Imunisasi penting diberikan pada anak sesuai jadwal dan usia anak untuk menjaganya dari penyakit sekaligus membentuk herd immunity
Memberikan vaksin kepada anak bukan hanya untuk menjaga kesehatannya saja tetapi sekaligus menjaga imunitas kelompok

Entah apa jadinya jika sampai sekarang belum ada inovasi medis berupa imunisasi. Bukan tidak mungkin, virus dan bakteri akan berkembang semakin masif jika kekebalan tubuh tidak dibangun. Di sinilah pentingnya imunisasi sehingga wajib dipenuhi demi tubuh dan lingkungan yang lebih sehat.

Ya, tak hanya tubuh, tapi juga lingkungan yang terbantu dengan adanya imunisasi. Analoginya adalah di sebuah sekolah ketika ada anak yang sudah mendapat vaksin dan ada yang belum. Suatu ketika, anak yang belum mendapat vaksin terkena penyakit setelah berlibur ke luar negeri.

Akibatnya, anak yang belum divaksin itu bisa menyebarkan penyakit baru yang lebih kebal atau resisten terhadap vaksin. Itulah mengapa pentingnya imunisasi juga terkait erat dengan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Ingin terbaik bagi anak, pastikan imunisasi terpenuhi

Kekebalan tubuh anak-anak masih berkembang dan belum sepenuhnya terbentuk. Itulah mengapa sebelum anak berusia 5 tahun, ada daftar panjang vaksin yang harus diberikan kepada mereka.

Belum lagi anak-anak sangat mudah terpapar virus lewat aktivitas mereka. Mulai dari saat fase oral dan memasukkan apapun ke mulut, bersekolah, bermain di playground, serta masih banyak lagi.

Parahnya lagi, kesadaran untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun belum menjadi prioritas bagi anak-anak. Artinya, mereka sangat mudah terpapar virus dan bakteri.

Cara terbaik untuk melindungi anak adalah dengan memastikan imunisasi mereka terpenuhi. 

Beberapa manfaat dan pentingnya imunisasi di antaranya:

  • Menyelamatkan nyawa

Pernah ingat bagaimana wabah penyakit polio menewaskan ribuan anak pada tahun 1950an? Belum lagi anak yang menjadi lumpuh akibat serangan polio. Namun kabar baiknya, sejak vaksin diperkenalkan pada tahun 1995, kasus kematian akibat polio menurun drastis.

Begitulah gambaran pentingnya imunisasi. Anak akan terlindung dari ribuan jenis penyakit yang mengancam. Semakin terpenuhi kebutuhan imunisasi seorang anak, semakin kecil risiko terkena penyakit.

  • Aman dan efektif

Vaksinasi bukan hanya penemuan yang datang dari penelitian selama satu dua tahun saja. Sejak dulu, para peneliti dan dokter bekerja sama meramu vaksinasi yang efektif dengan sedikit efek samping.

Apalagi, yang dimasukkan dalam tubuh adalah virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Sangat wajar jika ada reaksi kurang nyaman pasca-vaksinasi seperti demam, ruam, dan reaksi lainnya. Tapi dibandingkan dengan terkena penyakit, efek samping itu hanya sementara dan jauh lebih aman.

  • Kekebalan komunitas

Seperti yang diulas di atas, pentingnya imunisasi bukan hanya untuk diri sendiri. Ada lingkungan dan komunitas yang ikut terlindungi ketika seseorang telah mendapatkan imunisasi.

Ingat bagaimana wabah difteri melanda 20 provinsi di Indonesia pada tahun 2017 lalu? Penyakit mematikan ini sebenarnya merupakan penyakit lama yang sudah ditemukan vaksin penangkalnya yaitu DPT

Penyakit ini seharusnya sudah lama hilang dari Indonesia. Bahkan sejak tahun 1990-an, sudah hampir tidak ada kasus difteri. Namun dengan semakin gencarnya kelompok antivaksin menyebabkan difteri muncul lagi dan menjadi wabah.

Situasinya akan berbanding terbalik ketika seseorang telah mendapatkan imunisasi. Seorang anak dan lingkungannya akan lebih terlindungi. Artinya, jika siap menjadi bagian dari suatu komunitas – mengingat manusia adalah makhluk sosial – maka imunisasi wajib hukumnya.

  • Pertimbangan finansial

Siapa sangka kebijakan orangtua untuk memberikan imunisasi lengkap bagi anak juga dapat berdampak bagi finansial mereka, terutama dalam jangka panjang. Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan apabila anak terkena penyakit karena belum mendapatkan imunisasi sebelumnya.

Belum lagi urusan persyaratan masuk sekolah. Kini, hampir seluruh sekolah mewajibkan calon muridnya memenuhi syarat imunisasi lengkap sebagai syarat penerimaan. Jika hal ini belum terpenuhi, pasti akan ada biaya lain yang perlu dikeluarkan.

  • Menyelamatkan generasi masa depan

Dalam jangka panjang, pentingnya imunisasi juga dapat menyelamatkan generasi masa depan. Terbukti bahwa vaksin mencegah setidaknya 2-3 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Ketika imunisasi telah mencakup area yang lebih luas, 1.5 juta nyawa lainnya bisa terselamatkan.

Penting pula untuk memerhitungkan bagaimana imunisasi mencegah penyakit menjadi lebih ganas. Sudah banyak penyakit yang tak lagi ditemukan atau sangat langka terjadi berkat imunisasi. 

Imunisasi, samakah dengan vaksinasi?

Mungkin masih banyak yang bingung membedakan istilah vaksin dan imunisasi. Kedua istilah ini kerap digunakan bersamaan meski sebenarnya maknanya berlainan.

Vaksinasi adalah sebuah proses pemberian vaksin – bisa melalui oral atau suntik – demi meningkatkan kekebalan tubuh melawan penyakit tertentu. Zat yang dimasukkan adalah bakteri atau virus yang telah dilemahkan.

Sementara imunisasi adalah proses yang terjadi dalam tubuh manusia hingga memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit. Ada imunisasi aktif yang bertahan hingga lama dan ada imunisasi pasif yang bertahan hanya dalam hitungan minggu atau bulan saja.

Tujuannya memang sama, yaitu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. 

Jika imunisasi terus dilakukan secara menyeluruh, bisa jadi generasi masa depan tak akan lagi mengenal berbagai macam penyakit yang mengancam nyawa. Demi keselamatan anak Anda, lingkungan, hingga generasi masa depan, jangan pernah sepelekan pentingnya imunisasi.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccines/parents/
Diakses 10 Juli 2019

US Department of Health & Human Services. https://www.vaccines.gov/getting/for_parents/five_reasons#
Diakses 10 Juli 2019

Wellcome. https://wellcome.ac.uk/news/why-do-we-need-vaccines
Diakses 10 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed