Sayuran penambah darah ada banyak macamnya, mulai dari wortel hingga ubi jalar.
Sayuran penambah darah siap dikonsumsi untuk bantu Anda atasi anemia.

Ada beberapa sayuran yang dikenal dapat menambah darah, mulai dari jamur, tomat, hingga kentang. Berbagai sayuran penambah darah ini mengandung nutrisi yang mampu mencegah atau mengatasi anemia (kurang darah).

Tidak hanya zat besi saja, sederet sayuran penambah darah ini juga mengandung banyak nutrisi yang bisa membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Sayuran penambah darah untuk atasi anemia

Sering merasa lelah, sesak napas, atau nyeri di dada? Waspadalah, bisa jadi itu gejala anemia. Penyakit ini terjadi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh menurun. Berdasarkan sebuah jurnal di The Lancet, anemia dianggap sebagai penyakit umum yang dirasakan oleh sepertiga populasi dunia.

Datang dan berkonsultasi dengan dokter merupakan opsi paling bijak untuk menangani anemia. Namun, berbagai sayuran penambah darah di bawah ini juga bisa Anda coba.

1. Bayam

Bayam adalah sayuran penambah darah yang sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Siapa sangka, dalam 100 gram bayam terdapat 2,7 miligram zat besi. Jika Anda rajin mengonsumsinya, produksi sel darah merah di dalam tubuh akan terjaga.

Ditambah lagi, bayam juga dilengkapi dengan vitamin C, yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik.

100 gram juga bayam mengandung 1,1 lebih banyak zat besi dibandingkan daging merah. Jadi, jangan remehkan sayuran penambah darah ini, ya!

2. Kale

Walaupun tidak mengandung zat besi sebanyak bayam, kale tidak boleh diremehkan. Dalam 100 gram kale yang direbus, terdapat 1 miligram zat besi yang bisa membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah sehingga anemia dapat dicegah.

Selain itu, sayuran penambah darah ini juga mengandung vitamin A, yang juga membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

3. Collard

Masih dari keluarga sayuran hijau, kali ini ada collard yang masuk dalam golongan sayuran penambah darah. Dalam satu cangkir collard rebus, terdapat 2,2 miligram zat besi di dalamnya. Luar biasa, bukan?

Tidak hanya itu, collard juga mengandung vitamin C sebanyak 34,6 miligram, yang ampuh membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik.

4. Kentang

Sayuran penambah darah selanjutnya sering kali dijadikan sebagai pengganti nasi karena mengandung karbohidrat cukup tinggi. Ya, kentang, sayuran berwarna coklat yang suka dijadikan perkedel ini mengandung 3,2 miligram zat besi di setiap 295 gram-nya.

Tidak hanya itu, sayuran penambah darah ini juga bisa memenuhi 46 persen kebutuhan harian vitamin C Anda sehingga tubuh mampu menyerap zat besi lebih baik.

5. Jamur

Beberapa jenis jamur mengandung zat besi, contohnya jamur putih yang mengandung 2,7 miligram zat besi dalam setiap satu cangkirnya. Selain itu, jamur tiram bahkan mengandung dua kali lebih banyak zat besi dibandingkan jamur putih.

6. Wortel

Wortel
Siapa sangka, wortel juga sayuran penambah darah!

Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin A agar kadar sel darah merah terjaga. Salah satu sayuran penambah darah yang mengandung vitamin A adalah wortel.

Setengah cangkir wortel saja sudah mengandung 459 mikrogram vitamin A atau setara dengan 184 persen kebutuhan harian Anda.

7. Ubi jalar

Ubi
Ubi jalar, si sayuran penambah darah

Tembaga adalah zat nutrisi yang dapat membantu sel darah merah mendapatkan akses ke zat besi. Kandungan tembaga inilah yang menjadi alasan mengapa ubi jalar dipercaya sebagai sayuran penambah darah.

Dalam 100 gram ubi jalar, terdapat 0,3 miligram tembaga. Ditambah lagi, sayuran ini juga mengandung zat besi sebanyak 2,1 miligram.

8. Paprika merah

Paprika merah adalah sayuran penambah darah yang mengandung vitamin A. Sebenarnya, vitamin A yang dikandung oleh paprika merah masih berbentuk beta karoten. Namun saat masuk ke dalam tubuh, beta karoten akan diubah menjadi vitamin A.

Cara meningkatkan sel darah merah lewat gaya hidup

Selagi mengonsumsi berbagai sayuran penambah darah di atas, ada baiknya Anda juga menjalani pola hidup sehat. Sebab, beberapa kebiasaan dalam hidup ini dapat mengganggu produksi sel darah merah.

  • Mengurangi atau menghindari alkohol

Bagi Anda yang suka mengonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya mulai sekarang mengurangi atau menghindarinya. Sebab, akohol dapat menurunkan kadar sel darah merah di dalam tubuh sehingga rentan terjangkit anemia.

  • Olahraga teratur

Berolahraga secara teratur juga dapat meningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Sebab, saat berolahraga, tubuh akan membutuhkan lebih banyak oksigen. Kebutuhan tubuh akan oksigen inilah yang memacu tubuh memproduksi sel darah merah lebih banyak.

Mengonsumsi sayuran penambah darah saja dianggap belum cukup. Maka dari itu, sertakan berbagai aktivitas menyehatkan lainnya yang dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Catatan dari SehatQ:

Menyantap berbagai sayuran penambah darah di atas adalah salah satu cara untuk mencegah atau mengatasi anemia yang bisa dilakukan. Akan tetapi, berkonsultasi ke dokter tetap diperlukan karena proses penyembuhan anemia tidak akan maksimal tanpa pengobatan medis.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800#symptoms
Diakses pada 20 Juli 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/healthy-iron-rich-foods#2.-Spinach
Diakses pada 20 Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/270435#nutrition
Diakses pada 20 Juli 2020

Healthy Eating SF Gate. https://healthyeating.sfgate.com/much-iron-collard-greens-4915.html
Diakses pada 20 Juli 2020

Artikel Terkait