Sayangi Gigi Anda dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Perusak Gigi Ini

Permen bisa menjadi makanan perusak gigi karena memiliki kandungan gula yang tinggi
Kandungan gula yang tinggi dalam permen dapat merusak gigi jika setelahnya Anda tidak berkumur dan menyikat gigi

Nasihat ‘jangan mengonsumsi makanan manis jika tidak ingin gigi rusak’ rupanya tidak hanya berlaku bagi anak-anak saja. Hingga dewasa pun, ada saja menu yang diberi label sebagai makanan perusak gigi. Benarkah sedestruktif itu?

Berlebihan tentu tidak baik. Hal ini pula yang berlaku untuk urusan makanan vs kesehatan gigi. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, gula, makanan atau minuman berwarna, tidak akan baik untuk gigi, bahkan kesehatan secara keseluruhan.

[[artikel-terkait]]

Pemahaman yang salah kaprah

Meski demikian, alangkah baiknya jika pemahaman tentang makanan perusak gigi ini tidak diserap secara salah kaprah.

Sebenarnya, sumber masalah bukan pada makanan apa yang Anda konsumsi, melainkan seberapa lama gigi terpapar asam yang dihasilkan dari sisa makanan yang menumpuk di permukaan maupun sela-sela gigi.

Ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula tinggi, bakteri di mulut akan memproduksi asam untuk mengolah gula tersebut.

Asam inilah yang bisa mengendap di permukaan gigi dan menggerogoti lapisan terluar gigi yang disebut dengan enamel. Ketika enamel telah hancur, di situlah kerusakan gigi dimulai.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gigi berlubang adalah masalah paling umum yang dihadapi orang berusia 6-19 tahun.

Apa dampaknya?

Ketika masalah gigi sudah terjadi, maka hal ini bisa menyebabkan komplikasi. Mulai dari sakit gigi, gusi bengkak, hingga infeksi bakteri di gusi dan gigi yang disebut dengan abses. Lebih jauh lagi, jarang menyikat gigi juga bisa menjadi pemicu kerusakan gigi yang kian parah.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Tentu saja dengan memastikan gigi tidak terlalu lama terpapar zat asam di mulut usai mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Selain itu, ada baiknya Anda mengenali daftar makanan perusak gigi agar lebih waspada sebelum atau setelah mengonsumsinya.

Makanan perusak gigi

Dari korelasi di atas, itu sebabnya ada banyak menu yang mendapat label sebagai makanan perusak gigi. Bentuknya bisa beragam, mulai dari yang padat, lunak, hingga cairan.

Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Permen asam

Sejak kecil, permen kerap digunakan sebagai ‘senjata’ untuk menakuti anak kecil akan ancaman gigi rusak. Lebih jauh lagi, permen yang terasa kecut mengandung asam yang lebih kuat menempel di permukaan gigi.

Selain itu, jika permen ini menempel lama di gigi karena teksturnya yang lembek, mereka bisa memicu gigi keropos. Karena itu, setelah mengonsumsi permen, Anda disarankan untuk segera membersihkan gigi, minimal dengan kumur air putih.

2. Roti 

Pernah membayangkan roti akan masuk dalam daftar makanan perusak gigi? Nyatanya, saliva di dalam mulut kita akan mengolah kunyahan roti menjadi gula.

Sama seperti nasi, kandungan karbohidrat yang ada pada roti juga dapat diolah oleh tubuh menjadi gula. Kandungan gula tersebutlah yang kemudian akan menjadi biang kerok munculnya gigi berlubang.

Belum lagi, ketika roti tersebut teksturnya menggumpal, dan membuat kemungkinan menempel di gigi kian besar. Inilah yang menyebabkan gigi berlubang.

Jika Anda termasuk pecinta roti, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi roti gandum dengan kandungan gula lebih rendah.

3. Alkohol

Bukan gaya hidup sehat namanya jika masih kerap bersinggungan dengan alkohol. Nyatanya, alkohol membuat mulut kering. Padahal, air liur atau saliva sangat diperlukan untuk melindungi gigi dari gejala kerusakan.

Air liur di dalam rongga mulut memiliki berbagai fungsi. Salah satunya, adalah sebagai pembersih alami rongga mulut. Jika mulut kering atau produksi air liur menurun, maka fungsi tersebut tidak bisa berjalan dengan baik.

Untuk itu, segera konsumsi air putih dan sikat gigi usai mengonsumsi alkohol.

4. Keripik

Bersantai sembari mengonsumsi keripik memang seru. Namun masalahnya, keseruan ini tidak selamanya baik untuk gigi.

Kandungan tepung pada keripik kentang, misalnya. Ketika dicerna akan menjadi gula yang terperangkap di antara gigi dan dapat menimbulkan plak. Apalagi, mengonsumsi keripik jarang dalam jumlah sedikit.

 

5. Buah kering

Reputasi buah kering selama ini tentu dianggap sebagai camilan yang menyehatkan. Memang benar. Namun, buah-buahan seperti aprikot, kismis, prune, dan lainnya, rentan melekat di antara gigi.

Akibatnya? Gula akan tertinggal di permukaan gigi. Pastikan selalu kumur atau sikat gigi usai mengonsumsinya. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi buah dalam bentuk asli, pastinya lebih rendah kandungan gulanya.

Artikel Terkait

Banner Telemed