Sebenarnya Apa Penyebab Kepala Bayi Peyang?

(0)
11 Jun 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Plagiosefali atau kepala bayi peyang saat lahir tidak selalu mengindikasikan kondisi yang berbahayaKepala bayi peyang tidak selalu mengindikasikan kondisi berbahaya
Saat lahir, kepala bayi adalah salah satu bagian yang perlu diperhatikan oleh kedua orangtua. Sebab, adanya kelainan pada kepala dapat menjadi pertanda gangguan pada otak. Selain kelainan ukuran, kelainan bentuk kepala juga dapat terjadi. Salah satu kasus yang paling umum adalah bentuk kepala bayi peyang.Kepala bayi peyang sering terjadi pada bayi berusia di bawah 5 bulan. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir dengan kepala bayi peyang karena kondisi ini merupakan hal yang normal terjadi, dan umumnya akan menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi. Tulang tengkorak bayi juga masih bisa berubah bentuk selama perawatan dilakukan secara tepat dan sedini mungkin. 

Penyebab kepala bayi peyang 

Kepala bayi peyang dalam istilah medis disebut dengan plagiosefali, yaitu pendataran kepala pada satu sisi sehingga tampak tidak simetris. Jika Anda perhatikan kepala bayi yang peyang, dapat terlihat posisi telinga kanan dan kiri yang tidak sejajar.Kepala bayi juga bisa mengalami pendataran pada bagian belakang. Kondisi ini disebut dengan brakisefali dan bisa membuat kepala bayi tampak melebar dengan dahi yang menonjol.Kondisi peyang bisa terjadi dari saat bayi di dalam kandungan. Beberapa penyebabnya antara lain:Bayi juga bisa lahir dalam kondisi kepala yang tidak peyang, lalu lama kelamaan mengalami perubahan bentuk kepala menjadi datar. Ada beberapa hal yang bisa memicu hal ini, antara lain:

1. Tidur dalam posisi yang sama

Setelah bayi lahir, kepala bayi dapat menjadi peyang apabila bayi tidur dengan posisi yang sama dalam jangka waktu panjang. Hal ini normal terjadi karena bayi pada beberapa bulan pertama belum cukup kuat untuk menggerakkan kepalanya sendiri.Walaupun demikian, jangan mengganti posisi tidur bayi menjadi tengkurap hanya untuk menghindari kepala bayi peyang. Posisi tidur tengkurap dapat berbahaya bagi bayi. Pertahankan posisi telentang pada bayi. Dengan posisi tidur telentang, bayi terlindungi dari kejadian kematian bayi meninggal mendadak atau sudden infant death syndrome.

2. Bayi lahir kurang bulan atau prematur

Bayi yang lahir secara prematur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kepala peyang. Hal ini disebabkan kondisi tulang yang masih lunak. Selain itu, sebagian besar bayi prematur akan mengalami perawatan dalam inkubator untuk waktu yang cukup lama.Bayi prematur juga cenderung tidur dalam satu posisi yang sama karena mereka tidak memiliki otot yang cukup kuat untuk menggerakkan kepalanya sehingga kepala mereka rentan menjadi peyang.

3. Bayi lahir dengan tortikolis

Tortikolis merupakan suatu gangguan pada otot leher yang terjadi saat bayi lahir. Hal ini menyebabkan posisi kepala bayi cenderung miring ke satu sisi sehingga menyebabkan kepala bayi peyang.Dokter akan menganjurkan bayi dengan kepala tortikolis untuk melakukan fisioterapi. Dalam fisioterapi, Anda akan diajarkan cara memberikan peregangan otot leher yang benar pada bayi. Latihan ini dapat dilakukan beberapa kali sehari untuk mengurangi kondisi tortikolis yang dialami.

4. Kraniosinostosis

Tulang tengkorak terdiri atas gabungan beberapa tulang. Ketika bayi baru lahir, sambungan antar tulang tersebut belum menutup atau menyatu sempurna. Apabila terjadi penyatuan pada sambungan antar tulang lebih awal, kondisi ini disebut dengan kraniositosis. Kraniositosis merupakan penyebab kepala bayi peyang yang jarang terjadi karena hanya dialami oleh setiap 1 dari 2000 bayi lahir.Penyatuan antar tulang tengkorak yang terjadi terlalu cepat menyebabkan kepala menjadi tidak proporsional dan berukuran lebih kecil. Terkadang, kondisi ini juga dapat menghambat pertumbuhan tulang dan otak di dalamnya.Apabila tidak diperbaiki, kraniositosis dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan kepala dan peningkatan tekanan intrakranial, yaitu tekanan yang terjadi pada dalam tengkorak karena massa di dalamnya yang terlalu besar.

Catatan dari SehatQ

Kepala bayi peyang adalah kelainan bentuk kepala yang tidak berbahaya. Kondisi ini tidak akan mengurangi kerja otak bayi maupun memicu gangguan kesehatan tertentu. Hingga saat ini belum ada cara yang efektif untuk mencegah bayi lahir dalam kondisi kepala peyang. Namun, perawatan setelah bayi lahir bisa dilakukan untuk memperbaiki bentuk kepalanya.Sebagai langkah awal, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter dapat memberikan berbagai solusi untuk mengurangi kondisi peyang di kepala bayi secara perlahan-lahan.  
mikrosefali
Nationwidechildrens. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2016/12/babys-head-shape-should-you-be-concerned
Diakses pada Mei 2019
BabyCentre. https://www.babycentre.co.uk/a1042681/plagiocephaly-and-brachycephaly-flat-head-syndrome
Diakses pada Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/plagiocephaly-brachycephaly/
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait