Gejala Scabies pada Anak yang Menyiksa Hari-Hari Si Kecil

(0)
31 May 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Scabies pada anak dapat menimbulkan gatal yang kadang lebih hebat dibandingkan pada orang dewasaScabies pada anak dapat menimbulkan gatal yang kadang lebih hebat dibandingkan pada orang dewasa
Scabies atau kudis merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Menjadi masalah yang bisa dialami semua kalangan, scabies pada anak tentu juga membuat orangtua kalang kabut. Apa saja gejala scabies yang perlu diketahui, serta penanganan yang paling sesuai untuk Si Kecil?

Gejala scabies pada anak

Salah satu gejala scabies atau kudis yang paling umum adalah gatal-gatal. Biasanya, gatal-gatal ini muncul sebelum anak menunjukkan gejala-gejala lain. Scabies pada anak pun mungkin akan sedikit menimbulkan tantangan karena rasa gatal akibat scabies pada anak cenderung lebih parah.
Selain gatal-gatal, gejala scabies atau kudis lainnya termasuk:
  • Munculnya ruam kulit, benjolan kecil, atau goresan akibat gatal pada kulit
  • Munculnya pola seperti garis merah, yang sering ditemukan pada kulit di antara jari-jari atau di sekitar pergelangan tangan, siku, ketiak atau area genital
  • Kulit yang menebal, terlihat bersisik, dan tergores
Scabies pada anak dapat muncul di area tubuh mana pun. Namun, ruam scabies pada anak-anak berusia di bawah dua tahun paling sering muncul pada telapak tangan, telapak kaki, kepala, dan leher.Pada anak yang lebih besar, ruam sering ditemukan di antara jari-jari atau di lipatan pergelangan tangan dan siku, serta di pinggang, paha, bokong, dan alat kelamin.Masa inkubasi scabies kudis biasanya 4 hingga 6 minggu. Jika anak pernah mengalami infeksi scabies sebelumnya, gejalanya dapat muncul 1-4 hari setelah kembali terinfeksi oleh tungau scabies.

Apakah scabies menular?

Ya, scabies merupakan masalah kulit yang menular. Anak mungkin bisa tertular infeksi tungau scabies melalui kontak dekat dengan teman-temannya yang menderita scabies. Ada beberapa kasus scabies yang terjadi di pusat penitipan anak, karena mereka cenderung bermain bersama dan melakukan kontak dekat.Penularan scabies juga bisa terjadi melalui penggunaan bersama barang tertentu, seperti pakaian, handuk, atau sprei. Sebab, tungau scabies bisa bertahan hidup pada benda-benda tersebut selama 2-3 hari.
Penanganan scabies pada anak
Scabies pada anak, sama seperti scabies pada orang dewasa, hanya bisa ditangani oleh resep dokter. Beberapa kemungkinan pengobatan yang akan diberikan dokter, yaitu:

1. Krim permetrin 5%

Krim permetrin biasanya menjadi pengobatan scabies lini pertama dari dokter. Krim ini dioleskan langsung ke kulit, dari leher hingga ke telapak kaki. Setelah dioleskan, krim akan dibiarkan semalaman dan dibilas setelah 8-14 jam kemudian. Aplikasi berulang permetrin bisanya dianjurkan dokter 1-2 minggu setelah penggunaan pertama.

2. Salep sulfur 5-10%

Selain permetrin, salep sulfur aman digunakan untuk mengatasi scabies pada anak, termasuk bayi yang berusia dua bulan.

3. Antihistamin oral atau kortikosteroid topikal

Terkadang, walau scabies pada anak sudah bisa diatasi, gatal-gatal masih menyiksa hari-hari Si Kecil. Untuk mengatasi gatal-gatal tersebut, dokter mungkin akan memberikan antihistamin oral, seperti diphenhydramine.
Selain obat oral, gatal akibat scabies juga bisa diatasi dengan kortikosteroid topikal.

Tips tambahan untuk mengatasi scabies pada anak

Setelah scabies pada anak berhasil diatasi, ada beberapa tips tambahan untuk mengatasi masalah kulit ini atau mencegahnya menyebar:
  • Pastikan semua orang di rumah yang kontak dengan anak memerhatikan kondisi kulitnya. Apabila anak sering singgah di tempat penitipan anak, Anda disarankan untuk memberi tahu pengelola layanan tersebut.
  • Jaga kuku Si Kecil tetap terpotong dan bersih agar terhindar dari tungau atau telurnya.
  • Mencuci sprei, sarung bantal, dan selimut anak.
  • Segera kembali ke dokter jika gejala tidak mereda.

Catatan dari SehatQ

Scabies pada anak umumnya sama dengan orang dewasa. Pengobatannya pun menggunakan obat-obat dari dokter, seperti krim permetrin, salep sulfur, hingga antihistamin. Apabila Si Kecil sering bermain di tempat penitipan anak, pastikan Anda memberitahu pengelola layanan tersebut karena penyakit ini mudah menular.
kesehatan anakkudisanak sakitkesehatan kulit
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Scabies.aspx
Diakses pada 15 Mei 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/scabies.html
Diakses pada 15 Mei 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/scabies_pictures_slideshow/article.htm
Diakses pada 15 Mei 2020
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-scabies-overview
Diakses pada 15 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait