Penyakit kulit anak dapat segera ditangani secara tepat dengan salep untuk impetigo dan antibiotik oral
Salep untuk impetigo dan antibiotik oral dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit kulit anak

Anak-anak lebih rentan mengalami penyakit dibandingkan orang dewasa. Salah satu penyakit kulit yang dapat melanda anak-anak adalah impetigo. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan salep untuk impetigo.

Ruam merah yang muncul pada hidung, mulut, kaki, dan tangan anak adalah salah satu indikasi dari impetigo. Ruam merah tersebut nantinya akan pecah dan berkembang menjadi keropeng berwarna kuning madu.

[[artikel-terkait]]

Infeksi impetigo tidak terlalu serius dan dapat ditangani dengan mudah. Penanganan impetigo bertujuan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, memperbaiki penampilan kulit, serta mencegah penularan infeksi dan munculnya infeksi impetigo pada penderita kembali.

Dari salep untuk impetigo sampai medikasi secara oral

Penanganan impetigo tidak hanya sebatas penggunaan salep untuk impetigo saja, tetapi terdapat berbagai penanganan yang dapat dilakukan. Sebelum pemberian salep untuk impetigo, keropeng perlu dibersihkan terlebih dahulu.

Pembersihan dan penghilangan keropeng dapat dilakukan kepada penderita jenis impetigo yang bukan impetigo bulosa. Pembersihan dilakukan dengan sabun antibakteri dan kain lap.

Orangtua juga dapat mencampurkan cairan antibakteri ke dalam air untuk mandi anak, seperti chlorhexidine atau sodium hypochlorite. Meskipun demikian, keefektifan dari penggunaan cairan antibakteri belum terbukti.

Setelah luka dibersihkan, barulah anak dapat dioleskan salep untuk impetigo yang mengandung antibiotik, seperti mupirocin. Salep untuk impetigo berupa mupirocin hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Impetigo yang parah atau yang berjenis impetigo bulosa memerlukan kombinasi dari salep dan medikasi secara oral. Beberapa antibiotik oral yang digunakan selain salep untuk impetigo adalah penisilin dan cephalosporins.

Lebih lanjut mengenai salep untuk impetigo

Salep untuk impetigo yang dapat diberikan oleh dokter adalah salep antibiotik jenis mupirocin. Alasan mengapa penderita harus membersihkan keropeng terlebih dahulu adalah agar antibiotik dalam salep untuk impetigo dapat secara efektif meresap ke dalam kulit.

Penderita umumnya akan merasa lebih baik dalam kurun waktu tujuh hari. Saat mengoleskan salep untuk impetigo kepada penderita, Anda sebaiknya menggunakan sarung tangan lateks dan mencuci tangan setelahnya.

Salep untuk impetigo selain mupirocin yang cukup efektif untuk menangani impetigo adalah asam fusidat. Salep untuk impetigo, seperti bacitracin dan neomycin tidak terlalu efektif dalam mengatasi impetigo.

Keefektifan dari mupirocin tidak kalah dari obat antibiotik oral, seperti dicloxacillin, cephalexin, dan ampicillin. Bahkan, salep untuk impetigo berupa mupirocin dan asam fusidat lebih efektif menangani impetigo daripada obat antibiotik erythromycin yang dikonsumsi secara oral.

Perlukah obat antibiotik oral?

Obat antibiotik oral dapat diberikan kepada penderita impetigo yang sensitif terhadap salep maupun yang mengalami impetigo parah. Pemberian antibiotik secara oral dapat berlangsung selama kurang lebih tujuh hari.

Obat antibiotik yang diberikan harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan takaran yang telah diberikan oleh dokter.

Berdasarkan efektivitasnya, antibiotik penicillin V dan amoxicillin kurang efektif jika dibandingkan dengan obat cephalosporins, cloxacillin, dan amoxicillin. Sementara obat cefuroxime ternyata lebih efektif dibandingkan dengan obat erythromycin.

Jika penderita terinfeksi dengan bakteri tertentu, seperti bakteri stafilokokus yang resisten terhadap obat, maka dokter akan memberikan antibiotik lain, seperti penicillin atau trimethoprim-sulfamethoxazole.

Dibandingkan dengan salep untuk impetigo, obat antibiotik secara oral, terutama obat antibiotik erythromycin memiliki beberapa efek samping, seperti mual.

Apa yang terjadi jika impetigo tidak segera ditangani?

Berbagai penanganan yang diberikan dokter mulai dari salep untuk impetigo sampai obat antibiotik oral diperlukan untuk mengobati impetigo yang menyerang anak. Namun, apa yang terjadi jika impetigo tidak segera diobati?

Tidak hanya bekas luka, impetigo bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius bila tidak segera ditangani.  Salah satunya adalah masalah pada ginjal. Komplikasi ini muncul ketika bakteri pemicu impetigo menyerang dan merusak ginjal.

Selain itu, komplikasi lain yang bisa terjadi adalah selulitis atau infeksi pada bagian bawah kulit yang bisa menyebar sampai ke pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Pencegahan impetigo

Pencegahan impetigo tidaklah sulit dan yang perlu dilakukan hanyalah menjaga kebersihan kulit. Jika terdapat luka atau gigitan serangga di kulit, segera cuci luka dan gigitan serangga tersebut.  Penderita impetigo juga perlu berkontribusi dalam pencegahan impetigo.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penderita impetigo dan orang yang menjaga penderita untuk mencegah penularan impetigo adalah dengan:

  • Mencuci pakaian, sprei, dan handuk yang digunakan penderita setiap hari serta tidak memakaikannya kepada orang lain.
  • Potong kuku anak agar anak tidak menggaruk kulitnya
  • Penderita dan orang yang menjaga penderita perlu untuk sering mencuci tangan
  • Gunakan sarung tangan saat mengoleskan salep untuk impetigo pada penderita
  • Penderita sebaiknya tidak keluar rumah sampai impetigo sudah sembuh sepenuhnya
  • Cuci luka akibat impetigo pada penderita menggunakan sabun yang ramah di kulit dan di air yang mengalir secara perlahan. Setelahnya, balut luka-luka tersebut dengan perban.

Konsultasikan ke dokter

Bagaimanapun juga, jika Anda merasa khawatir dan terganggu dengan gangguan impetigo yang dialami oleh anak, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2007/0315/p859.html#afp20070315p859-b4
Diakses pada 10 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 10 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/162945.php
Diakses pada 10 Mei 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/impetigo/article.htm#what_is_impetigo_what_causes_impetigo
Diakses pada 10 Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/965254-treatment
Diakses pada 10 Mei 2019

World Health Organization. https://www.who.int/ceh/risks/en/
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed