5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengonsumsi Suplemen Makanan

Suplemen makanan bisa membantu Anda dalam mencukupi kebutuhan nutrisi.
Meski bermanfaat, suplemen makanan bukanlah pengganti variasi makanan dengan gizi seimbang.

Suplemen makanan bisa dikonsumsi untuk melengkapi gizi yang dibutuhkan tubuh. Biasanya, suplemen makanan dibutuhkan ketika kandungan gizi dari makanan yang kita konsumsi tidak memenuhi angka kecukupan gizi.

Anda bisa menemukan berbagai jenis produk suplemen makanan dijual bebas. Bisa berupa tablet, bubuk, kapsul, maupun minuman. Suplemen ini juga bisa direkomendasikan untuk melengkapi perawatan medis yang sedang dijalankan.

Mampukah suplemen makanan memenuhi kebutuhan gizi harian?

Vitamin dan mineral dalam suplemen makanan sebenarnya juga tersedia pada makanan yang biasanya Anda santap. Namun, zat gizi ini dikemas dengan konsentrasi dan dosis tinggi. Misalnya, ekstrak bawang putih atau minyak ikan.

Karena kandungan gizi berikut ini, suplemen makanan bisa membantu memelihara kondisi kesehatan tubuh Anda.

  1. Kalsium dan vitamin D:

    membantu menjaga kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang
  2. Asam folat:

    mengurangi risiko kelainan pada bayi
  3. Asam lemak omega 3 dari minyak ikan:

    menjaga kesehatan jantung
  4. Kombinasi vitamin C dan E, zat besi, copper (zat tembaga), lutein dan zeaksantin:

    mampu memelihara kesehatan mata di usia tua

Siapa saja yang membutuhkan suplemen makanan?

Ibu hamil dan menyusui membutuhkan suplemen makanan,
untuk mencukupi kebutuhan nutrisi.

Untuk beberapa kondisi, ahli kesehatan memang merekomendasikan konsumsi suplemen makanan. Sebab pada waktu tertentu, tubuh memerlukan tambahan nutrisi, yang belum bisa tercukupi hanya dari makanan.

Mereka yang memerlukan tambahan suplemen antara lain adalah:

  • Ibu hamil atau yang sedang menyusui
  • Kaum vegetarian
  • Individu yang memiliki kondisi alergi makanan atau intoleransi
  • Kaum lansia
  • Pasien dengan penyakit tertentu, misalnya kanker, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau penyakit tulang

Suplemen makanan sekadar pelengkap, bukan pengganti

Makanan yang kita konsumsi memiliki susunan elemen nutrisi yang sangat beragam. Tidak hanya vitamin dan mineral, tetapi juga serat, nutrisi penting seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta fitonutrien atau zat kimia dari sumber nabati. Elemen inilah yang digunakan tubuh untuk memenuhi kebutuhan kita.

Meskipun bisa membantu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, suplemen makanan tetap tidak bisa menggantikan variasi makanan untuk memenuhi asupan gizi seimbang.

Tambahan makanan juga bukanlah obat, sehingga tidak memberikan efek penyembuhan secara medis. Jadi, suplemen makanan ini tidak bisa menurunkan tekanan darah atau menyeimbangkan kadar gula.

Adakah efek samping dari suplemen makanan?

Hati-hati, mengonsumsi vitamin C berlebihan bisa
meningkatkan risiko terhadap batu ginjal.

Suplemen makanan mengandung bahan aktif yang bisa memberikan efek pada tubuh. Sebaiknya, Anda selalu waspada akan kemungkinan munculnya efek samping negatif dari suplemen yang Anda konsumsi, atau jika baru pertama kali mengonsumsi suplemen jenis tertentu.

Efek samping yang terjadi juga bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari jenis suplemen yang diminum. Misalnya, suplemen pencernaan seperti probiotik bisa memicu alergi atau intoleransi laktosa. Sementara itu, kelebihan vitamin C bisa menyebabkan penumpukan vitamin tersebut pada ginjal ,dan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Minum suplemen melebihi dosis tidak berarti lebih baik, malah bisa melampaui rekomendasi asupan harian. Overdosis suplemen ini akan membahayakan tubuh dan menimbulkan potensi keracunan. Berhati-hatilah terhadap mineral dan jenis vitamin yang larut dalam lemak, karena bisa menumpuk dalam sistem tubuh.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya diingat dalam mengonsumsi suplemen harian.

  • Selalu ikuti petunjuk dari dokter Anda mengenai jenis, dosis dan waktu untuk mengonsumsinya.
  • Jika Anda mengonsumsi suplemen secara mandiri (tanpa rekomendasi dokter), ikuti petunjuk penggunaannya pada kemasan suplemen.
  • Catat penggunaan suplemen. Buatlah daftar jenis produk suplemen dan waktu konsumsinya. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya overdosis.
  • Catat reaksi tubuh yang terjadi secara signifikan setelah mengonsumsi suplemen, dan berkonsultasilah dengan dokter.
  • Jika terjadi efek samping terutama saat Anda mengombinasikan suplemen dengan obat, berkonsultasilah dengan dokter secepatnya.

WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/truth-behind-top-10-dietary-splements#1
Diakses pada 24 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-too-much-vitamin-c#kidney-stones
Diakses pada 24 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-side-effects#section4
Diakses pada 24 Januari 2020

National Institutes Of Health. https://ods.od.nih.gov/HealthInformation/DS_WhatYouNeedToKnow.aspx
Diakses pada 24 Januari 2020

National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279425/
Diakses pada 24 Januari 2020

Artikel Terkait