Sama-Sama Tidak Baik, Tapi Rokok Kretek Lebih Berisiko Sebabkan Kanker

Rokok kretek lebih berisiko sebabkan kanker paru dibandingkan rokok filter
Rokok kretek lebih berisiko menyebabkan kanker dibandingkan rokok filter

Baik itu rokok filter, rokok kretek, maupun rokok elektrik sekalipun sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Namun perokok yang paling berisiko mengalami kanker paru-paru adalah mereka yang terbiasa menghisap rokok kretek. Meski demikian, bukan berarti merokok dengan yang dilengkapi embel-embel filter atau elektrik juga lebih aman.

Kemasan, penamaan, level tar, filter, dan substansi kimia dalam rokok sudah jauh lebih beragam ketimbang dulu. Banyak klaim bahwa rokok filter lebih ringan ketimbang rokok filter, tapi nanti dulu. Para ahli sepakat bahwa rokok jenis apapun tetap berbahaya.

Beda rokok kretek dan rokok filter

Kata “filter” dalam rokok filter tidak serta merta berarti “menyaring” kandungan berbahaya dalam rokok. Hanya saja, asap dari rokok filter terasa lebih lembut di tenggorokan sehingga hisapannya pun bisa lebih dalam. Filter hanya membantu menutup partikel tar terbesar, namun tar yang lebih kecil tetap bisa masuk jauh ke dalam paru-paru.

Inovasi rokok filter dilakukan produsen tembakau karena semakin banyak keprihatinan terhadap dampak negatif rokok kretek terhadap kesehatan. Dari situlah semakin banyak ragam rokok filter dengan tambahan menthol hingga level tar lebih rendah.

Sementara rokok kretek bisa dua kali lipat membuat perokok rentan mengalami kematian akibat kanker paru-paru. Lebih jauh lagi, rokok kretek juga meningkatkan 30% risiko kematian akibat masalah kesehatan lain.

Dalam data dari Natinal Lung Screening Trial, ada 14.000 partisipan yang terlibat. Usia mereka berkisar antara 55-74 tahun dan telah lama menjadi perokok aktif. Rata-rata jika dihitung berdasarkan berapa pak rokok yang dihabiskan dalam sehari, partisipan dalam penelitian ini telah merokok selama 56 tahun.

Hasilnya, perokok yang terbiasa dengan rokok kretek 40% lebih rentan mengalami kanker paru-paru. Selain itu, mereka juga 30% lebih tergantung pada nikotin dibandingkan dengan perokok lain. Sementara partisipan yang merokok filter atau menthol, sama-sama punya risiko kesehatan serupa.

Jadi, kata “filter”, “light”, atau “mild” dalam kemasan rokok tidak berarti lebih aman dikonsumsi. Jenis apapun rokok itu, masih sangat berbahaya bagi kesehatan. Baik itu bagi perokoknya, perokok pasif, ataupun residu pada thirdhand smoke.

Bahaya rokok kretek

Jika gambar mengerikan di kemasan belum bisa membuat gentar perokok aktif untuk menghisap rokok kretek, mungkin penjabaran ini bisa menggambarkan bahayanya lebih detil:

1. Tingkatkan risiko penyakit jantung & stroke

Bahkan merokok hanya satu batang sehari pun tetap meningkatkan risiko penyakit jantung dan risiko berkali-kali lipat. Tidak ada kadar merokok yang dianggap aman bagi risiko penyakit jantung. Hal ini berlaku baik untuk rokok kretek, rokok filter, maupun rokok elektrik.

Jika ada yang mengira merokok hanya satu batang per hari tidak akan berbahaya seperti perokok berat yang bisa menghabiskan satu pak dalam sehari, itu salah.

Dalam penelitian UCL Cancer Institute di University College London, data dari 141 penelitian memperlihatkan perokok yang hanya menghisap satu batang per hari punya 46% risiko mengalami penyakit jantung dan 41% stroke.

2. Risiko kanker

Bahaya menghisap rokok kretek juga meningkatkan risiko kanker, terutama kanker paru-paru. Dalam rokok, ada campuran lebih dari 7.000 zat kimia, termasuk pestisida yang digunakan dalam proses penanaman tembakau.

Belum lagi zat yang ditambahkan dalam proses pemanasan sehingga terbentuk lagi substansi kimia yang lebih unik dan juga berbahaya. Dalam substansi beracun ini, banyak yang bersifat karsinogen dan meningkatkan risiko mengalami kanker.

3. Ketergantungan nikotin

Rokok kretek juga membuat penggunanya lebih sulit meninggalkan ketergantungan pada nikotin. Padahal, tidak ada dampak positif dari konsumsi nikotin – terutama dalam jangka panjang – terhadap kesehatan.

4. Dampak pada kulit

Merokok mengurangi asupan oksigen yang dialirkan ke kulit. Artinya, kulit perokok cenderung menua lebih cepat dan terlihat kusam. Belum lagi racun yang beredar dalam tubuh juga dapat menyebabkan selulit.

Merokok membuat kulit menua secara prematur, setidaknya 10-20 tahun lebih cepat. Kerutan di sekitar mata dan mulut juga tak terhindarkan bagi perokok yang tidak meninggalkan kebiasaan buruknya.

5. Mengancam kesuburan

Tidaklah berlebihan jika merokok disebut menyebabkan impotensi dan mengganggu sistem reproduksi. Substansi kimia beracun dalam rokok kretek bisa merusak pembuluh yang mengalirkan darah ke penis. Akibatnya, kualitas sperma berkurang bahkan berisiko mengakibatkan kanker testis.

Hal yang sama berlaku pada perempuan yang merokok. Kesuburannya bisa berkurang hanya sekitar 72% dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

6. Kematian

Merokok adalah penyebab kematian yang bisa dihindari terbesar di penjuru dunia. Ketika seseorang merokok, maka racun tar akan masuk dalam darah. Akibatnya, darah menjadi lebih kental dan rentan mengalami penyumbatan. Jika ini belum cukup, tekanan darah dan detak jantung juga membahayakan kesehatan. Jika dibiarkan, kombinasi seluruh hal ini bisa menyebabkan kematian.

Catatan dari SehatQ

Lihat dengan jernih bahwa pilihan rokok dengan segala kemasan dan klaim lebih ringan bukan berarti ringan pula dampaknya bagi kesehatan. Justru, merasa hanya merokok jenis yang ringan seperti rokok filter bisa membuat seseorang merasa aman mengonsumsi dalam kuantitas banyak dalam sehari.

Pilihan paling tepat yang bisa membuat perbedaan hanya satu: Berhenti merokok.

NHS. https://www.nhs.uk/smokefree/why-quit/smoking-health-problems

Diakses 23 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/smoking-cessation/news/20170522/could-safer-filtered-cigarettes-be-more-deadly#1

Diakses 23 April 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-cigarette-2824831

Diakses 23 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/unfiltered-cigarettes-cause-higher-cancer-risk-than-filtered-cigarettes#The-bottom-line

Diakses 23 April 2020

Artikel Terkait