Sebelum Menggunakan, Waspadai 3 Bahaya Menstrual Cup Ini

27 Jun 2019 | Oleh
Meski ada bahaya menstrual cup yang perlu Anda hindari, namun sebenarnya menstrual cup tetap aman digunakan
Meski ada bahaya menstrual cup yang perlu Anda hindari, namun sebenarnya menstrual cup tetap aman digunakan

Setidaknya ada lebih dari 45 juta perempuan Indonesia punya tamu bulanan yang secara tidak disadari akan berkontribusi ‘menambah’ sampah pembalut dan tampon di bumi ini. Itu sebabnya, beralih ke menstrual cup kian gencar diserukan. Pertanyaannya, adakah bahaya menstrual cup?

3 Bahaya menstrual cup?

Sebenarnya, tidak ada efek samping dari menggunakan menstrual cup. Bahan plastik yang digunakan pun sudah lolos tes alergi. Menstrual cup 100% aman, namun bisa jadi tidak aman apabila penggunaannya kurang tepat.

Berikut 3 bahaya menstrual cup:

  • Toxic Shock Syndrome

Sindrom ini biasa dikaitkan dengan pengguna tampon. Meski demikian, jika Anda tidak membersihkan menstrual cup dengan baik, bakteri Staphylococcus aureus bisa berkembang biak. 

Selain itu, peneliti di Lyon Prancis menemukan risiko lain berkembangnya bakteri ini karena udara yang terperangkap di vagina saat proses memasangnya. Tapi ini masih uji laboratorium, belum pada responden.

Jika terinfeksi, gejalanya adalah demam, ruam di tangan dan kaki, hingga diare. Meski demikian, sindrom ini tidak akan terjadi selama Anda rutin membilas menstrual cup dalam waktu 12 jam sekali.

Bisa jadi, orang lupa membilas menstrual cup karena setelah terbiasa menggunakannya, rasanya seperti tidak memakai apa-apa.

  • Iritasi

Iritasi mungkin saja terjadi apabila Anda tidak mencuci tangan sebelum menyentuh menstrual cup. Kebersihan adalah inti dari penggunaan menstrual cup.

Ketika mengganti dan membilas, pastikan tangan Anda bersih. Gunakan sabun lembut tanpa pewangi untuk membersihkan, baru kemudian pasang lagi ke vagina.

Ketika periode menstruasi selesai, Anda bisa melakukan sterilisasi menstrual cup dengan cara merebus dan menyimpannya di tempat yang tidak kedap udara.

  • Rasa jijik

Masih banyak stigma yang menganggap menstruasi sebagai hal yang menjijikkan. Nyatanya, ini adalah siklus alami wanita yang tak perlu membuat malu.

Bahaya menstrual cup ketiga lebih ke rasa psikologis jika tidak terbiasa melihat darah atau seakan-akan menyentuh langsung darah di dalam menstrual cup.

Namun setelah terbiasa, rasa jijik ini justru akan berganti 180 derajat. Tidak ada lagi sampah pembalut yang kadang menimbulkan aroma kurang sedap, tak perlu mencuci pembalut sekali pakai, dan menstruasi Anda akan terasa jauh lebih bersih.

Amankah bagi perempuan yang belum menikah?

Di Indonesia, perempuan yang belum menikah dianggap masih perawan karena masih memiliki selaput dara yang utuh. Padahal selaput dara bisa rusak tak hanya karena berhubungan seks saja, tetapi karena olahraga berat, naik sepeda, atau bahkan karena kecelakaan.

Selaput dara sendiri merupakan jaringan tipis di vagina yang memiliki lubang sehingga darah menstruasi dari rahim bisa keluar. Bentuk, ukuran lubang selaput dara dan elastisitasnya pada setiap wanita berbeda-beda. 

Secara teori, perempuan yang belum menikah bisa menggunakan menstrual cup. Cara memasukkannya adalah dengan melipat dan menguncupkan menstrual cup kemudian diselipkan melewati selaput dara.

Anda yang belum menikah dapat memilih ukuran menstrual cup yang lebih kecil. Dengan teknik yang benar, menstrual cup dapat digunakan oleh perempuan yang belum menikah tanpa merobek selaput dara.

Namun, bila Anda merasa tidak nyaman menggunakan menstrual cup, Anda bisa memilih tetap menggunakan pembalut saja.

Bagaimana menggunakan menstrual cup?

Penggunaan menstrual cup semakin populer di kalangan wanita Indonesia belakangan ini. Sangatlah wajar jika merasa janggal dengan proses memasang benda berbahan plastik ke vagina. 

Meski demikian, menstrual cup sangatlah nyaman digunakan apabila sudah melalui proses trial and error. Ada beberapa cara pasang yang bisa Anda pilih dan menstrual cup akan menampung darah menstruasi.

Mengganti dan membilasnya pun mudah, dengan durasi mulai dari 4-12 jam sekali bergantung pada deras tidaknya menstruasi Anda. 

Bandingkan efisiensinya: pembalut sekali pakai yang hanya bisa menampung sekitar 5 ml darah versus menstrual cup yang bisa menampung 25-30 ml darah. Selain itu, masa pakainya mencapai 10 tahun.

Menstrual cup, solusi masalah sampah dan bahan kimia

Seperti yang telah disebutkan, pembalut berkontribusi terhadap masalah sampah. Sampah pembalut di Indonesia mencapai 26 ton setiap harinya. Faktanya, perlu waktu 200-800 tahun untuk mendegradasi sampah pembalut. 

Waktu ini jauh lebih lama dibandingkan dengan proses degradasi botol plastik yang perlu waktu 70-450 tahun. Tentunya, sangat berbahaya bagi ekosistem dan hewan laut di sekitar kita.

Selain itu, bukan rahasia lagi bahwa pembalut sekali pakai juga mengandung zat kimia seperti klorin dan dioxin yang digunakan dalam proses bleaching. Belum lagi, ada zat kimia lain yang kadang membuat kulit iritasi.

WHO saja sudah menegaskan bahwa zat-zat beracun seperti dioxin bisa memicu beragam penyakit seperti kanker serviks, malfungsi tiroid, kemandulan, hingga mengganggu kekebalan tubuh.

Meski ada bahaya menstrual cup tetapi semua itu sangatlah tidak signifikan dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh. Jadi, tidak ada salahnya memberanikan – dan menyamankan – diri untuk beralih ke menstrual cup.

Demi kesehatan dan demi lingkungan, mengapa tidak? Tapi jangan melakukannya karena tekanan mengikuti tren ya, sesuaikan dengan rasa nyaman setiap individu.

Referensi

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dioxins-and-their-effects-on-human-health
Diakses pada 25 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/17685.php
Diakses pada 25 Mei 2019

Independent. https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/toxic-shock-syndrome-mooncups-tampons-risk-tss-menstrual-america-study-a8314546.html
Diakses pada 25 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/menstrual-cup#1
Diakses pada 25 Mei 2019

OrganiCup. https://www.organicup.com/blog/hymen-virginity-menstrual-cup/
Diakses pada 25 Mei 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top