Kurap dapat diobati dengan salep kurap dan obat antijamur
Griseofulvin merupakan salah satu obat antijamur yang dapat mengobati kurap.

Rasa gatal dan bercak kurap di tubuh terkadang menimbulkan kekhawatiran dan keresahan pada kebanyakan orang. Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit dan dapat muncul di bagian kulit mana saja, termasuk pada kulit kepala.

Selain itu, kurap dapat menular dengan cepat dan oleh karenanya, penting bagi Anda untuk dapat mengobati kurap sebelum Anda menularkannya kepada orang-orang terdekat.

Mengobati Kurap dengan Salep Kurap

Sebagian besar orang biasanya akan mencari cara penanganan kurap yang alami dan dapat dilakukan di rumah. Namun, saat kurap tidak kunjung membaik, beberapa orang mulai beralih pada salep kurap yang dijual di apotek.

Salep kurap biasanya memiliki efek yang lebih kuat dan jauh lebih praktis daripada bahan-bahan alami yang terkadang masih perlu untuk diolah.

Tidak semua salep kurap dapat dibeli di pasaran. Beberapa harus menggunakan resep dokter. Jika salep kurap yang dijual di pasaran masih kurang ampuh, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep salep kurap dengan efek yang lebih kuat.

Namun, untuk kurap pada kulit kepala, salep kurap tidak akan mempan dan Anda akan diminta untuk mengonsumsi obat antijamur dan menggunakan sampo antijamur.

Mengobati Kurap dengan Obat Antijamur

Biasanya, untuk penyakit kurap yang ringan, Anda hanya membutuhkan salep kurap saja. Namun, jika kurap yang diderita parah, terdapat di kulit kepala, atau muncul di beberapa daerah kulit.

Anda akan diminta untuk mengonsumsi obat antijamur, beberapa obat antijamur yang biasanya diberikan oleh dokter adalah:

  • Griseofulvin. Obat antijamur ini mungkin dapat menimbulkan efek samping berupa muntah, mual, diare ringan, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Saat mengonsumsi griseofulvin, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol dan harus menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Penderita harus mengonsumsi griseofulvin selama 8 - 10 minggu.
  • Itraconazole. Penderita penyakit hati, anak-anak, dan orang berusia lanjut tidak boleh mengonsumsi obat ini. Serupa dengan griseofulvin, itraconazole juga dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan pencernaan, diare, muntah, mual, dan sakit kepala. Obat ini biasanya dalam bentuk pil dan harus dikonsumsi selama tujuh atau 15 hari.
  • Terbinafine. Obat terbinafine cukup manjur untuk mengatasi kurap dan memiliki efek samping yang ringan dengan durasi yang singkat. Efek samping yang mungkin akan dialami saat mengonsumsi obat ini adalah diare, muncul ruam-ruam, gangguan pencernaan, mual, dan muntah. Perlu diketahui bahwa obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh penderita lupus dan penyakit hati. Obat terbinafine diberikan dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi selama empat minggu dengan takaran satu kali sehari.

Jika kurap yang dialami tidak parah, penderita tidak perlu mengonsumsi obat antijamur dan dapat mengobati kurap dengan salep kurap. Salep kurap biasanya mengandung clotrimazole, miconazole, terbinafine, ketoconazole, dan sebagainya.

Salep kurap tidak hanya berbentuk krim, tetapi ada juga yang dapat disemprot, berbentuk gel atau bubuk. Penggunaan salep kurap biasanya berlangsung 2 - 4 minggu untuk memastikan bahwa jamur sudah mati dan tidak akan muncul kembali.

Saat Anda membeli dan menggunakan salep kurap, selalu pastikan untuk membaca keterangan dan petunjuk pemakaian pada salep kurap.

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/ringworm/treatment.html
Diakses pada 04 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/ringworm#treatment
Diakses pada 04 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/diagnosis-treatment/drc-20354924
Diakses pada 04 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-the-treatment-for-ringworm
Diakses pada 04 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed