Scintillating Scotoma, Benang atau Bintik Hitam yang Muncul di Pengelihatan


Scotoma adalah kondisi ketika mata tidak mendeteksi objek di sudut tertentu atau blind spot. Hal ini adalah normal. Namun ada jenis scotoma lainnya yang menjadi indikasi penyakit, yaitu scintilating scotoma.

0,0
05 May 2021|Azelia Trifiana
Scotoma adalah titik buta di mataScotoma adalah titik buta di mata
Scotoma adalah kondisi ketika mata tidak mendeteksi objek di sudut tertentu atau blind spot. Hal ini adalah normal.Namun ada jenis scotoma lainnya yang menjadi indikasi penyakit, yaitu scintilating scotoma.

Fenomena scintillating scotoma

Salah satu jenis scotoma adalah scintillating scotoma yang tampak seperti benang atau bintik saat melihat sekitar. Akibatnya, fenomena ini mengaburkan apa yang tengah dilihat. Namun, sebenarnya tidak ada debu atau benang halus apapun yang melekat pada mata.Justru, fenomena ini terjadi karena sinyal neurologi dari mata ke otak. Anomali dalam pesan neurologi ini membuat otak memunculkan apa yang tampak seperti titik buta atau bintik ketika melihat.Kondisi ini menunjukkan adanya aktivitas elektrik tidak normal di otak. Impuls elektrik terganggu mungkin karena tekanan darah tinggi, peradangan, atau bahkan fluktuasi hormon.Fenomena visual atau aura ini umum terjadi. Biasanya, scintillating scotoma terjadi ketika Anda baru berpindah dari tempat gelap ke terang. Akibatnya, sudut dari titik yang dilihat menjadi kabur.Lebih jauh lagi, gejala yang menyertai fenomena ini adalah sakit kepala. Tapi, ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Terkadang, scintillating scotoma terjadi sebelum atau saat mengalami migrain. Bisa jadi juga, aura ini muncul sebagai tanda kondisi medis lain seperti glaukoma dan multiple sclerosis.Pada penderita multiple sclerosis, peradangan pada saraf optik menjadi salah satu gejala awal. Terlebih, pada perempuan muda. Namun, mengalami scintillating scotoma tidak berarti diagnosis pasti terjadinya multiple sclerosis.

Apa penyebab utamanya?

Mengingat kondisi scotoma sendiri tak perlu dikhawatirkan, mari kulik lebih jauh tentang scintillating scotoma. Penyebab utama terjadinya fenomena ini adalah:
  • Migrain dengan aura
  • Migrain okular tanpa sakit kepala
  • Kejang
  • Stroke
  • Multiple sclerosis
  • Glaukoma
  • Stres
  • Cedera kepala
  • Alergi makanan
  • Hipertensi
  • Kehamilan
  • Preeklamsia
Ibu hamil sebaiknya tidak meremehkan gejala scotoma. Bisa jadi, ini terjadi karena perubahan hormon atau migrain. Di sisi lain, scotoma juga bisa jadi indikasi awal preeklamsia parah.Pemicu awalnya adalah tekanan darah tinggi. Lalu, setidaknya 25% ibu hamil dengan preeklamsia parah akan mengalami gangguan penglihatan seperti scotoma.Selain itu, ada pula kelompok orang yang lebih berisiko mengalami scintillating scotoma. Mereka adalah orang dengan kondisi:
  • Riwayat keluarga mengalami migrain aura
  • Depresi
  • Tekanan darah tinggi
  • Stress
  • Kecemasan berlebih

Cara mengatasi scotoma

Baik scotoma maupun fenomena scintillating scotoma tidak perlu penanganan khusus. Pada sebagian besar kasus, gangguan penglihatan atau bayangan ini akan hilang dengan sendirinya setelah satu jam.Anda bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman, seperti:
  • Berbaring
  • Duduk
  • Menutup mata
  • Minum air putih
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri (ibuprofen atau acetaminophen)
  • Konsumsi obat sesuai pemicu (antikejang, antidepresan, beta-blockers)
Orang yang mengalami gangguan penglihatan akibat scotoma sebaiknya tidak berkendara atau mengoperasikan peralatan berat. Pekerjaan yang mengharuskan ketelitian tinggi juga sebaiknya dihindari dulu.Beri jeda waktu untuk duduk, beristirahat, sembari menutup mata. Scotoma akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa menit.Khusus bagi yang mengalami gejala lebih parah, sebaiknya segera cari bantuan medis. Beberapa contohnya adalah keluhan seperti:
  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Lemah otot
  • Berbicara tidak jelas
  • Mual
  • Sakit kepala dan scotoma setelah cedera
  • Rasa kebas di wajah, tangan, atau kaki
  • Merasa bingung

Cara menguji titik buta penglihatan

Anda bisa melakukan sendiri eksperimen untuk menguji titik buta ini. Caranya adalah:
  1. Buat titik kecil dengan spidol hitam di atas kertas
  2. Sekitar 15-20 cm di kanan titik kecil, buat tanda (+) kecil
  3. Tutup mata kanan, pegang kertas menjauh sekitar 50 cm
  4. Fokus pada tanda (+) dengan mata kiri
  5. Perlahan, bawa kertas lebih dekat sembari tetap melihat tanda (+)
  6. Pada titik tertentu, titik kecil akan hilang dari pandangan
Ketika berada di tahapan nomor 6, itulah yang disebut blind spot retina. Apabila Anda menutup mata kiri dan melihat titik kecil dengan mata kanan sembari mengulang prosesnya, tanda (+) akan menghilang akibat blind spot.

Catatan dari SehatQ

Umumnya memang scotoma adalah kondisi yang tidak berbahaya. Bahkan, bisa mereda dengan sendirinya tanpa penanganan apapun.Namun ketika terjadi terus menerus, bisa jadi scintilla scotoma merupakan indikasi kondisi medis lain seperti glaukoma, multiple sclerosis, hingga preeklamsia pada ibu hamil.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bahaya tidaknya scotoma yang Anda alami, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan matapenyakit mata
Healthline. https://www.healthline.com/health/blind-spot-in-eye#What-causes-a-blind-spot-in-the-eye?
Diakses pada 20 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/scintillating-scotoma#treatment
Diakses pada 20 April 2021
Saudi Journal of Ophthalmology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3729391/
Diakses pada 20 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait