Sebelum Jadi Parah, Jangan Abaikan Ciri-Ciri Maag Ini

Gejala maag yang parah harus ditangani dengan obat maag dengan konsultasi dokter.
maag yang tidak ditangani bisa berubah menjadi parah

Mual dan sakit perut di bagian atas merupakan dua ciri-ciri umum penyakit maag. Sebagian besar orang menganggap bahwa ciri-ciri maag tersebut bisa diatasi dengan obat maag yang dijual di apotek.

Padahal bisa saja gejala itu lebih parah dari yang dibayangkan sehingga membutuhkan konsultasi dengan dokter. Jika Anda mengalami gejala maag, terlebih untuk pertama kalinya, segera konsultasikan dulu ke dokter agar Anda bisa mendapatkan diagnosis yang lengkap mengenai kondisi maag Anda.

Jika Anda hanya mengandalkan obat maag tanpa diagnosis dokter, ada risiko Anda tidak mengobati maag secara benar dan akhirnya malah menimbulkan penyakit yang lebih parah.

Apa saja ciri-ciri maag?

Biasanya gastritis (maag) yang disebabkan oleh infeksi bakteri tidak menimbulkan gejala yang terlihat jelas. Namun, gejala umum gastritis yang dialami dapat berupa muntah, mual, rasa sakit di perut bagian atas, kembung, kurangnya nafsu makan, dan cegukan.

Pada kasus gastritis yang sudah parah, gejala yang dialami bisa berupa:

  • Muntah darah atau muntah berlebih yang berwarna kuning atau hijau.
  • Rasa sakit di dada.
  • Tinja yang berbau busuk.
  • Sesak napas.
  • Sakit perut yang parah dan diiringi demam.
  • Berkeringat secara berlebih.
  • Pusing dan pingsan.
  • Tinja yang berwarna hitam atau mengandung darah.
  • Detak jantung yang cepat.

Tipe-tipe penyakit maag

Penyakit gastritis memiliki dua jenis, yaitu gastritis erosif dan gastritis nonerosif. Gastritis erosif sifatnya lebih parah karena membuat dinding lambung terkikis secara bertahap hingga bisa menimbulkan luka.

Sementara gastritis nonerosif hanya menyebabkan peradangan tanpa menimbulkan luka dan pengikisan, tetapi gastritis tipe ini juga mengakibatkan perubahan pada dinding lambung.

Penyebab maag

Penyakit gastritis dapat dipicu oleh berbagai hal, tetapi yang paling umum adalah dikarenakan infeksi bakteri H.pylori pada dinding lambung. Selain infeksi dari bakteri H.pylori, penyebab ciri ciri maag lainnya adalah karena sistem imun yang menyerang sel di lambung.

Keadaan tersebut dikenal dengan istilah gastritis autoimun yang menyebabkan pengikisan pada pelindung dinding lambung. Namun, kondisi ini lebih rentan dialami oleh penderita penyakit Hashimoto dan diabetes tipe 1.

Penyakit atau kondisi medis lain yang mampu menimbulkan gastritis adalah HIV/AIDS, infeksi parasit di lambung, penyakit Crohn, munculnya kista di lambung, cairan empedu yang masuk ke dalam lambung (reflux empedu), dan sebagainya.

Konsumsi alkohol, ganja, obat antisakit secara berlebih juga dapat menghilangkan pelindung di dinding lambung yang menyebabkan peradangan dan memicu gastritis. Cedera tertentu pada lambung, seperti luka akibat bedah, dan sebagainya mampu mengakibatkan gastritis.

Apa yang terjadi jika maag tidak diatasi dengan segera?

Gastritis yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan pendarahan, tumor, dan luka pada lambung. Meskipun jarang, tetapi beberapa jenis gastritis meningkatkan risiko terkena kanker perut.

Umumnya, gastritis yang memunculkan kanker perut disebabkan karena pengikisan dinding lambung secara terus menerus yang mengubah sel-sel pada dinding lambung.

Selain meningkatkan risiko kanker perut, gastritis berkepanjangan bisa menimbulkan anemia akibat pendarahan pada dinding lambung dan kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 disebabkan karena penyerapan vitamin B12 yang terganggu.

Kaitan gastritis dan kanker perut

Gastritis yang disebabkan oleh infeksi H. pylori dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker perut. Gejala maag yang awalnya terlihat ringan perlahan menjadi semakin parah saat infeksi H.pylori menimbulkan gastritis atrofik kronis atau metaplasia usus.

Kondisi gastritis atrofik kronis muncul ketika kelenjar dalam lambung sudah tidak ada atau rusak. Namun, kondisi ini tidak selalu diakibatkan oleh infeksi H. pylori, tetapi juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun di lambung.

Sementara itu, metaplasia usus atau keadaan saat dinding lambung diganti dengan sel-sel yang hampir serupa dengan sel-sel pada usus dapat terjadi. Terkadang metaplasia usus bisa berkembang menjadi gastritis atrofik kronis dimana sel-sel di lambung tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Meskipun demikian, peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana metaplasia usus maupun gastritis atrofik kronis dapat menjurus ke kanker perut.

Akan tetapi, infeksi H. pylori ditemukan dapat mengubah beberapa kandungan dalam makanan menjadi senyawa kimia yang mampu mengubah DNA pada sel di dinding lambung. Hal ini yang kemungkinan membuat infeksi H. pylori di lambung berisiko berkembang menjadi kanker perut.

Konsultasikan ke dokter

Jangan menyepelekan ciri-ciri maag yang dialami karena bila tidak ditangani dengan benar bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius. Segera kunjungi dokter bila Anda atau kerabat mengalami ciri ciri maag di atas.

 

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html
Diakses pada 25 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807
Diakses pada 25 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/309046.php
Diakses pada 25 Juni 2019

NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastritis
Diakses pada 25 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gastritis/
Diakses pada 25 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-gastritis#1
Diakses pada 25 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed