Penderita savant syndrome bisa memiliki kemampuan bermain piano yang luar biasa
Penderita savant syndrome dapat memiliki kemampuan bermusik seperti piano yang luar biasa

Istilah autisme seringkali dikonotasikan negatif di tengah masyarakat. Padahal, orang-orang dengan kondisi ini dapat diberkahi dengan kecerdasan di atas rata-rata, yakni ketika mereka juga memiliki savant syndrome.

Savant syndrome atau sindrom savant adalah kondisi langka yang mencerminkan adanya tingkat kecerdasan tertentu yang sangat menonjol. Sindrom ini amat mencolok karena biasanya dibarengi dengan kondisi tertentu, umumnya gangguan spektrum autisme, juga pada orang nonautis dengan tingkat intelegensi (IQ) di bawah rata-rata.

Keahlian khusus yang dimiliki oleh orang dengan savant syndrome berbeda-beda. Ada yang menonjol di bidang musik dan seni, ada pula yang menonjol di bidang ilmu eksakta, seperti perhitungan kalender, matematika, atau mekanika.

Penyebab munculnya savant syndrome

Penyebab munculnya savant syndrome masih belum diketahui. Ada peneliti yang menyatakan sindrom ini banyak dipengaruhi oleh gen yang dibawa oleh si anak saat dilahirkan (genetik).

Ada pula peneliti yang menyimpulkan sindrom ini diperoleh seseorang karena peristiwa tertentu, misalnya cedera otak yang memengaruhi kinerja otak bagian kanan. Apa pun itu, penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk menyimpulkannya.

Karakteristik savant syndrome

Statistik menunjukkan savant syndrome lebih banyak terjadi pada laki-laki ketimbang perempuan, dengan jumlah 6 berbanding 1. Secara garis besar, penderita savant syndrome dibagi menjadi tiga karakteristik, yaitu:

  • Splinter skills, yakni Individu yang memiliki skill spesifik di atas rata-rata yang kontras dengan fungsi otaknya secara keseluruhan.
  • Talented savants, yaitu orang yang memiliki kemampuan tertentu melebihi kemampuan orang-orang dengan keterbelakangan yang sama.
  • Prodigious savants, merupakan bentuk savant syndrome yang paling langka karena orang disabilitas dengan sindrom ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata bahkan di atas kemampuan orang normal.

Tidak jarang seseorang dengan savant syndrome tidak terdeteksi, apalagi masuk kategori ketiga spektrum di atas. Namun, Anda dapat mengenali orang dengan sindrom ini memiliki kemampuan di atas rata-rata sesuai dengan bidangnya masing-masing, seperti:

  • Mengingat

Ini adalah kemampuan otak di atas rata-rata yang paling banyak terjadi pada penderita savant syndrome. Orang ini dapat mengingat detail yang sering terlewat oleh orang banyak, seperti data statistik, nomor telepon, dan lain-lain.

  • Menghitung

Kemampuan matematika dari penderita savant syndrome ini bukan cuma penjumlahan dan matematika dasar lainnya, melainkan juga segala jenis rumus matematika yang rumit.

  • Kemampuan bermusik

Orang dengan savant syndrome akan mampu memainkan alat musik dengan nada yang sempurna hanya dengan satu kali melihat atau diajari nota musik.

  • Kemampuan seni

Tidak seperti skill di atas, tidak banyak orang autis dengan savant syndrome jenis ini. Jiwa seni orang ini akan tercermin ketika mereka bisa melukis, memahat, atau setidaknya menggambar dengan sangat baik dan memiliki jiwa seni yang tinggi.

  • Kemampuan berbahasa

Orang dengan jenis savant syndrome ini mampu mengenali bahkan berbicara berbagai jenis bahasa dalam waktu singkat. Tak banyak penderita savant syndrome dengan skill seperti ini.

Mengembangkan potensi pada orang dengan savant syndrome

Kabar baiknya, savant syndrome bukanlah hal yang negatif sehingga tidak perlu diobati. Sebaliknya, Anda hanya harus melakukan atau membantu orang dengan savant syndrome itu untuk melakukan serangkaian ‘terapi’ untuk meningkatkan jenis skill yang dimilikinya.

Artinya, orang dengan skil savant syndrome berupa musik, harus disekolahkan di sekolah musik, savant syndrome di bidang seni dapat diarahkan untuk mengambil art school dan sebagainya. Jika Anda mencurigai anak Anda memiliki skill di atas rata-rata seperti penderita savant syndrome, tapi tidak mengetahui secara persis bakatnya, coba konsultasikan dengan psikolog.

Tidak jarang, anak harus masuk sekolah khusus bagi anak-anak berbakat untuk melecut kemampuannya di bidang tertentu. Saat ini, beberapa sekolah maupun universitas sudah memiliki program khusus untuk mengembangkan bakat bagi orang dengan savant syndrome.

Pengembangan bakat orang dengan savant syndrome idealnya adalah kombinasi antara pendidikan untuk anak genius (gifted children), yakni pengayaan, akselerasi, dan pendampingan. Sedangkan pada orang dengan savant syndrome yang juga penderita autisme juga harus mendapat pendidikan mengenai dukungan visual dan pengembangan kemampuan sosial.

Penelitian menunjukkan anak dengan autisme sekaligus savant syndrome yang mendapat pendidikan yang benar akan mengalami kemajuan yang signifikan. Di satu sisi bakat savant-nya akan kian terasah, di sisi lain jiwa sosial, nilai akademis, dan kemampuannya berkomunikasi juga akan membaik.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-an-autistic-savant-260033
Diakses pada 9 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2677584/
Diakses pada 9 April 2020

De Monfront University Leicester. http://www.psy.dmu.ac.uk/drhiles/Savant%20Syndrome.htm
Diakses pada 9 April 2020

Encyclopedia of Children’s Health. http://www.healthofchildren.com/S/Savant-Syndrome.html
Diakses pada 9 April 2020

Artikel Terkait