logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Seputar Sayur Organik dan Perbedaannya dengan Sayur Nonorganik

open-summary

Sayur organik adalah sayur yang dibudidayakan tanpa bahan kimia apa pun sehingga dianggap lebih sehat. Sayur-mayur ini tidak mengandung herbisida, pestisida, dan pupuk sintetis.


close-summary

23 Agt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sayur organik mengandung lebih banyak antioksidan dan vitamin

Sayur organik dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia apa pun

Table of Content

  • Apa itu sayur organik?
  • Perbedaan sayur organik dan sayur nonorganik
  • Apakah sayuran organik lebih sehat dari nonorganik?
  • Tips memilih sayur untuk dikonsumsi
  • Catatan dari SehatQ

Popularitas makanan serba organik terus melejit. Kini, semakin banyak supermarket atau pedagang yang menjual sayur organik. Alasannya karena orang-orang meyakini makanan organik lebih sehat, aman, dan lezat meskipun harganya lebih mahal. 

Advertisement

Walaupun bentuknya hampir sama, terdapat beberapa perbedaan antara sayur organik dan nonorganik. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu sayur organik?

Sayur organik adalah sayur yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia apa pun. Istilah organik ini mengacu pada cara produk pertanian ditanam dan diproses.

Sayur-mayur organik harus ditanam tanpa menggunakan herbisida, pestisida, dan pupuk sintetis ataupun organisme hasil rekayasa genetika (GMO). 

Hal tersebut memicu munculnya anggapan jika sayur organik lebih sehat dari nonorganik untuk dikonsumsi.

Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi hingga produk pertanian disebut organik.

  • Prosesnya tidak menyumbang polusi
  • Menyediakan habitat yang sehat dan aman
  • Meningkatkan kualitas air dan tanah
  • Ada siklus berkelanjutan pada sumber daya yang ada di perkebunan.

Contoh sayuran organik yang terdapat di pasaran adalah paprika, mentimun, seledri, kentang, kale, bayam, atau labu kuning.

Perbedaan sayur organik dan sayur nonorganik

sayur dan buah organik
Sayur organik tumbuh menggunakan pupuk alami

Ketika dihadapkan pada dua pilihan antara sayur organik dan nonorganik, terkadang menjadi dilema tersendiri. Berikut adalah perbedaan antara keduanya yang perlu Anda kenali.

1. Penggunaan pupuk

Umumnya, sayur organik tumbuh menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kandang atau pupuk kompos buatan sendiri. 

Sementara itu, sayur nonorganik tumbuh dengan pupuk sintetis atau kimia buatan pabrik.

2. Pengendalian gulma

Selanjutnya, perbedaan sayur nonorganik dan sayur organik adalah pengendalian gulmanya.

Di kebun sayur organik, gulma dikendalikan secara alami, misalnya dengan rotasi tanaman, penyiangan manual, pemberian mulsa, dan pengolahan tanah, atau menggunakan herbisida organik.

Lain halnya dengan sayur nonorganik, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan herbisida kimia.

3. Pengendalian hama

Pengendalian hama pada sayur organik adalah menggunakan metode alami, misalnya dengan burung, serangga, dan perangkap, atau menggunakan pestisida alami.

Sementara itu, pengendalian hama pada sayur nonorganik dilakukan dengan menggunakan pestisida sintetis.

Dari berbagai perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa tanaman organik tidak diperbolehkan menggunakan jenis pupuk atau pestisida sintetis. 

Semuanya harus alami untuk memastikan siklus di perkebunan berlangsung secara berkelanjutan.

Apakah sayuran organik lebih sehat dari nonorganik?

Baik membeli sayur organik maupun yang ditanam dengan cara konvensional, semuanya sama-sama aman untuk kesehatan. 

Belum ada bukti yang cukup kuat bahwa sayuran organik lebih menyehatkan ketimbang sayur konvensional. Namun, sayur yang ditanam secara organik dinilai lebih bergizi. 

Berikut adalah beberapa manfaat sayur organik yang bisa Anda dapatkan.

  • Mengandung lebih banyak antioksidan dan vitamin

Beberapa penelitian menemukan bahwa makanan organik umumnya mengandung antioksidan dan mikronutrien tertentu yang lebih tinggi, seperti vitamin C, zinc, dan zat besi.

Mengganti buah, sayur, dan sereal dengan versi organik dipercaya dapat memberikan antioksidan ekstra dalam makanan Anda. Namun, manfaat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.. 

  • Tingkat nitrat lebih rendah

Selanjutnya, manfaat sayur organik adalah memiliki tingkat nitrat yang lebih rendah. 

Dilansir dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrat 30 persen lebih rendah pada jenis sayuran ini.

Tingkat nitrat yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu.

  • Residu pestisida lebih sedikit

Dibandingkan dengan hasil pertanian konvensional, jumlah residu pestisida pada bahan organik lebih sedikit. Hal ini terjadi karena pertanian organik tidak menggunakan pestisida sintetis.

Suatu studi dalam The British Journal of Nutrition tahun 2014, menemukan bahwa kadar kadmium (logam yang sangat beracun) 48 persen lebih rendah dalam produk organik. 

Selain itu, residu pestisida empat kali lebih mungkin ditemukan pada sayur nonorganik.

Baca Juga

  • Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan dan Risiko Efek Sampingnya
  • Apa Manfaat Bawang Putih dan Madu yang Dicampur dan Dikonsumsi Bersamaan?
  • Cara Membuat Pasta Gigi Sendiri, Apakah Aman untuk Gigi?

Tips memilih sayur untuk dikonsumsi

mencuci sayur dan buah
Mencuci sayur dan buah membersihkannya dari kotoran yang menempel

Biasanya, harga sayur organik lebih mahal ketimbang yang ditanam dengan cara konvensional. Alasannya adalah proses pertanian organik memerlukan biaya lebih tinggi.

Apa pun jenis sayur yang Anda pilih, semuanya sama-sama baik bagi kesehatan. Untuk mendapatkan sayur yang berkualitas, berikut adalah tips memilih sayur yang bisa Anda ikuti.

  • Memilih dari sumber beragam

Semakin beragam sumber makanan atau pertanian yang dipilih, semakin beragam pula nutrisi yang diperoleh. 

Selain itu, hal ini juga menghindari kemungkinan terpapar pestisida dari satu lahan pertanian.

  • Beli sesuai musim

Jika memungkinkan, belilah sayur dan buah sesuai dengan musimnya. 

Dengan demikian, bahan makanan tersebut masih segar dan tidak melalui proses yang lama sehingga nutrisinya terjaga saat berada di tangan Anda.

  • Mencuci sayur dan buah

Langkah selanjutnya setelah memilih sayur nonorganik ataupun sayur organik adalah mencucinya. 

Meskipun berlabel organik atau alami, tetap bersihkan sayur dan buah di air mengalir sebelum dikonsumsi. 

Mencuci sayur dan buah membantu membersihkan dari kotoran, bakteri, atau residu zat kimia di permukaannya. 

Jika tidak yakin dengan residu pestisida yang ada di kulit, sebaiknya konsumsi buah dan sayur dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu.

Catatan dari SehatQ

Penting untuk selalu memasukkan buah dan sayur ke dalam menu makanan sehari-hari. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, dan lainnya.

Baik itu sayur organik atau nonorganik, semua sama-sama baik. Lebih penting adalah bagaimana Anda memilih dan di mana membelinya, mencuci sebelum mengonsumsi, serta memastikannya aman dari residu substansi kimia.

Sementara itu, jika ingin berdiskusi lebih lanjut manfaat sayur, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

makanan sehathidup sehatbuah dan sayuran

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved