangka lagi, bayi ternyata memiliki jauh lebih banyak tulang dibandingkan dengan orang dewasa. Jumlah tulang orang dewasa adalah 206 tulang, sedangkan bayi memiliki sekitar 300 tulang.

Mengapa bisa begitu? Padahal, tubuh bayi berukuran jauh lebih kecil dibandingkan tubuh orang dewasa. Agar tidak semakin bingung, berikut ini penjelasan mengenai jumlah tulang manusia serta bagian-bagiannya, untuk Anda.

Jumlah tulang manusia: bayi dan dewasa

Tulang adalah organ yang sangat penting bagi tubuh. Pada orang dewasa, tulang menyumbang sekitar 15% dari total berat badan. Meski terlihat kaku, tulang sebenarnya terdiri dari jaringan hidup serta kalsium yang terus mengalami proses regenerasi.

Tulang pada tubuh, terus bergerak dan berganti, mengikuti perkembangan yang terjadi. Sifat inilah yang memungkinkan jumlah tulang manusia bisa berubah, saat bayi dan dewasa.

Pada bayi, masih terdapat banyak tulang yang belum tersambung satu sama lain. Seperti pada tulang tengkorak, misalnya. Anda pasti sering mendengar atau mungkin merasakan bahwa kepala bayi masih “empuk”.

Hal tersebut terjadi karena lempengan-lempengan tulang tengkorak di kepala bayi, belum menyatu. Celah yang ada di antara lempengan tulang tengkorak ini, dinamakan fontanel. Bagian inilah yang terasa lunak jika disentuh.

Seiring terjadinya pertumbuhan, lama-kelamaan lempengan tersebut akan menyatu menjadi tulang tengkorak. Sehingga, secara otomatis, jumlah tulang manusia kembali berkurang.

Celah-celah lempengan tulang ini akan ada selama masa pertumbuhan, dan seluruhnya akan menutup saat masa pertumbuhan selesai. Saat masa pertumbuhan selesai, maka jumlah tulang manusia sebanyak 206.

Mengenal proses pembentukan tulang

Pembentukan tulang, sudah dimulai sejak janin berusia 8 minggu. Namun, ketika bayi masih berada di dalam kandungan, banyak dari tulang-tulang keras dan kaku yang kita kenal, berlum terbentuk.

Pada masa itu, tubuh janin masih memiliki banyak tulang rawan. Sebab, janin perlu memiliki tubuh yang fleksibel agar bisa menyesuaikan posisi dengan rahim.

Proses pembentukan tulang di tubuh disebut sebagai osifikasi. Proses ini akan memberikan tulang empat lapisan penyusunnya, yaitu:

• Periosteum

Periosteum adalah lapisan tulang terluar. Pada lapisan ini, terdapat pembuluh darah dan saraf yang akan memberikan nutrisi serta rangsangan untuk tulang.

• Jaringan kompak

Jaringan kompak merupakan bagian tulang yang sangat keras dan padat. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan di bawahnya. Jaringan kompak, adalah bagian yang terlihat saat Anda melihat sebuah tulang, yaitu lapisan halus berwarna putih gading.

• Jaringan spons

Di bawah jaringan kompak, terdapat jaringan spons. Sesuai namanya, jaringan spons memiliki lubang-lubang kecil seperti sarang lebah. Hal ini berfungsi untuk membuat tulang ringan, tapi tetap kuat.

• Sumsum tulang

Ada sum-sum tulang di lapisan terdalam tulang,. Sumsum tulang adalah bagian yang memproduksi sel darah di tubuh kita.

Jenis-jenis tulang pada tubuh manusia

Dari total 206 jumlah tulang manusia dewasa, semuanya dibagi ke dalam lima kelompok jenis, yaitu tulang, panjang, pendek, datar, ireguler atau tidak beraturan, serta sesamoid.

• Tulang panjang

Contoh tulang yang termasuk sebagai tulang panjang adalah tulang lengan dan tulang kering di kaki. Tulang ini, merupakan tulang yang pertumbuhannya paling signifikan dan menjadi penentu tinggi tubuh seseorang.

• Tulang pendek

Sesuai namanya, tulang pendek berukuran lebih kecil dari tulang panjang. Bisanya, tulang ini berbentuk segi empat atau bulat. Contoh tulang pendek adalah tulang-tulang yang menyusun pergelangan tangan dan kaki.

• Tulang datar

Tulang datar adalah tulang berbentuk pipih yang tipis. Ukuran tulang datar bisa bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Contoh tulang pipih antara lain tulang rusuk, tulang panggul, dan lempengan tulang tengkorak.

• Tulang ireguler

Tulang yang berbentuk ireguler, tidak dapat masuk ke dalam kategori bentuk tulang panjang, pendek, maupun datar. Sebab, bentuk tulang ini cukup acak. Contoh dari tulang ireguler adalah tulang-tulang penyusun tulang belakang, tulang ekor, dan tulang pipi.

• Tulang sesamoid

Tulang sesamoid adalah tulang yang baru terbentuk setelah bayi dilahirkan. Tulang ini, terbentuk di dalam dia ntara tendon yang mengikat sendi-sendi di tubuh. Hanya ada dua tulang seamoid di dalam tubuh manusia, yaitu tulang patella, yang berada di lutut, dan tulang pisiform yang berada di area tangan.

Dari sekian banyak jumlah tulang manusia, semuanya bisa tersusun sedemikan rupa sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan baik, dan menopang pergerakan tubuh kita. Karena itu, menjaga kesehatan tulang penting untuk dilakukan.

Rutinlah mengonsumsi makanan yang baik untuk tulang, seperti makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D. Agar tulang sehat, Anda juga perlu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Jangan lupa rutin berolahraga, untuk menjaga tulang tetap kuat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-many-bones-does-a-baby-have
Diakses pada 17 Desember 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/bones
Diakses pada 17 Desember 2019

Inner Body. https://www.innerbody.com/image/skelfov.html
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed