logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Ensiklopedia

Mengenal Perbedaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik

open-summary

Sistem saraf simpatik adalah sistem yang mempersiapkan tubuh untuk aktivitas yang berhubungan dengan stres. Sistem saraf parasimpatik adalah sistem yang berperan dalam menghemat energi tubuh dengan mengembalikan fungsi tubuh ke homeostasis, terutama setelah respons fight-or-flight diaktifkan sebelumnya oleh sistem saraf simpatik.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

23 Agt 2023

Perbedaan sistem saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada tugas, lokasi, hingga kecepatannya

Perbedaan sistem saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada tugas, lokasi, hingga kecepatannya

Table of Content

  • Apa itu saraf simpatik?
  • Apa itu saraf parasimpatik?
  • Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik

Saraf simpatik dan parasimpatik termasuk ke dalam sistem saraf otonom. Ini adalah jaringan kompleks sel yang mengontrol kondisi internal tubuh. Sistem saraf otonom berperan untuk mengatur dan mendukung banyak proses internal yang berbeda dan seringkali di luar kesadaran seseorang. Artinya, saraf simpatik dan parasimpatik bekerja tanpa harus diperintah secara sadar oleh Anda.

Advertisement

Apa itu saraf simpatik?

Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai saraf simpatik:

Pengertian saraf simpatik

Sistem saraf simpatik adalah subdivisi dari sistem saraf otonom yang terlibat dalam mempersiapkan tubuh untuk aktivitas yang berhubungan dengan stres. Saat tubuh berada dalam keadaan darurat, sistem saraf simpatik berfungsi memperlambat proses tubuh yang kurang penting, seperti misalnya pencernaan.

Saraf simpatik bekerja secara otomatis atau tidak memerlukan kendali sadar. Bersama dengan saraf parasimpatik, saraf simpatik bekerja sama untuk mempertahankan homeostasis, yakni keseimbangan mekanisme fisiologis internal yang penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Beberapa hal yang memengaruhi homeostasis adalah suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung, pernafasan, metabolisme, kadar glukosa darah, tingkat keasaman darah, air dan elektrolit, serta pencernaan.

Fungsi saraf simpatik

Fungsi sistem saraf simpatik biasanya untuk menjalankan tindakan yang membutuhkan respons cepat, seperti:

  • Meningkatkan detak jantung dan kontraksi otot jantung.
  • Pembesaran pupil
  • Sekresi kelenjar keringat
  • Pembesaran otot
  • Peningkatan kewaspadaan
  • Memperlambat pencernaan
  • Relaksasi kandung kemih

Saraf simpatik dapat mempertahankan homesotasis dengan cara mendinginkan tubuh melalui pengeluaran keringat dan mengatur detak jantung. Saraf ini juga dapat memperlambat pencernaan karena proses ini tidak dibutuhkan saat Anda berada dalam situasi yang sedang tertekan.

Baca Juga: Mengenal 12 Saraf Kranial di Kepala dan Perannya

Apa itu saraf parasimpatik?

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai saraf simpatik:

Pengertian saraf parasimpatik

Sistem saraf parasimpatik adalah bagian dari sistem saraf otonom yang bekerja bersama dengan sistem saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik berperan dalam menghemat energi tubuh dengan mengembalikan fungsi tubuh ke homeostasis, terutama setelah respons fight-or-flight diaktifkan sebelumnya oleh sistem saraf simpatik.

Fungsi saraf parasimpatik

Sistem saraf parasimpatik kadang-kadang disebut sistem pakan-dan-berkembang biak (feed-and-breed) karena lebih banyak mengatur proses dasar yang penting untuk kehidupan normal.

Fungsi dari sistem saraf parasimpatik antara lain :

  • Mengatur pencernaan, termasuk buang air kecil dan buang air besar
  • Mengatur gairah seksual
  • Memperlambat detak jantung, menurunkan kontraksi otot jantung, dan menurunkan tekanan darah setelah sistem saraf simpatik mengaktifkan fight or flight response.

Tanpa sistem saraf parasimpatik, maka pengaturan dan pemantauan fungsi tubuh mustahil dilakukan. Sistem saraf parasimpatik juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik dengan membantu tubuh untuk menenangkan diri dari reaksi stres yang diaktifkan oleh saraf simpatik.

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik

Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara saraf simpatik dan parasimpatik:

1. Lokasi

  • Area utama yang terpengaruh saraf parasimpatik antara lain adalah paru-paru, jantung, kandung kemih, dan lambung.
  • Area utama yang terpengaruh saraf simpatik adalah termasuk paru-paru, jantung, otot polos, kelenjar eksokrin dan endokrin.

2. Aksi atau tindakan

  • Tindakan yang dipengaruhi oleh saraf parasimpatik termasuk mengecilkan pupil mata, mengeluarkan air liur, memperlambat detak jantung, mengencangkan bronkus di paru-paru, mengaktifkan pencernaan, melepaskan cairan empedu, membuat kandung kemih berkontraksi.
  • Tindakan yang dipengaruhi saraf simpatik adalah melebarkan pupil, mencegah mengeluarkan air liur, mempercepat detak jantung, melebarkan bronkus, menghambat pencernaan, menjaga kandung kemih agar tidak berkontraksi

3. Kecepatan

Saraf parasimpatik memiliki kecepatan lebih lambat dibanding saraf simpatik. Hal ini dikarenakan neuron sistem saraf simpatik memiliki akson yang lebih pendek dibandingkan dengan sistem saraf parasimpatik, sehingga saraf simpatik bertindak jauh lebih cepat, bahkan kadang-kadang respons terjadi sebelum seseorang benar-benar menyadarinya.

Saraf simpatik dan parasimpatik merupakan antagonis dari satu sama lain. Tetapi keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk bekerja sama menjaga kondisi homeostasis agar kondisi internal tubuh Anda tetap stabil sehingga dapat tetap berfungsi dengan baik.

Advertisement

masalah sarafsistem saraf

Ditulis oleh Nenti Resna

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved