Berencana Melakukan Babymoon? Ikuti Tips Aman Jalan-jalan saat Hamil Ini

Babymoon bertujuan untuk menikmati momen romantis bersama pasangan sebelum hadinya bayi
Pemilihan destinasi dalam babymoon perlu dipertimbangkan

Akhir-akhir ini, babymoon menjadi tren di berbagai kalangan ibu hamil, terutama pada pasangan yang menantikan anak pertama. Kepopuleran istilah ini semakin meningkat setelah banyak selebgram ataupun artis-artis yang mengabadikan momen babymoon mereka di berbagai akun media sosialnya. Sebenarnya, apa sih babymoon itu?

Mengenal istilah baby moon

Babymoon adalah liburan besar terakhir yang dilakukan sebelum memiliki bayi. Kegiatan ini dilakukan layaknya bulan madu kedua bersama pasangan. Tujuannya adalah untuk menikmati momen romantis berdua sebelum hadirnya bayi di tengah-tengah keluarga Anda.

Babymoon dapat meningkatkan kehangatan dan komunikasi Anda bersama pasangan. Selain itu, setelah melahirkan juga mungkin Anda dan pasangan akan sama-sama sibuk dalam mengurus bayi sehingga tidak dapat menikmati waktu untuk berdua. Sehingga, babymoon menjadi momen yang tepat untuk menikmati waktu berkualitas berdua sebelum sibuk mengurus bayi.

Mengenai kapan babymoon sebaiknya dilakukan, idealnya kegiatan jalan-jalan ini diselenggarakan pada trimester kedua atau awal trimester ketiga kehamilan, yaitu tepatnya minggu ke-14 sampai 27 kehamilan. Pada periode tersebut, gejala kehamilan tergolong ringan sehingga Anda memiliki cukup energi untuk melakukan perjalanan.

Tips aman jalan-jalan saat hamil

Jika Anda ingin melakukan babymoon, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar perjalanan berjalan aman, baik bagi Anda maupun janin. Berikut beberapa tips aman jalan-jalan saat hamil:

  • Meminta izin dokter

Sebelum melakukan babymoon, sebaiknya Anda meminta izin terlebih dahulu pada dokter kandungan. Dokter harus memeriksa kondisi Anda terlebih dahulu, untuk memastikan apakah boleh untuk melakukan perjalanan atau tidak. Selain itu, agar dokter juga mengetahui bahwa Anda sedang melakukan perjalanan, sehingga jika terjadi apa-apa Anda bisa menghubungi dokter Anda.

Setelah mendapat izin dari dokter, barulah Anda bisa mempersiapkan rencana babymoon. Biasanya dokter akan merekomendasikan babymoon pada usia kehamilan 14-27 minggu.

  • Merencanakan perjalanan

Ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Sebelum melakukan babymoon, Anda tentu harus membuat rencana perjalanan Anda terlebih dahulu. Perencanaan ini berkaitan dengan pilihan destinasi, tempat menginap, kegiatan yang dilakukan, dan perlengkapan yang harus Anda bawa.

  • Melakukan kegiatan yang aman

Ketika melakukan babymoon, jangan memilih kegiatan yang berisiko, seperti mendaki gunung atau menyelam, yang dapat membahayakan nyawa Anda dan janin. Pilihlah kegiatan yang ramah dengan ibu hamil, seperti berjalan di tepi pantai, melihat pemandangan, melihat pameran lukisan, menikmati udara di bangku taman, dan kegiatan lainnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut aman untuk Anda lakukan karena tidak berbahaya dan tidak menguras terlalu banyak energi. Selain itu, suasana hati Anda juga akan menjadi lebih baik dan Anda akan merasakan momen yang berkesan bersama pasangan.

  • Membawa berbagai perlengkapan

Jika Anda hendak pergi ke tempat yang sinar mataharinya terik, seperti pantai misalnya, maka Anda perlu membawa tabir surya. Persediaan air minum juga sangat diperlukan, agar Anda terhindar dari dehidrasi. Sementara, jika Anda pergi ke tempat yang beriklim dingin, maka Anda harus menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk mencegah terjadinya hipotermia.

Bawa juga berbagai vitamin kehamilan dan camilan sehat, seperti buah atau biskuit yang bernutrisi, karena biasanya ibu hamil tiba-tiba merasa lapar. Selain itu, Anda juga harus membawa catatan kehamilan Anda. Ini bertujuan untuk membantu jika terjadi sesuatu pada Anda, sehingga orang setempat yang menemukan Anda dapat mengetahui riwayat kondisi Anda dan menghubungi bantuan medis dengan segera.

Destinasi yang direkomendasikan

Dalam keadaan hamil, Anda tidak mungkin memilih destinasi yang terlalu jauh karena berisiko membuat Anda kelelahan sehingga malah tidak bisa menikmati liburan. Pilihlah destinasi babymoon yang tidak terlalu jauh, kurang lebih hanya memakan waktu sampai 4-5 jam perjalanan. Jika berkendara dengan mobil, pastikan untuk berhenti setiap satu jam agar Anda dapat beristirahat dan meregangkan kaki. 

Sebaiknya, Anda memilih tempat yang tenang agar dapat menurunkan stres menjelang melahirkan. Pilih juga tempat yang dekat dengan klinik atau rumah sakit sehingga jika terjadi sesuatu pada Anda atau janin, bantuan medis dengan mudah dapat diberikan. Anda juga harus menghindari daerah yang rawan virus zika demi kesehatan janin Anda.

Namun, jika Anda begitu menginginkan perjalanan ke luar negeri maka Anda harus bertanya mengenai persyaratan pada maskapai yang akan dipilih mengenai perjalanan ibu hamil. Sebenarnya, destinasi di dalam negeri juga banyak yang tak kalah menarik dari destinasi di luar negeri.

Anda bisa menikmati berbagai tempat wisata menarik, seperti pantai, candi, pedesaan, ataupun tempat lain yang memiliki keindahan. Babymoon baik dilakukan jika Anda memang ingin menghabiskan waktu bersama dengan pasangan sebelum Si Kecil datang.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-a-baby-moon-2760079
Diakses pada Juli 2019

What to expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/photo-gallary/planning-a-babymoon.aspx
Diakses pada Juli 2019

Patient. https://patient.info/news-and-features/what-to-pack-on-your-babymoon
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/pre-baby-vacation#1
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed