Sarang Semut Papua Berpotensi Tangkal Kanker, Berani Coba?

Sarang semut Papua memiliki antioksidan, yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Sarang semut Papua merupakan tumbuhan yang dipercaya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sudah sejak dahulu, masyarakat kita menggunakan berbagai jenis tumbuhan sebagai obat-obatan alternatif. Dewasa ini, para ahli di bidang medis dan pengobatan sudah mulai melakukan penelitian ilmiah untuk mengetahui potensi yang ada pada tumbuhan tradisional. Salah satunya adalah sarang semut Papua.

Tumbuhan khas Papua ini memiliki nama Latin Myrmecodia pendans. Banyak yang mengenalnya sebagai sarang semut, atau dalam bahasa Inggrisnya, ant nest. Sebab jika batang bonggolnya dibelah, maka akan tampak rongga-rongga tak beraturan pada bagian dalamnya, yang memang merupakan sarang atau tempat tinggal koloni semut.

Sarang semut Papua, obat tradisional masyarakat pegunungan

Tumbuhan sarang semut di Papua termasuk langka dan banyak ditemukan di daerah pegunungan atau dataran tinggi, seperti Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Gunung Bintang dan Paniai. Sebelum khasiatnya diteliti dan dikenal luas, masyarakat Papua sendiri, khususnya di Wamena, sudah mengonsumsi sarang semut sejak tahun 1950-an.

Biasanya, di daerah asalnya, sarang semut Papua dikonsumsi dengan diolah sebagai campuran bubur. Selain itu, tumbuhan ini pun direbus, dan air rebusannya diminum untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Anda tidak perlu ke Papua untuk mencarinya. Sebab saat ini, kita bisa dengan mudah menemukan sarang semut yang sudah dikeringkan dan dijual bebas. Juga sudah banyak obat alternatif yang dibuat dari ekstrak sarang semut Papua.

Sebenarnya, kandungan apa yang membuat tumbuhan ini begitu berkhasiat?

Berdasarkan penelitian, ini kandungan sarang semut Papua

Anda bisa mengonsumsi ekstrak sarang semut Papua
untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tumbuhan ini dipercaya sebagai alternatif untuk pengobatan kanker. Pada penderita kanker, pengobatan alternatif cukup diminati, sebagai pendamping kemoterapi. Untuk mengungkap manfaat sarang semut Papua secara ilmiah, beberapa penelitian telah dilakukan.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, telah menemukan bahwa tumbuhan sarang semut mengandung senyawa kimia flavonoid dan tannin.

Flavonoid merupakan zat kimia bernutrisi yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan. Jika dikonsumsi, flavonoid bisa berfungsi sebagai antiradang dan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk untuk daya tahan tubuh.

Sementara itu, tannin juga merupakan senyawa kimia pada tumbuhan yang memiliki ciri khas memberikan rasa pahit. Tannin pun bisa dijumpai pada pada teh, kopi dan cokelat. Mirip seperti flavonoid, tannin memiliki polifenol dengan kandungan antioksidan dan antimikrobial, yang membantu pencegahan penyakit.

Sarang semut Papua bisa hambat pertumbuhan sel kanker?

Sarang semut Papua mengandung flavonoid, yang mampu
menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Dua kandungan di dalam sarang semut Papua, yaitu flavonoid dan tannin, berpotensi untuk melawan sel-sel kanker jenis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sarang semut bereaksi untuk menghalangi pertumbuhan sel kanker lidah. Sementara, flavonoid yang terdapat di dalam teh hijau, mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Meski dipercaya mampu menangkal kanker, tanaman sarang semut Papua harus diteliti lebih lanjut, agar bisa dikembangkan untuk kebutuhan pengobatan kanker.

Senyawa tannin pada sarang semut juga berfungsi sebagai antibakteri dan antivirus. Tannin dapat bekerja aktif dalam mengendapkan bakteri mikroba sehingga menghalangi “makanan” bagi bakteri tersebut.

Selain itu, sarang semut juga telah terbukti memiliki fungsi imunomodulator, untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Sehingga jika dikonsumsi, tumbuhan sarang semut ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.

Apakah sarang semut Papua memiliki efek samping?

Di samping kegunaan dan khasiat, adakah dampak negatif dari mengonsumsi sarang semut? Ternyata, masyarakat asli Papua yang sudah mengonsumsi sarang semut sejak sekian lama, tidak pernah mengalami efek samping. Penelitian yang dilakukan UGM juga membuktikan bahwa tumbuhan sarang semut aman dikonsumsi dan tanpa efek samping.

Hal yang sama juga dibuktikan oleh penelitian lain dari Universitas Trisakti, Jakarta. Dari khasiat yang bisa diambil sebagai antikanker dan antibakteri, sarang semut tidak menunjukkan efek samping yang beracun bagi tubuh.

Catatan dari SehatQ

Yuk, be a smart reader, GenQ. Ketika Anda mencari informasi mengenai manfaat dari sarang semut Papua di Internet, memang banyak yang mengatakan bahwa tumbuhan ini memiliki beragam khasiat. Namun sebaiknya, untuk mengobati penyakit, berkonsultasilah dengan dokter Anda. Termasuk sebelum memutuskan untuk menggunakan obat alternatif.

Academia. https://www.academia.edu/4023053/Potential_of_Ant-Nest_Plants_As_An_Alternative_Cancer_Treatment
Diakses pada 16 Januari 2020

Semantic Scholar. https://pdfs.semanticscholar.org/d47c/2a453445453991d0a6206cb90841c3f64270.pdf
Diakses pada 16 Januari 2020

Semantic Scholar. https://pdfs.semanticscholar.org/31d1/361464cbbe6be1c4ea0ad7b1eaf0f4eff677.pdf
Diakses pada 16 Januari 2020

IOSR Journal. http://www.iosrjournals.org/iosr-jdms/papers/Vol13-issue6/Version-2/A013620105.pdf
Diakses pada 16 Januari 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/317649853_ANTIBACTERIA_ACTIVITY_OF_PAPUAN_ANT-NEST_MYRMECODIA_PENDANSLM_Perry_ETHANOL_EXTRACT_AGAINST_SHIGELLA_DYSENTERIAE
Diakses pada 16 Januari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/52524-flavonoids.html
Diakses pada 16 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tannins-in-tea#benefits
Diakses pada 16 Januari 2020

Artikel Terkait