9 Sayuran untuk Bayi yang Kaya Manfaat bagi Kesehatannya


Sayuran untuk bayi memiliki segudang manfaat. Sayur yang baik mampu menjaga kesehatan organ tubuh mendukung tumbuh kembangnya hingga mengurangi risiko beragam penyakit.

(0)
07 Mar 2020|Aditya Prasanda
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sayuran untuk bayi berupa bayam bagus untuk mata dan kulitSayuran untuk bayi berupa bayam berguna untuk menjaga kesehatan mata dan kulit
Sayuran untuk bayi merupakan sumber makanan kaya nutrisi dan manfaat yang dapat dijadikan makanan pendamping ASI.Meski tidak semuanya dapat dikonsumsi bayi, beberapa sayuran untuk bayi seperti bayam, bayam merah, tomat, wortel, brokoli, labu siam, kentang, buncis, dan ubi jalar dapat Anda olah menjadi menu sehat untuk Si Kecil.

Berbagai sayuran yang baik untuk bayi

Sayuran untuk bayi berikut ini mengandung begitu banyak manfaat untuk tumbuh kembang buah hati Anda. Semuanya pun mudah Anda dapatkan dan olah.

1. Bayam

Bayam merupakan sayuran untuk bayi yang baik untuk mata dan kulit
Bayam mengandung vitamin A, B6, B9, C, E, K1, dan mineral seperti zat besi, kalium, kalsium, hingga magnesium di dalam bayam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Si Kecil.Vitamin A serta senyawa antioksidan lutein dan zeaxanthin berfungsi menjaga kesehatan mata. Sementara itu, vitamin C pada bayam berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi.Bayam juga mengandung kalsium yang berfungsi menjaga kesehatan sistem saraf, tulang, jantung serta otot buah hati Anda. Anda dalam mencampurkan bayam dalam bubur, maupun dibuat menjadi sayur bening.

2. Bayam merah

Sebagai sayuran untuk bayi, bayam merah mampu tangkal radikal bebas
Bayam merah untuk bayi juga cocok dijadikan sayuran untuk MPASI. Hal ini dikarenakan menurut penelitian yang diterbitkan jurnal PLoS One, pigmen warna merah pada sayuran untuk bayi ini mengandung betacyanin.Pigmen ini merupakan zat antioksidan. Bahkan, sifat antioksidan pada betacyanin lebih kuat daripada antioksidan lainnya.Menurut riset pada jurnal Food Reviews International, antioksidan betacyanin berguna untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.

3. Wortel

Wortel merupakan sayuran untuk bayi yang bagus untuk mata dan tulang
Wortel merupakan sayuran untuk bayi yang mengandung serat, beta-karoten, vitamin A, B6, K1, mineral kalium, serta berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil.Kandungan vitamin A, dan antioksidan lutein dalam wortel bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata serta meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil.Berdasarkan riset yang dipaparkan pada jurnal BMC Pediatrics, sayuran berserat tinggi untuk bayi, seperti wortel mampu mengurangi risiko sembelit, obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.Tak hanya itu, wortel juga mengandung kalium yang berperan meningkatkan kesehatan tulang.Saat disajikan untuk Si Kecil, wortel dapat dijadikan campuran bubur maupun diblender dan dijadikan smoothies yang lebih mudah dicerna.

4. Brokoli

Brokoli sebagai sayuran untuk bayi kaya akan vitamin C
Brokoli untuk bayi mengandung begitu banyak nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin K, zat besi dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil.Sayuran untuk bayi ini bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, membantu proses pertumbuhan, dan meningkatkan kesehatan mata, serta menjaga kesehatan tulang.Seperti jenis sayuran untuk bayi lainnya, brokoli juga mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menghindarkan Si Kecil dari risiko gangguan penglihatan.Untuk menyajikannya, brokoli dapat dimasak lalu dipotong kecil-kecil maupun dihaluskan sebagai menu campuran bubur bayi.

5. Labu siam

Sebagai sayuran untuk bayi, labu siam baik untuk organ tubuh bayi
Sayuran untuk bayi selanjutnya adalah labu siam. Sayur hijau dengan tekstur lembut ini selain mudah dikunyah dan dicerna, juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan Si Kecil.Labu siam yang mengandung vitamin B6, B9, K serta mineral penting, seperti mangan, kalium dan magnesium, bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan organ dalam Si Kecil seperti ginjal, hati dan jantung, serta melancarkan pencernaan.Tak hanya itu, kandungan labu siam juga bermanfaat untuk membantu pertumbuhan gigi dan tulang buah hati Anda.Saat disajikan, labu siam juga dapat ditambahkan pada menu campuran bubur bayi.

6. Tomat

Tekstur tomat yang begitu lembut, mudah dikunyah dan dicerna oleh bayi. Tak hanya itu, tomat juga memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan Si Kecil.Kandungan vitamin C, vitamin K, folat, dan kalium dalam tomat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pertumbuhan, serta meningkatkan kesehatan kulit dan tulang Si Kecil.Seperti wortel, tomat dapat dijadikan campuran bubur bayi, direbus dan dijadikan camilan hingga maupun smoothies yang mudah dikonsumsi bayi.

7. Kentang

Sayuran untuk bayi berupa kentang rebus mampu gantikan karbohidrat nasi
Kentang yang direbus dapat menjadi menu karbohidrat pengganti nasi yang dapat dikonsumsi Si Kecil.Kandungan vitamin B6, C, berbagai mineral dan antioksidan dalam kentang bermanfaat untuk membantu sistem metabolisme Si Kecil, menjaga kesehatan kulit, tulang dan jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Kentang juga merupakan sayuran berserat tinggi untuk bayi. Dalam satu buah kentang rebus seberat 136 gram, ada 2,4 gram serat yang terkandung.Jumlah ini mampu memenuhi 22 persen dari kebutuhan serat harian pada bayi usia 6 bulan hingga 11 bulan.

8. Buncis

Buncis merupakan sayuran untuk bayi yang kaya akan vitamin K
Buncis untuk bayi kaya akan vitamin K. Dalam 100 gram kacang buncis, terdapat kandungan vitamin K sebanyak 47,9 mikrogram.Hal ini berarti mampu memenuhi asupan vitamin K harian yang telah dianjurkan Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 10 hingga 15 mikrogram.Terlebih, berdasarkan riset yang diterbitkan jurnal Nutrition Reviews, vitamin K terbukti memengaruhi keseimbangan kalsium dan menghambat peradangan. Oleh karena itu, massa tulang pun meningkat sehingga tulang pun semakin kuat.Selain itu, buncis juga merupakan sayur berserat tinggi untuk bayi. Sebab, ada 3,2 gram serat di dalam 100 gram buncis.Ini berarti, 30% kebutuhan serat harian pada bayi 6-11 bulan bisa terpenuhi dari 100 gram buncis.Bahkan, buncis sebagai sayuran berserat tinggi untuk bayi memiliki kadar serat yang lebih tinggi daripada kentang.

9. Ubi jalar

Sebagai sayuran untuk bayi, ubi jalar kaya akan serat, beta karoten, dan vitamin B
Ubi jalar juga cocok sebagai sayuran untuk bayi. Hal ini dikarenakan ubi jalar merupakan sayuran berserat tinggi untuk bayi. Teksturnya yang mudah dihancurkan pun membuatnya cocok sebagai makanan padat pertama bayi.Sebab, dalam satu ubi jalar ukuran sedang, terdapat serat sebanyak 3,8 gram. Anjuran serat harian pada bayi usia 6-11 bulan adalah 11 gram.Artinya, satu ubi jalar sedang mampu memenuhi 34,5% kebutuhan serat. Selain itu, ubi jalar juga mengandung beta-karoten, beragam vitamin B, dan beragam mineral.

Catatan dari SehatQ

Sayuran untuk bayi cocok diberikan untuk MPASI. Diketahui, pemberian MPASI, termasuk sayuran, bisa dimulai pada usia 6 bulan.Sayuran yang baik untuk bayi berguna untuk mendukung tumbuh kembangnya, menjaga kesehatan organ tubuhnya, hingga mengurangi risiko beragam penyakit.Untuk menyajikan sayuran untuk Si Kecil, Anda bisa memotong-motong ataupun menghaluskannya. Tujuannya, agar bayi tidak tersedak.Setelah memberikan sayuran tersebut pada Si Kecil, perhatikanlah kemungkinan reaksi tubuhnya. Sebab, meski menyehatkan, sayur tetap bisa menimbulkan reaksi alergi pada anak.Jika Anda ingin memulai memberikan sayuran untuk MPASI bayi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmpasiresep mpasibuah dan sayuran
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/spinach
Diakses pada 3 Maret 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/carrots#plant-compounds
Diakses pada 3 Maret 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/broccoli#plant-compounds
Diakses pada 3 Maret 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/chayote-squash#section10
Diakses pada 3 Maret 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/tomatoes#plant-compounds
Diakses pada 3 Maret 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/17-ways-to-eat-more-veggies#section6
Diakses pada 3 Maret 2020
Baby Centre.
https://www.babycentre.co.uk/a25010527/first-foods-fruit-vs-vegetables
Diakses pada 3 Maret 2020
Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/280579#nutritional_profile
Diakses pada 3 Maret 2020
PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6128657/
Diakses pada 30 November 2020
Food Reviews International. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/87559129.2017.1326935
Diakses pada 30 November 2020
BMC Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6859612/
Diakses pada 30 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/22-high-fiber-foods
Diakses pada 30 November 2020
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/169141/100g/1
Diakses pada 30 November 2020
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/170438/wt2/1
Diakses pada 30 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait