Scuba Diving: Ini yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mencobanya

Salah satu manfaat scuba divinga dalah sebagai pelepas stres
Scuba diving termasuk olahraga yang bisa menjadi pelepas stres

Anda mungkin sering mendengar tentang scuba diving. Terutama ketika berkunjung ke daerah yang menawarkan keindahan wisata laut.

Meski tampak ringan dan sederhana, aktivitas ini termasuk olahraga menyelam yang perlu dilakukan dengan saksama dan bimbingan dari pelatih profesional. Pasalnya, scuba diving tetap memiliki risiko tertentu.

Apa itu scuba diving?

Scuba adalah singkatan dari self-contained underwater breathing apparatus. Seseorang yang melakukan olahraga scuba diving akan menyelam di bawah permukaan air laut hingga sedalam kira-kira 40 meter.

Selama menyelam, pelaku scuba diving akan bernapas melalui mulut menggunakan alat yang tersambung ke tangki oksigen di punggungnya.

Untuk melakukan aktivitas menyelam ini, seseorang mesti berlatih secara khusus dan mendapatkan sertifikat menyelam dari agensi sertifikasi yang diakui secara internasional.

Materi pelatihan scuba diving terdiri dari pelajaran di kelas, berlatih menyelam di kolam renang, dan berlatih menyelam di perairan terbuka atau laut. Sertifikat bisa didapat setelah Anda melakukan minimal lima kali penyelaman di perairan terbuka.

Risiko scuba diving yang perlu diwaspadai

Seperti olahraga pada umumnya, scuba diving juga memiliki risiko tersendiri. Mulai dari tekanan air yang berpengaruh ke telinga bagian tengah, luka, barotrauma, hingga penyakit dekompresi.

  • Tekanan air pada telinga

Masalah paling umum yang timbul sebagai dampak dari scuba diving adalah tekanan pada telinga bagian tengah akibat tekanan air. Semakin dalam seseorang menyelam, tekanan air terhadap tubuhnya akan semakin besar.

  • Luka

Risiko lecet dan luka juga bisa terjadi. Misalnya, tergores terumbu karang ketika Anda melakukan scuba diving.

  • Barotrauma pada telinga bagian dalam

Kondisi ini terjadi ketika ada tekanan yang tidak seimbang pada telinga. Penyelam juga bisa mengalaminya akibat terlalu cepat naik ke permukaan air.

Gejala barotrauma meliputi pusing, mual, rasa sakit dan suara berdenging di telinga (tinnitus), serta hilangnya pendengaran.

  • Barotrauma pada paru-paru

Barotrauma pada paru-paru terjadi karena teknik bernapas yang salah ketika naik ke permukaan air. Kondisi ini juga bisa muncul ketika seseorang menyelam saat sedang menderita infeksi saluran napas.

Sakit dada, sesak napas, dan kemungkinan pingsan merupakan sederet gejala barotrauma pada paru yang dapat Anda alami. 

  • Penyakit dekompresi

Penyakit dekompresi muncul ketika Anda naik ke permukaan air dengan laju terlalu cepat. Akibatnya, tubuh akan melepaskan nitrogen yang membentuk gelembung udara di aliran darah. Gelembung udara ini bisa menyumbat pembuluh darah dan merusak jaringan tubuh.

Gejala penyakit dekompresi meliputi sakit dada, nyeri sendi, kesulitan bernapas, dan masalah buang air kecil. Pada kondisi parah, penderita bisa mengigau dan mengalami kelumpuhan akibat adanya kerusakan pada saraf tulang belakang, otak, serta paru-paru.

Risiko-risiko scuba diving tersebut sebetulnya jarang terjadi. Kalaupun muncul, kondisi ini biasanya menimpa penyelam pemula dan belum berpengalaman, yang nekad menyelam dengan teknik yang belum dikuasainya.

Namun penyelam ahli sekalipun tetap perlu waspada dan tak boleh lengah. Dengan ini, kegiatan scuba diving yang menyenangkan tidak akan berakhir dengan gangguan kesehatan.

Tips menjaga keselamatan saat scuba diving

Untuk meminimalkan risiko kesehatan dan menjaga keselamatan saat melakukan scuba diving, Anda harus selalu melakukan penyelaman sesuai tingkat pengalaman dan pelatihan yang sudah Anda jalani.

Beberapa aturan scuba diving yang mesti dipatuhi meiputi:

  • Jangan menyelam sendirian dan senantiasa menyelam bersama dengan seorang rekan penyelam.
  • Memeriksa alat scuba diving dengan seksama dan pastikan semuanya dalam kondisi sempurna.
  • Berkonsultasi ke dokter sebelum menyelam karena olaharaga ini bisa berbahaya bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
  • Menyelamlah sesuai rencana penyelaman.
  • Menaati semua instruksi serta teknik penyelaman yang telah diberikan.

Manfaat scuba diving jika dilakukan dengan benar

Meski ada risikonya, manfaat scuba diving untuk kesehatan juga tak bisa dipungkiri. Beberapa di antaranya adalah:

  • Melatih kekuatan dan kelenturan otot

Saat menyelam dan bergerak melawan arus bawah air, otot akan bekerja lebih keras. Dengan ini, kekuatan dan kelenturannya menjadi terlatih.

Seperti olahraga renang, scuba diving akan melatih otot paha dan bahu, serta membentuk postur tubuh yang baik.

  • Memperbaiki sirkulasi darah

Sambil menggerakkan seluruh tubuh saat berenang di bawah permukaan laut, scuba diving bisa menjadi bentuk olahraga kardio.

Aktivitas kardio akan memperkuat jantung dan memperlebar pembuluh darah yang menghantarkan oksigen ke otot. Sirkulasi darah pun menjadi lebih baik.

  • Menurunkan tekanan darah

Masih berkaitan dengan sirkulasi darah, beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga scuba diving memiliki penurunan risiko stroke dan serangan jantung. Menakjubkan, bukan?

  • Menjadi pelepas stres

Mirip seperti teknik pernapasan saat meditasi, bernapas dengan perlahan dan teratur ketika menyelam juga menimbulkan efek rileks dan tenang. Dampak positif ini akan membantu dalam mengurangi stres dan depresi.

Jika Anda tertarik untuk mencoba scuba diving, carilah pelatih yang memiliki sertifikat resmi dan berpengalaman. Melakukan olahraga menyelam ini dengan benar akan memberikan banyak manfaat sekaligus mencegah risiko yang bisa merugikan kesehatan.

Jangan lupa juga untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum menikmati scuba diving. Dengan ini, Anda siap menyelam dengan kondisi yang benar-benar sehat.

Family Doctor. https://familydoctor.org/scuba-diving-safety/
Diakses pada 27 April 2020

Health Fitness Revolution. https://www.healthfitnessrevolution.com/top-10-health-benefits-scuba-diving/
Diakses pada 27 April 2020

Artikel Terkait