Salep untuk Impetigo pada Bayi, Apakah Manjur?

(0)
14 Jun 2019|Anita Djie
Salep untuk impetigo pada bayi merupakan salep jenis antibiotikSalep untuk impetigo pada bayi mampu sembuhkan penyakit kulit akibat infeksi bakteri
Salep untuk impetigo pada bayi merupakan obat yang kerap dicari untuk mengobati koreng yang kerap ditemukan pada kulit bayi. Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus dan streptococcus.Gejala impetigo pada anak adalah munculnya ruam merah pada kulit. Lalu, akan berubah menjadi luka melepuh yang berisi cairan. Luka merah tersebut nantinya akan pecah dan meluas.Sementara itu, kulit pada bekas luka akan mengeras atau berkerak. Kerak tersebut pun mengalami perubahan, yaitu menjadi berwarna kuning kecokelatan.Infeksi impetigo sebenarnya dapat ditangani dengan mudah. Perawatan bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, memperbaiki penampilan kulit, serta mencegah penularan infeksi dan munculnya infeksi datang lagi.

Apa saja kandungan salep untuk impetigo pada bayi?

Salep untuk impetigo pada bayi merupakan salep antibiotik
Ketika mengobati impetigo, diwajibkan untuk mencuci luka akibat impetigo menggunakan sabun lembut dan air yang mengalir secara perlahan. Setelahnya, balut luka impetigo dengan perban.Tidak hanya itu, sebaiknya rendam keropeng dengan air hangat atau kompres hangat agar keropeng melunak sebagai perawatan penyakit kulit pada bayi ini.Selain itu, ada pula obat yang diresepkan untuk menyembuhkan penyakit pada bayi ini. Jenis obat impetigo untuk bayi ini adalah salep antibiotik. Biasanya, salep untuk impetigo pada bayi ini membantu memulihkan penyakit kulit ini dalam waktu tujuh hari.Inilah kandungan aktif yang ditemukan pada salep untuk impetigo pada bayi:

1. Mupirocin calcium 2,15%

Efektivitas mupirocin sebagai kandungan salep untuk impetigo pada bayi tidak kalah dari obat antibiotik minum seperti dicloxacillin, cephalexin, dan ampicillin. Bahkan, obat impetigo untuk bayi berupa mupirocin dan asam fusidat lebih efektif menangani impetigo daripada obat antibiotik erythromycin yang dikonsumsi secara oral.

2. Gentamicin sulfat 3%

Gentamicin adalah salep untuk impetigo pada bayi yang mengandung antibiotik golongan aminoglikosida. Untuk penggunaan obat impetigo untuk bayi, Anda bisa mendapatkannya dari resep dokter dan digunakan sesuai petunjuk dokter, biasanya dioleskan 3-4 dalam sehari.

3. Fusidic acid 20mg

Selain mupirocin dan gentamicin, salep asam fusidat ini pun bisa menjadi pilihan sebagai obat impetigo untuk bayi.Sebelum mengoleskan jenis salep untuk impetigo pada bayi ini, sebaiknya Anda membersihkan bagian yang terinfeksi lebih dahulu. Tujuannya, agar salep antibiotik bisa meresap ke dalam kulit dengan baik.Selain itu, sebaiknya Anda memakai sarung tangan lateks sebelum mengoleskan salep impetigo pada kulit. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya. Langkah ini penting untuk menjaga kebersihan tangan, sekaligus menghambat penyebaran bakteri penyebab penyakit.

Bagaimana cara menggunakan salep untuk impetigo pada bayi?

Usap sabun sebelum pakai salep untuk impetigo pada bayi
Sebelum mengoleskan salep untuk impetigo pada bayi, terlebih dahulu bersihkan kulit yang mengeras. Caranya, basuh kulit dengan sabun antibakteri, kemudian bilas hingga bersih. Selanjutnya, keringkan dengan kain maupun handuk dengan lembut. Kemudian, oleskan salep antibiotik.Sebagai orang tua, Anda bisa menghambat penyebaran bakteri pada kulit Si Kecil. Anda bisa mencampurkan cairan antibakteri ke dalam air mandi anak.Namun, efektivitas pengobatan infeksi dengan cara ini belum terbukti secara ilmiah.

Apa pilihan obat antibiotik oral untuk impetigo?

Selain salep untuk impetigo pada bayi, obat minum bisa dipilih
Pengobatan impetigo pada bayi tidak hanya sebatas pada penggunaan berupa salep antibiotik. Ada pula obat impetigo untuk bayi berupa obat minum yang dapat menjadi pilihan. Pada impetigo parah, dengan jenis impetigo bulosa, memerlukan kombinasi pengobatan menggunakan salep antibiotik serta obat oral.Beberapa jenis antibiotik oral yang ampuh untuk impetigo adalah antibiotik golongan penisilin dan cephalosporins. Obat antibiotik oral ini dapat digunakan untuk mengobati impetigo parah, termasuk yang sensitif terhadap salep. Pemberian antibiotik secara oral dapat dilakukan selama kurang lebih tujuh hari.Obat antibiotik untuk impetigo yang diberikan harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter, untuk benar-benar melawan bakteri penyebab infeksi.Berdasarkan efektivitasnya, antibiotik penicillin V dan amoxicillin kurang efektif untuk mengatasi infeksi jika dibandingkan dengan obat cephalosporins, cloxacillin, dan amoxicillin. Sementara itu, obat cefuroxime ternyata lebih efektif dibandingkan dengan obat erythromycin.Jika penderita mengalami infeksi dari bakteri tertentu, seperti bakteri staphylococcus yang resisten terhadap obat, maka dokter akan memberikan antibiotik lain, seperti penicillin atau trimethoprim-sulfamethoxazole.Namun, Anda juga harus mewaspadai efek samping penggunaan obat antibiotik oral. Obat antibiotik minum, terutama erythromycin, terkadang menimbulkan efek samping berupa mual. Sementara itu, salep antibiotik biasanya tidak menimbulkan efek samping ini.

Apa yang terjadi jika impetigo tidak segera ditangani?

Gagal ginjal terjadi jika tidak ditangani dengan salep untuk impetigo pada bayi
Saat anak mengalami impetigo, tentunya Anda harus segera melakukan perawatan hingga kondisi kulitnya pulih. Sebab jika tidak segera ditangani, impetigo bisa memicu sejumlah komplikasi.Tidak hanya bekas luka di kulitnya, impetigo bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius bila tidak segera ditangani, seperti masalah pada ginjal. Komplikasi ini muncul ketika bakteri pemicu impetigo menyerang dan merusak ginjal.Selain itu, komplikasi lain yang bisa terjadi adalah selulitis atau infeksi pada bagian bawah kulit, yang bisa menyebar sampai ke pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Bagaimana cara mencegah impetigo?

Selain salep untuk impetigo pada bayi, potong kuku juga penting
Pencegahan impetigo tidaklah sulit dilakukan. Kunci terhindar dari infeksi adalah menjaga kebersihan kulit.Jika Si Kecil terinfeksi impetigo, berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal National Center for Biotechnology Information, ini yang harus dilakukan agar bayi tidak menyebarkan infeksi bakteri penyebab impetigo:
  • Potong kuku anak agar kulitnya tidak terluka saat tergaruk.
  • Tidak menyentuh ruam kulit yang terkena impetigo.
  • Biasakan anak untuk mencuci tangan, termasuk saat berada di rumah.
  • Balut luka akibat impetigo dengan perban.
  • Tidak berangkat ke sekolah atau ke tempat yang berisi kerumunan anak-anak.
  • Kurangi frekuensi anak bertemu dengan orang lain.
  • Cuci pakaian seprai, serta handuk setiap hari.
  • Pastikan penderita impetigo menggunakan pakaian, seprai, dan handuknya sendiri. Jangan berbagi dengan orang lain.
  • Cuci pakaian, handuk, dan seprai dengan suhu di atas 60 derajat Celcius

Catatan dari SehatQ

Salep untuk impetigo pada bayi merupakan obat antibiotik. Umumnya, ada 3 jenis salep yang digunakan sebagai pengobatan impetigo pada bayi.Perlu diingat, obat impetigo untuk bayi berupa salep ini hanya bisa didapat melalui resep dokter. Hal yang tak kalah penting untuk mencegah dan merawat luka impetigo adalah menjaga kebersihan.Jika Anda menemukan gejala impetigo pada bayi, segera konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin memenuhi keperluan perawatan kulit bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
impetigoantibiotikpenyakit kulitmasalah kulit
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2007/0315/p859.html#afp20070315p859-b4
Diakses pada 10 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 10 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/162945.php
Diakses pada 10 Mei 2019
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/impetigo/article.htm#what_is_impetigo_what_causes_impetigo
Diakses pada 10 Mei 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/965254-treatment
Diakses pada 10 Mei 2019
World Health Organization. https://www.who.int/ceh/risks/en/
Diakses pada 10 Mei 2019
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279537/
Diakses pada 09 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait