logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Sebabkan Hilang Kesadaran dalam Hitungan Menit, Ini Bahaya Keracunan Karbon Monoksida

open-summary

Karbon monoksida adalah salah satu gas tak berwarna dan berbau. Meski begitu, bila terhirup terlalu banyak, gas ini dapat menyebabkan keracunan.


close-summary

11 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Kompor gas

Menghirup karbon monoksida terlalu banyak dapat berdampak fatar

Table of Content

  • Keracunan karbon monoksida
  • Mendiagnosis keracunan CO
  • Faktor risiko keracunan
  • Cara mencegah keracunan

Meski tidak berwarna dan tidak berbau, bahaya gas karbon monoksida terhadap manusia adalah bisa menyebabkan keracunan. Ini terjadi ketika jumlah gas CO yang terhirup terlalu banyak.

Advertisement

Umumnya, keracunan karbon monoksida terjadi dalam ruangan dengan sirkulasi udara buruk. Ketika terjadi penumpukan CO di aliran darah, maka jaringan bisa mengalami kerusakan parah.

Keracunan karbon monoksida

Setiap harinya, manusia selalu berpeluang terpapar karbon monoksida dalam jumlah kecil. Namun apabila terlalu banyak menghirup CO di ruangan berventilasi buruk seperti garasi, maka bisa menyebabkan keracunan karbon monoksida.

Bahaya gas karbon monoksida terhadap manusia adalah saat terhirup, bisa menggantikan oksigen dalam darah. Tak hanya itu, ini juga mengancam organ vital seperti jantung, otak, dan lainnya.

Menghirup CO dalam jumlah banyak bisa membuat seseorang tak sadarkan diri dan sulit bernapas, meski hanya dalam hitungan menit.

Kondisi ini cukup serius dan bisa mengancam nyawa. Segera cari bantuan medis apabila melihat atau mengalami gejala-gejala seperti:

  • Sakit kepala seperti dihantam benda tumpul
  • Tubuh terasa lesu
  • Mual
  • Muntah
  • Merasa bingung
  • Kesulitan bernapas

Apabila jumlah CO yang terhirup sangat banyak, tubuh akan mulai mengganti oksigen dalam darah dengan karbon monoksida. Di sinilah seseorang bisa kehilangan kesadaran, bahkan mengalami kematian.

Orang yang terpapar sumber CO harus segera mendapatkan penanganan medis darurat. Ini wajib dilakukan meskipun tidak menunjukkan gejala keracunan sedikit pun.

Mendiagnosis keracunan CO

Untuk mendiagnosis keracunan karbon monoksida, dokter atau perawat akan mengambil sampel darah. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak kadar CO dalam darah.

Ketika kadarnya sudah meningkat hingga lebih dari 70 ppm (parts per million), umumnya gejala akan semakin terlihat. Contohnya seperti mual, sakit kepala, hingga hilang kesadaran.

Kemudian, dokter akan memberikan penanganan sesegera mungkin setibanya Anda di rumah sakit. Beberapa bentuk penanganannya seperti:

  • Terapi oksigen

Cara terbaik untuk menangani keracunan CO adalah dengan menghirup oksigen murni. Penanganan ini bisa meningkatkan kadar oksigen dalam darah, sekaligus membantu menghilangkan karbon monoksida.

Dokter akan memberikan masker oksigen di hidung dan mulut, kemudian pasien diminta menghirupnya. Apabila tidak bisa bernapas sendiri, pemberian oksigen dilakukan melalui ventilator.

  • Terapi oksigen ruangan hiperbarik

Dokter akan meminta pasien menghirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan udara tinggi. Tekanan udara dalam ruangan ini dua kali lebih besar daripada udara normal.

Lewat penanganan ini, kadar oksigen dalam darah akan meningkat dengan cepat. Umumnya, ini dilakukan apabila seseorang mengalami keracunan karbon monoksida cukup parah atau bagi ibu hamil.

  • Penanganan darurat

Seseorang yang mengalami keracunan CO tidak boleh melakukan penanganan sendiri. Apabila ada indikasi keracunan, segera cari udara terbuka dan pertolongan darurat. Jangan menyetir seorang diri ke rumah sakit karena ada risiko kehilangan kesadaran saat berkendara.

Risiko jangka panjang keracunan CO bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Bahkan kasus ringan saja dapat memicu terjadinya kerusakan otak, jantung, organ, hingga kematian.

Baca Juga

  • Intip Cara Mengobati Bronkitis dengan Madu yang Praktis Berikut Ini
  • Cara Mengatasi Sesak Napas untuk Penderita CCHS
  • TB MDR yang Kebal Obat, Ketahui Penyebab Hingga Cara Mencegahnya

Faktor risiko keracunan

Penting untuk tahu kapan risiko mengalami keracunan karbon monoksida meningkat, seperti ketika berada di dekat:

  • Kompor gas
  • Pemanas air
  • Api unggun
  • Mobil yang menyala di ruangan tertutup
  • Tungku pembakaran

Peralatan di atas sebenarnya hanya memproduksi sedikit CO. Meski demikian, apabila lingkungan sekitarnya tidak memiliki sirkulasi yang baik, maka kadar karbon monoksida di udara bisa meningkat secara signifikan.

Siapapun yang memasang alat-alat di atas di rumah, harus menempatkan alat deteksi CO di dekatnya. Selain itu, hindari pula meninggalkan mobil dalam kondisi menyala di ruangan tertutup atau sirkulasinya buruk seperti garasi.

Cara mencegah keracunan

Untuk mencegah mengalami keracunan karbon monoksida, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Pastikan sirkulasi udara baik di dekat peralatan yang menggunakan bahan bakar gas, kayu, dan lainnya
  • Apabila Anda bekerja di area yang berisiko terpapar CO, maka Anda wajib menggunakan alat pelindung diri yang lengkap (terutama masker respirator khusus) untuk menghindari risiko keracunan
  • Membeli alat deteksi CO di dekat peralatan
  • Tidak duduk atau tertidur di dalam mobil yang menyala dan berada dalam ruangan tertutup

Penting juga untuk tidak meninggalkan anak atau siapapun yang belum piawai menyelamatkan diri sendiri di dalam kendaraan. Jika ada dugaan terpapar karbon monoksida, segera cari udara terbuka dan panggil pertolongan darurat.

Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara pencegahan keracunan CO, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit paru-parukeracunansesak napas

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved