Sanitasi adalah Poin Penting Bagi Kesehatan, Ini Hal yang Bisa Anda Lakukan


Sanitasi adalah upaya untuk menghadirkan fasilitas memadai bagi kesehatan masyarakat, terutama ketersediaan air. Buruknya sanitasi menyebabkan ratusan kematian setiap tahun.

(0)
07 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sanitasi adalah upaya menciptakan kebersihan air di lingkungan sekitarSanitasi merupakan hal yang penting bagi kelangsungan kesehatan masyarakat
Sanitasi adalah salah satu bagian dari hak asasi manusia. Hal ini dideklarasikan pada 2010 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sayangnya, tidak semua orang di Indonesia beruntung untuk bisa memiliki akses terhadap sistem sanitasi yang baik dan bersih, sehingga rentan terkena berbagai penyakit akibat buruknya kondisi lingkungan.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Sanitasi erat hubungannya dengan kesehatan lingkungan, khususnya lingkungan fisik (tanah, air, dan udara).Idealnya, setiap orang bisa mengakses fasilitas sanitasi dasar, yakni jamban untuk buang air kecil dan buang air besar. Selain itu, sanitasi yang baik juga memperhatikan akses pembuangan limbah kotoran manusia tersebut beserta limbah lain yang berasal dari sampah rumah tangga maupun industri.

Sanitasi adalah faktor penting bagi kesehatan masyarakat

Ketika sanitasi buruk, banyak penyakit yang mengancam manusia, salah satunya diare. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, tidak kurang dari 827 orang meninggal dunia setiap tahun akibat buruknya akses sanitasi di lingkungan mereka. Sekitar 60% kematian ini disebabkan oleh diare.Meskipun demikian, sanitasi yang baik bukan hanya akan menghindarkan masyarakat dari penyakit, melainkan juga mendatangnya berbagai manfaat, seperti:
  • Mengurangi penyebaran infeksi cacing usus yang merupakan salah satu penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat di negara-negara tropis seperti Indonesia
  • Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi
  • Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara keseluruhan
  • Menaikkan angka kehadiran anak-anak di sekolah karena mereka bebas dari penyakit menular
  • Menjamin ketersediaan air bersih dan tidak tercemar limbah

Apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan sanitasi yang baik?

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa menjamin kesehatan masyarakat lewat sanitasi adalah salah satu pekerjaan rumah yang tidak mudah. Oleh karena itu, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Pastikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Dalam Permenkes 3/2014 tentang STBM tersebut, pemerintah menyatakan ada 5 pilar STBM yang bisa dilakukan masyarakat dalam memastikan sanitasi lingkungan baik, yaitu:

1. Tidak buang air besar sembarangan

Kebiasaan buang air besar di sungai, empang, atau tempat terbuka lainnya yang tidak memiliki sistem saluran pembuangan yang baik, harus dihentikan. Sebaliknya, buanglah air besar di jamban yang tersedia.

2. Mencuci tangan memakai sabun

Selalu cuci tangan setelah Anda buang air besar atau buang air kecil. Gunakan sabun dan bersihkan tangan secara menyeluruh (termasuk punggung tangan dan sela-sela jari), lalu bilas menggunakan air mengalir.

3. Mengelola air minum dan makanan rumah tangga

Pastikan wadah air yang digunakan untuk minum selalu bersih. Pastikan juga makanan rumahan yang Anda konsumsi terjamin kebersihannya, mulai dari pengolahan hingga saat dihidangkan di atas meja.

4. Mengelola sampah rumah tangga

Sampah rumah tangga harus dibuang di luar rumah secara rutin. Setiap rumah tangga juga diimbau untuk melakukan 3R, yakni reduce (mengurangi volume sampah rumah tangga), reuse (menggunakan kembali barang yang masih layak pakai), dan recycle (mengolah sampah menjadi barang yang berguna).

5. Memastikan keamanan saluran pembuangan limbah cair

Lakukan pemisahan limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah. Pastikan Anda memiliki tempat penampungan yang memadai.

Penyakit yang berhubungan dengan sanitasi

Hepatitis A bisa muncul akibat sanitasi yang buruk
Diare bukan satu-satunya penyakit yang bisa menjangkiti Anda ketika berada dalam lingkungan dengan sanitasi buruk. Menurut WHO, beberapa penyakit yang berhubungan dengan sanitasi adalah:
  • Kolera:

    Infeksi bakteri ini mengakibatkan penderitanya diare berat hingga dehidrasi. Penyakit kolera bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
  • Disentri:

    Infeksi bakteri Shigella akibat konsumsi makanan atau minuman tercemar dapat terjadi, sehingga penderitanya mengalami diare berdarah.
  • Hepatitis A:

    Infeksi virus hepatitis A pada organ hati, antara lain disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang tercemar.
  • Tifus:

    Infeksi bakteri Salmonella typhi bisa mengakibatkan Anda demam tinggi dan kadang kala sampai mengancam nyawa.
  • Infeksi cacing usus:

    Misalnya cacing pita atau cacing kremi yang dapat memunculkan gejala seperti sakit perut hingga muntah.
  • Schistosomiasis:

    Infeksi cacing parasit Schistosomes di usus atau saluran kemih dapat menimbulkan penyakit ini.
  • Trachoma:

    Infeksi bakteri Chlamydia trachomatis pada mata bisa terjadi, misalnya akibat masuknya air kotor ke mata.
Efek jangka panjang dari buruknya sanitasi adalah stunting dan malnutrisi (terutama pada anak-anak). Oleh karena itu, pastikan sanitasi lingkungan Anda baik dengan melakukan 5 pilar sanitasi tersebut.
kesehatan anakdiare pada bayidiarealergi lingkunganstunting
KBBI Online. https://kbbi.web.id/sanitasi
Diakses pada 29 Desember 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation
Diakses pada 29 Desember 2020
CDC. https://www.cdc.gov/healthywater/global/sanitation/index.html
Diakses pada 29 Desember 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%203%20ttg%20Sanitasi%20Total%20Berbasis%20Masyarakat.pdf
Diakses pada 29 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait